Minggu, 13 Juni 2021

Press Realese: Sukses! Meski online, Bunkasai Unri XIV diikuti 88 daerah se-Indonesia

Sebelum mengenal lebih lanjut tentang Bunkasai Unri, udah pada tahu belum apa itu bunkasai? Buat kamu yang sering nonton anime atau dorama Jepang pasti udah gak asing lagi sama istilah Bunkasai ini. Nah, Bunkasai (文化祭)  atau biasa disebut juga festival budaya merupakan salah satu festival paling terkenal di Jepang. Mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi biasanya mengadakan bunkasai setiap tahunnya. Waktu penyelanggaraan Bunkasai di tiap sekolahpun berbeda-beda. 

Bunkasai diadakan sebagai sarana bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan serta kreatifitas mereka. Festival budaya ini tak hanya dimaksudkan untuk menjadi acara yang menyenangkan, tetapi juga merupakan satu-satunya kesempatan setiap tahun bagi siswa untuk melihat seperti apa kehidupan di sekolah lain.  Sebelumnya, festival budaya ini hanya ditujukan sebagai media pembelajaran. Untuk melatih kerjasama sekaligus melatih cara mengorganisir suatu acara. Akan tetapi, saat ini festival budaya atau bunkasai telah berubah menjadi tempat rekreasi. Meski begitu, tujuan utama diadakannya bunkasai tetap dipertahankan. (source : jeducation.co.id) 
Selain sekolah atau perguruan tinggi jepang, Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau juga punya Bunkasai, lho! Bunkasai yang sudah diadakan sejak tahun 2007 ini biasanya dilaksanakan secara terbuka di lingkungan Universitas Riau. Dan Bunkasai Unri ini menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. 


Kibou : selalu ada harapan di balik keputusasaan
Bunkasai unri sendiri adalah event tahunan yang selalu dilaksanakan oleh jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau. Nah, setiap tahunnya selalu ada kemeriahannya sendiri. Namun, sejak pandemi covid-19 masuk pada tahun kemarin mau tak mau Bunkasai secara offline dengan kemeriahan seperti biasanya gagal dilaksanakan. Dan selama kurang lebih satu tahun ini kita diharuskan untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang baru. Dan tentu saja beberapa dari kita pasti ada yg sudah putus asa. Banyak keputusasaan yg melanda selama pandemi ini.
Namun kita harus ingat kalau di setiap keputusasaan itu akan selalu ada "harapan". Maka dari itu, Bunkasai tahun ini ingin mengingatkan kepada teman-teman semua bahwa harapan itu akan selalu ada, dan kita tidak boleh menyerah karena akan selalu ada harapan yang menyertai kita. Meskipun kita tidak bisa melaksanakan event nya secara offline, masih ada harapan untuk selalu terhubung lewat event online ini.

“Jadinya ya... Terpikir sampai kesana deh buat bikin tema Bunkasai tahun ini "kibou" yaitu harapan. Kalau hopes under the moonlight nya sih sebenarnya untuk menceritakan maskot kita yakni yuuki kaguya, seorang pangeran bulan dan juga kirana sang manusia yang bertemu di bawah rembulan.” Ucap Rafi Putra Diafi selaku Ketua Pelaksana Bunkasai Unri XIV.


Banyaknya peserta buktikan Bunkasai Unri selalu dinanti

Meski diadakan secara daring, Bunkasai yang berlangsung sejak 31 Mei hingga 5 Juni 2021 ini tak kalah meriah dengan Bunkasai yang diadakan secara offline sebelumnya. Untuk lomba yang diselenggarakan secara daring terbuka untuk siswa SMA/sederajat dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Pada Bunkasai daring kali ini, terdapat 13 lomba yang terdiri dari Speech contest, Roudouku, Shoudou, Ranking 1, Kanji Challange, Cosplay, Coswalk, Singing contest, Seiyuu contest, Fanart, Dance cover, dan Manga contest.

Siapa sangka, peserta online yang terdaftar mencapai 333 orang, yang mana terdiri dari 32 peserta SMA/sederajat, 26 peserta dari universitas, dan sebagian besar berasal dari kalangan umum. Seluruh peserta Bunkasai daring ini berasal dari 88 daerah se-Indonesia. Dan tak disangka lagi, ada salah satu peserta berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia. Hal ini membuktikan bahwa Bunkasai Unri XIV yang dilaksakan secara daring ini tak hanya menjangkau seluruh Indonesia, akan tetapi merambat hingga ke negeri tetangga. 
Selain itu, pada kesempatan kali ini Bunkasai Unri kehadiran guess star Virtual Youtuber Indonesia “Evelyn” yang juga meramaikan event daring ini. Di akhir acara juga menampilkan performance dari beberapa teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia, baik berupa dance atau menyanyi dan pertunjukan lain sebagainya. 


