Konnichiwa Mina-san! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa ya!
Jepang dikenal memiliki berbagai bangunan tradisional dengan desain yang unik dan penuh makna. Salah satu keunikannya dapat ditemukan pada uguisubari (鴬張り) atau nightingale floor, yaitu lantai kayu yang dapat mengeluarkan suara ketika seseorang berjalan di atasnya. Suara tersebut terdengar seperti kicauan burung dan menjadi salah satu contoh menarik dari perpaduan antara arsitektur, teknologi, dan sistem keamanan tradisional Jepang.
Apa Itu Uguisubari?
Uguisubari secara harfiah berkaitan dengan suara burung uguisu atau burung bulbul Jepang. Istilah ini digunakan untuk menyebut lantai kayu yang menghasilkan suara ketika diinjak.
Berbeda dengan lantai kayu yang berderit karena sudah tua atau rusak, suara pada uguisubari muncul karena konstruksi khusus yang memang dirancang untuk menghasilkan bunyi. Ketika seseorang berjalan di atas lantai, papan akan mengalami sedikit pergerakan. Pergerakan tersebut menyebabkan bagian logam yang berada di bawah papan bergesekan dan menghasilkan suara.
Suara yang muncul dapat terdengar seperti bunyi kicauan burung. Keunikan inilah yang kemudian membuatnya dikenal sebagai nightingale floor atau “lantai burung bulbul”.
Salah satu fungsi menarik dari uguisubari adalah sebagai sistem peringatan terhadap keberadaan seseorang. Pada masa lalu, keamanan merupakan hal penting bagi bangunan-bangunan tertentu di Jepang. Dengan adanya lantai yang berbunyi ketika dilewati, penghuni dapat mengetahui apabila ada seseorang yang berjalan di koridor.
Salah satu contoh uguisubari yang terkenal terdapat di Kastil Nijō di Kyoto. Kastil ini dibangun pada awal abad ke-17 dan memiliki koridor dengan lantai yang menghasilkan suara ketika diinjak.
Dengan cara tersebut, seseorang yang berjalan di koridor tidak dapat bergerak secara diam-diam karena suara lantai akan memberi tanda kepada orang-orang di dalam bangunan. Sistem sederhana ini menunjukkan bagaimana unsur arsitektur dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan.
Bagaimana Lantai Uguisubari Menghasilkan Suara?
Suara pada uguisubari berasal dari hubungan antara papan lantai dan komponen yang terdapat di bawahnya. Ketika seseorang menginjak papan, tekanan membuat papan sedikit bergerak. Pergerakan tersebut menyebabkan komponen logam bergesekan dan menghasilkan bunyi.
Menariknya, suara yang dihasilkan bukan hanya sekadar bunyi berderit biasa. Sistem konstruksinya membuat suara tersebut terdengar khas dan dapat muncul ketika seseorang berjalan melewati bagian lantai tersebut.
Hal ini memperlihatkan bahwa teknik tradisional Jepang sudah memperhatikan hubungan antara material, konstruksi, dan fungsi dalam sebuah bangunan.
Keunikan Arsitektur Tradisional Jepang
Uguisubari menjadi contoh bahwa arsitektur tradisional Jepang tidak hanya mengutamakan keindahan. Setiap bagian bangunan dapat memiliki fungsi tertentu yang berkaitan dengan kehidupan penggunanya.
Lantai yang bagi orang biasa mungkin terlihat seperti lantai kayu sederhana ternyata memiliki sistem yang dapat membantu menjaga keamanan bangunan. Keunikan tersebut juga membuat uguisubari menjadi daya tarik bagi orang-orang yang mengunjungi bangunan bersejarah di Jepang.
Selain itu, keberadaan uguisubari memperlihatkan bagaimana masyarakat Jepang pada masa lalu mampu memanfaatkan teknik konstruksi yang sederhana untuk menyelesaikan permasalahan praktis.
Uguisubari di Zaman Sekarang
Saat ini, uguisubari masih menjadi salah satu bagian menarik dari warisan arsitektur Jepang. Pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman berjalan di atas lantai yang menghasilkan suara di beberapa bangunan bersejarah.
Keberadaannya tidak hanya menarik dari sisi sejarah, tetapi juga memberikan gambaran mengenai cara masyarakat pada masa lalu memadukan budaya, arsitektur, dan keamanan.
Uguisubari akhirnya menjadi salah satu contoh bahwa bangunan bersejarah dapat menyimpan berbagai teknologi dan ide yang mungkin tidak langsung terlihat dari bentuk luarnya.
Sumber
https://science.howstuffworks.com/engineering/structural/creaking-floors-served-as-security-warning-system-in-ancient-japan.htm
Penyunting: WA
#himasatori #SatoriPedia
#DivisiKominfo
---
Bupati Mahasiswa: Muhammad Hafizh Mumtaz
Wakil Bupati Mahasiswa: Teguh Nur Rahmansyah
Follow us on
-YouTube: Hima Satori
-Instagram: Himasatorifkipunri
-Facebook: Hima Satori Fkipur
-TikTok: Hima Satori
-Blogspot/Website: himasatorifkipur.blogspot.com
-Email: himasatorifkipur@gmail.com



Tidak ada komentar:
Posting Komentar