Hima Satori FKIP UR
Sabtu, 07 November 2026
Satori Pedia: Melodi Stasiun Kereta di Jepang Ketika Musik Menjadi Identitas Sebuah Tempat
Rabu, 07 Oktober 2026
SatoriPedia: MENGENAL DIALEK BAHASA JEPANG
Beragam Dialek di Jepang
Perbedaan dalam Kosakata
Dialek dan Identitas Daerah
SATORI PEDIA:MENGENAL STIKER KHUSUS PADA KENDARAAN DI JEPANG
Konnichiwa, Mina-san!
Tahukah kamu? Di Jepang terdapat beberapa tanda atau stiker khusus yang dipasang pada kendaraan. Tanda tersebut bukan sekadar hiasan, tetapi memberikan informasi mengenai kondisi pengemudi agar pengguna jalan lainnya dapat lebih berhati-hati.
Ada empat tanda yang perlu diketahui, yaitu 初心者マーク(しょしんしゃマーク / Shoshinsha Mark), 高齢運転者マーク(こうれいうんてんしゃマーク / Kōrei Untensha Mark), 聴覚障害者マーク(ちょうかくしょうがいしゃマーク / Chōkaku Shōgaisha Mark), dan 身体障害者マーク(しんたいしょうがいしゃマーク / Shintai Shōgaisha Mark).
1. Shoshinsha Mark(初心者マーク)
Stiker ini dikenal sebagai Wakaba Mark(若葉マーク). Bentuknya menyerupai daun muda, dengan warna hijau dan kuning.
Tanda ini digunakan oleh pengemudi yang baru mendapatkan SIM dan masih memiliki pengalaman mengemudi kurang dari satu tahun. Penggunaan tanda ini diwajibkan oleh hukum Jepang. Pengemudi yang tidak memasangnya dapat dikenai sanksi berupa pembayaran uang pelanggaran.
2. Kōrei Untensha Mark(高齢運転者マーク)
Tanda ini digunakan oleh pengemudi yang berusia 70 tahun atau lebih. Tanda tersebut dikenal dengan sebutan Yotsuba Mark(四つ葉マーク) atau Momiji Mark(もみじマーク).
Bentuk tanda yang digunakan saat ini menyerupai empat daun, dengan warna yang berbeda. Sebelumnya, tanda ini juga dikenal dengan bentuk daun momiji.
Penggunaan tanda ini tidak diwajibkan oleh hukum, tetapi pengemudi berusia 70 tahun ke atas dianjurkan untuk memasangnya agar pengendara lain dapat mengetahui dan lebih berhati-hati.
3. Chōkaku Shōgaisha Mark(聴覚障害者マーク)
Tanda ini digunakan oleh pengemudi yang memiliki gangguan pendengaran dan tetap memenuhi syarat untuk mengemudikan kendaraan.
Bentuknya berupa gambar kupu-kupu, dengan warna kuning dan hijau. Tanda ini membantu pengendara lain mengetahui bahwa pengemudi mungkin tidak dapat mendengar suara tertentu, seperti suara klakson.
4. Shintai Shōgaisha Mark(身体障害者マーク)
Tanda ini digunakan oleh pengemudi dengan keterbatasan fisik pada anggota tubuh yang tetap dapat mengemudikan kendaraan.
Tanda ini dikenal juga sebagai Clover Mark(クローバーマーク) karena bentuknya menyerupai daun semanggi berwarna putih dengan latar biru. Penggunaan tanda ini tidak diwajibkan oleh hukum. Kendaraan yang menggunakan tanda tersebut dapat menggunakan tempat parkir yang memiliki tanda untuk pengguna kursi roda.
Pentingnya Memahami Tanda pada Kendaraan
Keempat tanda tersebut membantu pengguna jalan mengetahui kondisi pengemudi di sekitarnya. Ketika melihat kendaraan yang menggunakan salah satu tanda tersebut, pengendara lain diharapkan lebih berhati-hati, tidak terlalu dekat, dan tidak memotong jalur kendaraan secara sembarangan.
Memahami tanda-tanda ini juga menjadi bagian dari mengenal kehidupan sehari-hari di Jepang. Bukan hanya soal aturan lalu lintas, tetapi juga tentang bagaimana pengguna jalan saling memperhatikan dan memberikan ruang kepada pengemudi lain agar dapat berkendara dengan aman.
Dengan mengenali bentuk dan fungsi setiap tanda, kita dapat lebih mudah memahami berbagai kebiasaan serta aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.
Sumber:
https://tabunka.tokyo-tsunagari.or.jp/topics/motto/nihongo_2404.html
Senin, 14 September 2026
SATORI PEDIA : Banknote & Postage Stamp Museum, Museum Uang dan Perangko di Jepang
Jepang tidak hanya terkenal dengan budaya tradisional, teknologi modern, dan keindahan alamnya. Negara ini juga memiliki berbagai museum unik yang menyimpan sejarah serta perkembangan kehidupan masyarakatnya. Salah satunya adalah Banknote & Postage Stamp Museum, yaitu museum yang membahas sejarah uang kertas, perangko, dan teknologi percetakan.
Apa Itu Banknote & Postage Stamp Museum?
Banknote & Postage Stamp Museum merupakan museum yang dikelola oleh National Printing Bureau, yaitu lembaga yang bertanggung jawab dalam pembuatan uang kertas, perangko, serta beberapa dokumen penting di Jepang.
National Printing Bureau mulai berdiri pada tahun 1871 dengan nama Paper Money Office atau Shiheishi di bawah Kementerian Keuangan Jepang. Sejak saat itu, lembaga ini terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan perkembangan teknologi percetakan.
Museum ini dibuat untuk memperkenalkan sejarah berbagai produk percetakan kepada masyarakat. Jadi, pengunjung tidak hanya dapat melihat uang kertas dan perangko, tetapi juga bisa mengetahui bagaimana benda-benda tersebut dibuat dan bagaimana teknologi digunakan dalam proses pembuatannya.
Apa Saja yang Bisa Dilihat?
Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi yang berhubungan dengan uang, perangko, dan dokumen penting. Koleksi tersebut meliputi uang kertas Jepang dan negara lain, perangko dari berbagai masa, surat berharga, obligasi pemerintah, paspor, serta uang kertas dari zaman sebelum era Meiji.
Selain koleksi tersebut, museum ini juga menampilkan mesin percetakan, alat pembuatan uang, dan pelat cetak yang digunakan dalam proses percetakan. Pengunjung dapat melihat secara lebih dekat bagaimana proses pembuatan uang kertas dan perangko dilakukan.
Museum ini juga memiliki pameran interaktif mengenai tinta bercahaya pada uang kertas. Melalui pameran tersebut, pengunjung dapat mengetahui bahwa terdapat jenis tinta tertentu yang dapat memancarkan cahaya dan digunakan sebagai salah satu bagian dari teknologi keamanan uang.
Sejarah Uang dan Teknologi Percetakan
Selain menampilkan berbagai koleksi, museum ini juga membahas sejarah perkembangan uang kertas, perangko, obligasi pemerintah, paspor, serta perjalanan National Printing Bureau dari masa ke masa.
Salah satu hal penting yang dijelaskan dalam museum adalah teknologi ant pemalsuan. Teknologi ini digunakan agar uang kertas memiliki ciri khusus dan tidak mudah ditiru oleh orang lain.
Pembuatan uang kertas ternyata tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk mencetak gambar dan tulisan. Prosesnya juga memerlukan ketelitian, bahan khusus, alat percetakan, serta teknologi keamanan yang terus dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa uang kertas memiliki proses pembuatan yang cukup rumit dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Lokasi dan Informasi Kunjungan
Banknote & Postage Stamp Museum terletak di 1-6-1 Oji, Kita-ku, Tokyo 114-0002, Jepang. Museum ini buka setiap hari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 09.30 hingga 17.00 waktu Jepang.
Museum tutup setiap hari Senin dan selama libur akhir tahun, yaitu pada 28 Desember sampai 3 Januari. Jika hari Senin bertepatan dengan hari libur nasional, museum akan tutup pada hari Selasa berikutnya.
Menariknya, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk karena museum ini dapat dikunjungi secara gratis. Lokasinya juga cukup mudah dijangkau karena berada sekitar tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Oji.
Mengapa Museum Ini Menarik?
Banknote & Postage Stamp Museum menarik untuk dikunjungi karena museum ini tidak hanya memperlihatkan uang dan perangko sebagai benda yang digunakan sehari-hari. Museum ini juga menjelaskan sejarah, proses pembuatan, serta teknologi yang digunakan untuk menjaga keamanan benda-benda tersebut.
Melalui museum ini, pengunjung dapat memahami bahwa uang kertas dan perangko memiliki hubungan dengan sejarah, ekonomi, teknologi, dan kehidupan masyarakat Jepang. Pengunjung juga dapat melihat bagaimana perkembangan teknologi percetakan membantu menghasilkan produk yang lebih aman dan sulit dipalsukan.
Penutup
Banknote & Postage Stamp Museum dapat menjadi salah satu pilihan wisata edukatif ketika berkunjung ke Tokyo. Museum ini memberikan pengetahuan mengenai sejarah uang, perangko, dan perkembangan teknologi percetakan Jepang dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Dengan koleksi yang beragam, pameran interaktif, lokasi yang mudah dijangkau, serta tiket masuk gratis, museum ini cocok dikunjungi oleh siapa saja yang ingin mengenal sisi lain dari Jepang.
Jadi, Mina-san, kalau berkesempatan pergi ke Tokyo, tertarik untuk mengunjungi museum ini?
Sumber
https://www.npb.go.jp/en/museum/museum.html?utm_source.com
Penyunting: WA
#himasatori #SatoriPedia
#DivisiKominfo
---
Bupati Mahasiswa: Muhammad Hafizh Mumtaz
Wakil Bupati Mahasiswa: Teguh Nur Rahmansyah
Follow us on
-YouTube: Hima Satori
-Instagram: Himasatorifkipunri
-Facebook: Hima Satori Fkipur
-TikTok: Hima Satori
-Blogspot/Website: himasatorifkipur.blogspot.com
-Email: himasatorifkipur@gmail.com
Kamis, 20 Agustus 2026
SATORI PEDIA Uguisubari: Lantai “Bernyanyi” yang Menjadi Sistem Keamanan di Jepang
Sumber
Jumat, 28 November 2025
Satori Pedia: Kintsugi, Seni Tradisional Jepang dalam Memperbaiki Keramik dengan Emas
![]() |
| Orang sedang memperbaiki benda yang retak |
![]() |
| Contoh sebelum mengenal teknik kintsugi |
![]() |
| Alat yang digunakan untuk kintsugi |
![]() |
| Benda-benda yang diperbaiki dengan teknik kintsugi |
Satori Pedia: Ojigi, Seni Membungkuk dalam Etika Jepang
![]() |
| Budaya Ojigi dari jaman dahulu |
![]() |
| Ilustrasi Gerakan |
![]() |
| Budaya Ojigi yang diterapkan di sekolah |




