Harapan di masa yang akan datang
 “Harapannya untuk Bunkasai Unri kedepannya, semoga untuk yang akan datang bisa semakin meriah, semakin bisa menjangkau lebih banyak orang lagi di tidak hanya indonesia melainkan juga internasional. Dan semoga bisa lebih seru dan menarik lagi. Semangat buat panitia yang akan datang!” Harapan Rafi Putra Diafi selaku Ketua Pelaksana Bunkasai Unri XIV.

“Dan harapan untuk PBJ yaitu, semoga PBJ Unri bisa lebih dikenal lagi tidak hanya di unri, melainkan di seluruh Indonesia. Jadi orang orang pada tau bahwa di Unri juga ada bahasa Jepang loh. Semoga Kita juga bisa buktikan ke yang lain bahwa PBJ Unri itu keren dan ga bisa dipandang sebelah mata!” Tambah Rafi lagi.

Itu dia kilas balik mengenai Bunkasai Unri XIV tahun ini. Gimana? Seru bukan? Semoga Bunkasai yang akan datang tak kalah ramai dengan bunkasai tahun ini. Sampai bertemu di Bunkasai Unri selanjutnya, dan stay healthy untuk kita semua! またね。。


Penulis       : Tiara Pertiwi
Penyunting : Tiara Pertiwi


Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!


Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur
Youtube    : Hima Satori
Instagram : @himasatorifkipunri
Website     : Click here
Email         : Click here





Minggu, 06 Juni 2021

Satoripedia: “Urashima Tarō”, salah satu legenda dari negeri sakura!

( Search: wikipedia.org)

Sama seperti Indonesia, Jepang juga memiliki banyak sekali legenda lho! Salah satunya yaitu “Urashima Tarō”. Urashima Tarō itu legenda tentang apa sih? Nah, Urashima Tarō (浦島太郎) adalah legenda Jepang tentang seorang nelayan bernama Urashima Tarō yang diundang ke Istana Laut (Istana Ryuuguu) setelah menyelamatkan seekor penyu. 

Bermula pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda berhati baik bernama Urashima Tarō disebuah desa. Suatu ketika  Urashima berjalan dipinggir pantai dia melihat sekelompok anak kecil yang menangkap seekor penyu ketika didekati anak-anak kecil itu terus memukuli si kura-kura malang itu. Jika dilihat lebih jelas mata si penyu berlinang air mata sambil melihat ke arah Urashima. Lalu Urashima mengeluarkan uang dari kantongnya dan berkata,

“Bagaimana kalau paman beri kalian uang jadi penyu ini jadi milik paman ?”

“Boleh paman” kata anak-anak itu menyetujuinya. Dengan begini Urashima berhasil menyelamatkan si penyu dari anak-anak tadi dan Urashima melepaskannya ke laut.

Selang beberapa hari dari kejadian tersebut, penyu itu kembali datang menemui Urashima yang tengah memancing. Penyu itu bermaksud membalas kebaikan Urashima tempo hari dengan membawa Urashima mengunjungi Istana Ryuuguu di dasar laut. Urashima menerima ajakan penyu tadi dan pergi ke Istana Ryuuguu dengan menunggangi si penyu. 

Sesampainya di Istana Ryuuguu, ia disambut hangat oleh ratu yang sangat cantik bernama “Otohime” dan ikan yang berwarna-warni. “Selamat datang Urashima-san, aku adalah ratu di kerajaan Ryugu ini. Namaku Otohime, terima kasih karena menolong anak buahku. Sebagai rasa terima kasihku, aku akan mengantarmu mengelilingi kerajaan Ryugu ini” kata ratu Otohime.

Lalu urashima di ajak ke sebuah ruangan besar di istana. Ketika Urashima duduk di sebuah kursi yang sudah disiapkan untuk dirinya, ikan-ikan terus berdatangan membawa makanan yang sangat enak ke meja tempat Urashima duduk. Bersamaan dengan musik dan alunan lagu yang indah para ikan dan ubur-ubur menari dengan indahnya. Istana Ryugu ibarat seperti sebuah surga dibawah laut.

Tiap kali Urashima meminta untuk kembali, Otohime selalu berkata “Tolong tinggalah satu hari lagi “ kata ratu Otohime memohon kepada Urashima. Dan tak terasa Urashima Tarō sudah tinggal di istana Ryugu 3 tahun lamanya.

Suatu ketika, Urashima Tarō teringat tentang teman-teman dan keluarganya. Lalu ia memutuskan untuk kembali dan berpamitan dengan Otohime. Awalnya Otohime menentang hal tersebut dan mengatakan bahwa ia bisa tinggal di Istana Ryuuguu saja. Sebelum ia kembali, Otohime memberikan ‘Tamatebako’ yang katanya berisi waktu yang telah dihabiskan Urashima selama berada di Istana Ryuuguu dan ia tak boleh membukanya. 

Saat ia kembali, semuanya telah berubah. Rumahnya pun tak dapat ia temui. Lalu ia bertanya tentang keluarganya kepada lansia yang ia temui, dan ternyata Urashima adalah seorang pemuda yang hilang selama 700 tahun lalu. Ia terkeju, dan berpikir untuk membuka tamatebako yang diberikan Otohime. Begitu dibuka, dari dalam muncul asap putih. Dipermukaan asap itu muncul wajah ratu Otohime dan memori Urashima ketika tinggal di kerajaan Ryugu selama 3 tahun. Akan tetapi, semua itu hanya ilusi. Asap putih yang keluar dari Tamatebako mulai menipis  kemudian menyisakan Urashima taro yang berubah menjadi kakek renta dengan rambut dan jenggot putih.


Nah, itu tadi cerita singkat dari legeda “Urashima Tarō”! sebenarnya ada banyak versi mengenai legenda ini, dan salah satunya seperti yang diceritakan barusan. Dari cerita ini,  amanat apa yang bisa kita ambil?


Sumber artikel : aisurunihongo.blogspot.com

Penyunting      : Tiara Pertiwi


Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!


Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube :Hima Satori

Instagram : himasatorifkipunri

Website : Click Here

Email :Click Here

Minggu, 30 Mei 2021

Achievement : Himasatori menangkan semua kategori sekaligus! Kira-kira apa aja ya?

Selamat untuk Hima Satori!!!

Tepat pada Sabtu, 29 Mei 2021 telah dilaksanakan kegiatan Obsesi dan Kerohanian Award yang diselenggarakan oleh Al-Maidan FKIP UNRI melalui Google Meet.
Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini Hima Satori berhasil mendapatkan Juara I Hima Ter-Aktif, Juara I Hima Ter-Kreatif dan Juara I Podcast Ter-Favorit.

Hima Ter-Aktif
Juara I: Hima Satori FKIP UNRI (jumlah nilai 323)
Juara II: Himaprodi Pendidikan Masyarakat
Juara III: Himaprodi PPKn


Hima Ter-Kreatif
 Juara I: Hima Satori FKIP UNRI (jumlah nilai189)
Juara II: Himaprodi PBSI
Juara III: ESA FKIP UNRI


Juara I Podcast DakwahTerfavorit( jumlah like 265, comment 131)


Tetap semangat meraih prestasi. 頑張って!!



Penulis : Yola Feronika
Penyunting : Rara Amini


Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Jangan lupa ikuti kami di👇🏻
YouTube:Hima Satori
Website:Click here

Rabu, 19 Mei 2021

Satoripedia: Rakugo “Stand Up Comedi” Jepang

Sumber : matcha-jp.com

Rakugo (kanji : 落語) adalah seni yang mulai dikenal sejak zaman edo. Meskipun tidak se-terkenal Kabuki atau Noh, Rakugo juga merupakan salah satu bagian penting dalam seni budaya Jepang.

Rakugo adalah seni bercerita yang mengisahkan cerita-cerita humor yang dibangun dari dialog dengan klimaks cerita tak terduga. Penceritanya disebut dengan Rakugoka(落語家) ia akan bercerita sambil duduk di zabuton(座布団), alas duduk di atas panggung yang di sebut kouzamei(口座名).

Rakugoka akan memulai cerita dengan memperkenalkan kisah yang akan dibawakannya dan mengaitkannya dengan peristiwa yang terjadi saat ini. Biasanya berisi percakapan 2 orang atau lebih. Rakugoka akan berganti dari satu karakter ke karakter lainnya dengan mengubah suara, ekspresi wajah, tingkah laku, serta aksen yang sesuai dengan karakter yang sedang diperankannya. Seorang Rakugoka harus menghafal cerita yang ingin ia ceritakan. Mereka tampil langsung di teater kecil yang disebut yose(寄席) dan mengenakan kimono(着物) tradisional sebagai pakaian utama.

Rakugoka biasanya menggambarkan berbagai aktivitas menggunakan kipas kertas dan sapu tangan sebagai alat bantu. Alat-alat ini kemudian digunakan untuk mewakili objek lain seperti menjadi sumpit, piring, buku dan lain-lain.

Jadi, apakah tertarik untuk menyaksikan seni komedi khas Jepang yang satu ini??

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Rakugo


Penulis : Rara Amini

Penyunting : Tiara Pertiwi


Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan tunggu postingan berikutnya ya, sampai jumpa lagi...

Jangan lupa ikuti kami di

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube : Hima Satori

Instagram : @himasatorifkipunri

Website : Click Here

Email : Click Here

 

Senin, 10 Mei 2021

Achievement: Juara I Hima Ter-Kreatif


Selamat untuk Hima Satori!!!

Tepat pada hari Minggu, 09 Mei 2021 BEM FKIP telah melaksanakan Meet and Greet Kominfo se-FKIP, pada pukul 10.00 WIB melalui Google Meet.
Dan Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini Hima Satori berhasil memperoleh Juara I dalam kategori Hima Ter-Kreatif (Mading).

Edisi bulan April 2021:

Hima Ter-Update (Medsos):
1. HIMAPEFSI (86)
2. HIMAPRODI PPKN (84,7)
3. HIMAPENTIKA (83)

HIMA TER-KREATIF (Mading) :
1. HIMASATORI (87,3)
2. HIMAPRODI PENDMAS (86,6)
3. HIMAPRODI PPKN (83)


Tetap semangat meraih prestasi. 頑張って!!!

Penulis: Rara Amini
Penyunting: Tiara Pertiwi

Terimakasih telah mengunjungi laman blog kami.
Sampai jumpa dipostingan berikutnya!

Jangan lupa ikuti kami di👇🏻
Youtube: Hima Satori
Email : Click here
Website: Click here

Selasa, 04 Mei 2021

Satoripedia: Tanggal 5 Mei Adalah Hari Anak di Jepang!

Tepat pada tanggal 5 Mei, Jepang memperingati anak, tradisi ini dikenal dengan istilah Kodomo no Hi (Bahasa Jepang: 子供の日).  Ini merupakan libur ini merupakan serangkaian hari libur di akhir April dan awal Mei yang disebut Golden Week di Jepang.

Seperti namanya, hari anak-anak adalah perayaan khusus untuk anak-anak. Tanggal dan tradisi untuk merayakan hari anak-anak berbeda di setiap negara. Salah satu diantaranya adalah Jepang. Negara ini punya tradisi yang unik namun mungkin tidak asing bagi kita.

Sebenarnya Kodomo no Hi itu adalah hari untuk anak laki-laki.
Hari anak-anak di Jepang diperingati pada tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Hari itu sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak tahun 1948. Pada hari itu, orang-orang merayakan pertumbuhan anak-anak mereka, terutama anak laki-laki. Selain itu, perayaan ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada orang tua yang telah membesarkan anak-anak mereka. Sebelum ditetapkan sebagai hari libur nasional, hari ini awalnya dikenal dengan nama “Tango no Sekku”, salah satu dari 5 upacara tradisional tahunan. “Tango no Sekku” adalah tradisi sejak periode Nara, dengan tujuan merayakan tumbuh kembang anak laki-laki dan pengakuan terhadap ayah mereka.

Adanya “Koinobori" alias Bendera Berbentuk Ikan Mas.
Ada banyak acara tradisional dengan hiasannya pada hari anak-anak di Jepang. Salah satu hiasan yang terkenal adalah Koinobori, atau bendera berbentuk ikan mas. Bsndera ini biasa dipasang di luar rumah. Ketika angin berhembus dan mengisi tubuh ikan mas tersebut, mereka terlihat seperti sedang berenang. Koinobori dipercaya bisa membawa keberuntungan dan rezeki untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Hal ini dipercaya berdasarkan fakta bahwa ikan mas berenang ke hulu dan loncat melewati air terjun. Dan bagi mereka, hal itu melambangkan kekuatan dan energi.

