Tampilkan postingan dengan label Satoripedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satoripedia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2021

Satoripedia: Soran Bushi, Tari Nelayan dari Jepang

Minasan, Konnichiwa!

Kembali bersama Admin di postingan Satoripedia. Kali ini, kita akan berkenalan dengan budaya Jepang yaitu Soran Bushi (ソーラン 節). Teman-teman sudah tau belum apa itu Soran Bushi? Soran Bushi adalah salah satu lagu tradisional yang paling terkenal di Jepang. Katanya, lagu dalam tarian ini dahulu telah dinyanyikan oleh nelayan dari Hokkaido, Jepang bagian utara.
Soran Bushi juga disertai dengan tarian bon dan dilakukan secara beramai-ramai. Menariknya, beberapa wilayah di Jepang memiliki gaya menari sendiri. Gerakan tarian Soran Bushi ini menggambarkan gelombang laut, nelayan menyeret jaring, menarik tali, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan laut. Tarian ini sering diajarkan di banyak sekolah Jepang sebagai bagian dari kurikulum.

Selama tarian berlangsung, ada teriakan kata-kata yang bersahutan.

“Dokkoisho!”
“Dokkoisho!”
“Soran!”
“Soran!”

Kata-kata ini adalah kata yang digunakan di masa lalu untuk menyemangati para nelayan selama bekerja.

Gerakan yang ada di dalam Soran Bushi tergolong cukup cepat. Banyak gerakan dan para penari harus melakukannya secara bersama. Gerakannya pun cukup energik. Menjelang akhir, para penari harus berpindah posisi dari posisi semula ke posisi berikutnya yang berbeda.

Apakah teman-teman tertarik belajar tarian yang satu ini?
.
Penulis : Aliyah Aziz

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇


Youtube : Hima Satori


Website : Click here

Email : Click Here

Rabu, 07 Juli 2021

Satoripedia : Bento, kreasi kotak bekal ala Jepang

Bento itu apasih? Bagi teman-teman penikmat anime atau dorama Jepang pasti kenal apa itu bento. Tapi... kamu tahu gak sih, bento itu sebenarnya apa? Pada dasarnya, bento adalah kotak makan siang yang sangat memudahkan. Saat mengunjungi Jepang, kamu akan menemukan kotak bento dalam segala bentuk, ukuran, harga, dan untuk semua selera, dan kamu dapat menemukannya di mana saja. 

Bagi orang Jepang sendiri, kotak bento merupakan tradisi, kebutuhan, dan cara menikmati makanan dengan cantik dan mudah untuk dimakan saat bepergian. Isi kotak bento juga cenderung sangat sehat, biasanya mengandung banyak makanan yang berbeda seperti buah-buahan, sayuran, daging, nasi, dan ikan. Empat sehat lima sempurna, kan?

source: tsunagu japan

Saat orang-orang berbicara tentang bento, kamu pasti langsung teringat tentang sebuah kotak makan yang berisi karakter-karakter imut nan detail. Orang tua di Jepang pun banyak yang mengkreasikan bento untuk anak-anak mereka dengan karakter serta hiasan  lucu lainnya agar terlihat menarik dan membangkitkan selera makan anak. Orang-orang Jepang percaya bahwa kamu makan dengan matamu. Dalam artian, makanan yang disajikan tak hanya terlihat menarik, namun juga terasa enak. Dan bento merupakan salah satu cara terbaik untuk menikmati makanan dengan penataan cantik dan enak. 

Siapa sangka, saat ini bento pun menjadi tren lho! Nama tren ini Kyaraben, atau bento karakter lucu. Tujuan dari tren Kyaraben adalah membuat kotak makan siang terlihat menarik untuk anak-anak, dan mereka dapat makan dengan benar.

source: detikFood

Kotak bento memiliki sejarah panjang di Jepang. