Senin, 14 September 2026

SATORI PEDIA : Banknote & Postage Stamp Museum, Museum Uang dan Perangko di Jepang

 


Konnichiwa Mina-san! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa ya!

Jepang tidak hanya terkenal dengan budaya tradisional, teknologi modern, dan keindahan alamnya. Negara ini juga memiliki berbagai museum unik yang menyimpan sejarah serta perkembangan kehidupan masyarakatnya. Salah satunya adalah Banknote & Postage Stamp Museum, yaitu museum yang membahas sejarah uang kertas, perangko, dan teknologi percetakan.


Apa Itu Banknote & Postage Stamp Museum?

Banknote & Postage Stamp Museum merupakan museum yang dikelola oleh National Printing Bureau, yaitu lembaga yang bertanggung jawab dalam pembuatan uang kertas, perangko, serta beberapa dokumen penting di Jepang.

National Printing Bureau mulai berdiri pada tahun 1871 dengan nama Paper Money Office atau Shiheishi di bawah Kementerian Keuangan Jepang. Sejak saat itu, lembaga ini terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan perkembangan teknologi percetakan.

Museum ini dibuat untuk memperkenalkan sejarah berbagai produk percetakan kepada masyarakat. Jadi, pengunjung tidak hanya dapat melihat uang kertas dan perangko, tetapi juga bisa mengetahui bagaimana benda-benda tersebut dibuat dan bagaimana teknologi digunakan dalam proses pembuatannya.


Apa Saja yang Bisa Dilihat?

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi yang berhubungan dengan uang, perangko, dan dokumen penting. Koleksi tersebut meliputi uang kertas Jepang dan negara lain, perangko dari berbagai masa, surat berharga, obligasi pemerintah, paspor, serta uang kertas dari zaman sebelum era Meiji.

Selain koleksi tersebut, museum ini juga menampilkan mesin percetakan, alat pembuatan uang, dan pelat cetak yang digunakan dalam proses percetakan. Pengunjung dapat melihat secara lebih dekat bagaimana proses pembuatan uang kertas dan perangko dilakukan.

Museum ini juga memiliki pameran interaktif mengenai tinta bercahaya pada uang kertas. Melalui pameran tersebut, pengunjung dapat mengetahui bahwa terdapat jenis tinta tertentu yang dapat memancarkan cahaya dan digunakan sebagai salah satu bagian dari teknologi keamanan uang.






Sejarah Uang dan Teknologi Percetakan

Selain menampilkan berbagai koleksi, museum ini juga membahas sejarah perkembangan uang kertas, perangko, obligasi pemerintah, paspor, serta perjalanan National Printing Bureau dari masa ke masa.

Salah satu hal penting yang dijelaskan dalam museum adalah teknologi ant pemalsuan. Teknologi ini digunakan agar uang kertas memiliki ciri khusus dan tidak mudah ditiru oleh orang lain.

Pembuatan uang kertas ternyata tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk mencetak gambar dan tulisan. Prosesnya juga memerlukan ketelitian, bahan khusus, alat percetakan, serta teknologi keamanan yang terus dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa uang kertas memiliki proses pembuatan yang cukup rumit dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.


Lokasi dan Informasi Kunjungan

Banknote & Postage Stamp Museum terletak di 1-6-1 Oji, Kita-ku, Tokyo 114-0002, Jepang. Museum ini buka setiap hari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 09.30 hingga 17.00 waktu Jepang.

Museum tutup setiap hari Senin dan selama libur akhir tahun, yaitu pada 28 Desember sampai 3 Januari. Jika hari Senin bertepatan dengan hari libur nasional, museum akan tutup pada hari Selasa berikutnya.

Menariknya, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk karena museum ini dapat dikunjungi secara gratis. Lokasinya juga cukup mudah dijangkau karena berada sekitar tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Oji.


Mengapa Museum Ini Menarik?

Banknote & Postage Stamp Museum menarik untuk dikunjungi karena museum ini tidak hanya memperlihatkan uang dan perangko sebagai benda yang digunakan sehari-hari. Museum ini juga menjelaskan sejarah, proses pembuatan, serta teknologi yang digunakan untuk menjaga keamanan benda-benda tersebut.

Melalui museum ini, pengunjung dapat memahami bahwa uang kertas dan perangko memiliki hubungan dengan sejarah, ekonomi, teknologi, dan kehidupan masyarakat Jepang. Pengunjung juga dapat melihat bagaimana perkembangan teknologi percetakan membantu menghasilkan produk yang lebih aman dan sulit dipalsukan.

Penutup

Banknote & Postage Stamp Museum dapat menjadi salah satu pilihan wisata edukatif ketika berkunjung ke Tokyo. Museum ini memberikan pengetahuan mengenai sejarah uang, perangko, dan perkembangan teknologi percetakan Jepang dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Dengan koleksi yang beragam, pameran interaktif, lokasi yang mudah dijangkau, serta tiket masuk gratis, museum ini cocok dikunjungi oleh siapa saja yang ingin mengenal sisi lain dari Jepang.


Jadi, Mina-san, kalau berkesempatan pergi ke Tokyo, tertarik untuk mengunjungi museum ini? 



Sumber

https://www.npb.go.jp/en/museum/museum.html?utm_source.com


Penyunting: WA

#himasatori #SatoriPedia

#DivisiKominfo


---


Bupati Mahasiswa: Muhammad Hafizh Mumtaz

Wakil Bupati Mahasiswa: Teguh Nur Rahmansyah


Follow us on

-YouTube: Hima Satori

-Instagram: Himasatorifkipunri

-Facebook: Hima Satori Fkipur

-TikTok: Hima Satori

-Blogspot/Website: himasatorifkipur.blogspot.com

-Email: himasatorifkipur@gmail.com

Kamis, 20 Agustus 2026

SATORI PEDIA Uguisubari: Lantai “Bernyanyi” yang Menjadi Sistem Keamanan di Jepang

 




Konnichiwa Mina-san! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa ya!

Jepang dikenal memiliki berbagai bangunan tradisional dengan desain yang unik dan penuh makna. Salah satu keunikannya dapat ditemukan pada uguisubari (鴬張り) atau nightingale floor, yaitu lantai kayu yang dapat mengeluarkan suara ketika seseorang berjalan di atasnya. Suara tersebut terdengar seperti kicauan burung dan menjadi salah satu contoh menarik dari perpaduan antara arsitektur, teknologi, dan sistem keamanan tradisional Jepang.


Apa Itu Uguisubari?

Uguisubari secara harfiah berkaitan dengan suara burung uguisu atau burung bulbul Jepang. Istilah ini digunakan untuk menyebut lantai kayu yang menghasilkan suara ketika diinjak.
Berbeda dengan lantai kayu yang berderit karena sudah tua atau rusak, suara pada uguisubari muncul karena konstruksi khusus yang memang dirancang untuk menghasilkan bunyi. Ketika seseorang berjalan di atas lantai, papan akan mengalami sedikit pergerakan. Pergerakan tersebut menyebabkan bagian logam yang berada di bawah papan bergesekan dan menghasilkan suara.
Suara yang muncul dapat terdengar seperti bunyi kicauan burung. Keunikan inilah yang kemudian membuatnya dikenal sebagai nightingale floor atau “lantai burung bulbul”.




Uguisubari sebagai Sistem Keamanan

Salah satu fungsi menarik dari uguisubari adalah sebagai sistem peringatan terhadap keberadaan seseorang. Pada masa lalu, keamanan merupakan hal penting bagi bangunan-bangunan tertentu di Jepang. Dengan adanya lantai yang berbunyi ketika dilewati, penghuni dapat mengetahui apabila ada seseorang yang berjalan di koridor.
Salah satu contoh uguisubari yang terkenal terdapat di Kastil Nijō di Kyoto. Kastil ini dibangun pada awal abad ke-17 dan memiliki koridor dengan lantai yang menghasilkan suara ketika diinjak.
Dengan cara tersebut, seseorang yang berjalan di koridor tidak dapat bergerak secara diam-diam karena suara lantai akan memberi tanda kepada orang-orang di dalam bangunan. Sistem sederhana ini menunjukkan bagaimana unsur arsitektur dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan.





Bagaimana Lantai Uguisubari Menghasilkan Suara?

Suara pada uguisubari berasal dari hubungan antara papan lantai dan komponen yang terdapat di bawahnya. Ketika seseorang menginjak papan, tekanan membuat papan sedikit bergerak. Pergerakan tersebut menyebabkan komponen logam bergesekan dan menghasilkan bunyi.
Menariknya, suara yang dihasilkan bukan hanya sekadar bunyi berderit biasa. Sistem konstruksinya membuat suara tersebut terdengar khas dan dapat muncul ketika seseorang berjalan melewati bagian lantai tersebut.
Hal ini memperlihatkan bahwa teknik tradisional Jepang sudah memperhatikan hubungan antara material, konstruksi, dan fungsi dalam sebuah bangunan.

Keunikan Arsitektur Tradisional Jepang
Uguisubari menjadi contoh bahwa arsitektur tradisional Jepang tidak hanya mengutamakan keindahan. Setiap bagian bangunan dapat memiliki fungsi tertentu yang berkaitan dengan kehidupan penggunanya.
Lantai yang bagi orang biasa mungkin terlihat seperti lantai kayu sederhana ternyata memiliki sistem yang dapat membantu menjaga keamanan bangunan. Keunikan tersebut juga membuat uguisubari menjadi daya tarik bagi orang-orang yang mengunjungi bangunan bersejarah di Jepang.

Selain itu, keberadaan uguisubari memperlihatkan bagaimana masyarakat Jepang pada masa lalu mampu memanfaatkan teknik konstruksi yang sederhana untuk menyelesaikan permasalahan praktis.
Uguisubari di Zaman Sekarang
Saat ini, uguisubari masih menjadi salah satu bagian menarik dari warisan arsitektur Jepang. Pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman berjalan di atas lantai yang menghasilkan suara di beberapa bangunan bersejarah.
Keberadaannya tidak hanya menarik dari sisi sejarah, tetapi juga memberikan gambaran mengenai cara masyarakat pada masa lalu memadukan budaya, arsitektur, dan keamanan.
Uguisubari akhirnya menjadi salah satu contoh bahwa bangunan bersejarah dapat menyimpan berbagai teknologi dan ide yang mungkin tidak langsung terlihat dari bentuk luarnya.


Sumber

https://science.howstuffworks.com/engineering/structural/creaking-floors-served-as-security-warning-system-in-ancient-japan.htm


Penyunting: WA

#himasatori #SatoriPedia
#DivisiKominfo

---

Bupati Mahasiswa: Muhammad Hafizh Mumtaz
Wakil Bupati Mahasiswa: Teguh Nur Rahmansyah

Follow us on

-YouTube: Hima Satori
-Instagram: Himasatorifkipunri
-Facebook: Hima Satori Fkipur
-TikTok: Hima Satori
-Blogspot/Website: himasatorifkipur.blogspot.com
-Email: himasatorifkipur@gmail.com