Adanya Kabuto alias hiasan helm samurai.
Selain koinobori, kabuto alias helm samurai juga menjadi hiasan yang biasa dipajang saat hari anak-anak. Ada juga acara di mana anak-anak membuat sendiri kabuto mereka dari kertas, lalu memakainya. Sebagaimana fungsinya, kabuto merupakan simbol untuk perlindungan. Memajang kabuto dipercaya bisa melindungi anak-anak dari bahaya dan menjaga tumbuh kembang mereka.

Apa yang dimakan pada hari itu?
Kalau kita bicara soal hidangan spesial pada hari anak-anak di Jepang, yang banyak terpikir adalah kashiwa mochi. Ini adalah kue tradisonal yang terbuat dari tepung beras dengan isi kacang merah dan dibalut dengan daun pohon ek. Daun yang tidak bisa dimakan ini menyiratkan keturunan yang tidak akan berakhir, karena daun tua pohon ek tidak akan gugur kecuali bila daun mudanya tumbuh.

PppSeperti sudah disebutkan sebelumnya, karena hari itu libur, anak-anak bisa bermain bersama keluarga mereka. Membuat koinobori, membuat kabuto dari kertas origami atau koran, mandi berendam dengan bunga shobu (sejenis bunga iris) dan lainnya.

Apa yang biasanya dilakukan saat Hari Anak?
Meskipun hari anak-anak adalah perayaan untuk anak-anak, orang dewasa juga tetap bisa menikmati hari itu dengan mencoba tradisi-tradisi ini, karena semuanya adalah bagian dari budaya Jepang. Kita bisa coba membuat koinobori atau kabuto sendiri. Selain itu, jika bosan kita bisa berjalan-jalan dan melihat indahnya hiasan koinobori di sekitar atau bisa juga mencoba kashiwa mochi!

Nah, sudah tau kan sekilas tentang Kodomo no Hi? Walaupun Kodomo no Hi di Jepang sangat menarik, sebagai rakyat Indonesia kita juga jangan sampai lupa ya dengan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.
Sumber : pinterest.com

Sumber Foto dan Artikel : www.fun-japan.jp
Penyunting : Aliyah Aziz

Terimakasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di postingan berikutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Hima Satori Fkipur
Youtube : Hima Satori
Instagram : @himasatorifkipunri
Website : Click Here
Email : Click Here


Senin, 03 Mei 2021

Press Release: Webinar Pemberdayaan Perempuan

Tepat di hari Minggu (02/05/2021), telah sukses dilangsungkan acara Webinar Pemberdayaan Perempuan yang dilaksanakan secara online melalui platform google meet. Acara ini ditaja oleh divisi Pemberdayaan Perempuan, Hima Satori.

Acara yang dihadiri oleh mahasiswi Hima Satori angkatan 2019-2020 ini di mulai pada pukul 14.00 WIB. Acara di awali dengan pembukaan oleh MC, yaitu saudari Fitria Nahdah Syariqoh. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh saudari Nur Aulia, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa, dan acara selanjutnya ialah pembacaan Do'a yang dipimpin oleh Muhammad Fazlan.
Setelah pembacaan Do'a dilangsungkan, acara pun dilanjutkan dengan kata sambutan dari Sella Amalya selaku Ketua Pelaksana, dan M. Syafri selaku Wakil Bupati Hima Satori.

Setelah usainya penyampaian kata sambutan dari Ketua Pelaksana dan Wakil Bupati Hima Satori, acara pun dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai: ”Peran Perempuan Dari Sisi Sosial Agar Tidak Dilecehkan" oleh Annisaturahmi.
Adapun kutipan yang dapat diambil dari acara tersebut adalah: "Sejatinya seorang perempuan yang baik itu adalah ketika ia dapat menjaga dirinya sendiri dimana pun ia berada."

Setelah penyampaikan materi dan sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan Pemberian plakat untuk pemateri, dan acara pun diakhiri dengan kalimat penutup oleh MC.
Penulis: Nur Awfiah Nadhila
Penyunting: Aliyah Aziz

Terimakasih telah mengunjungi laman blog kami. Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori
Instagram : @himasatorifkipunri
Email : Click here
Website : Click here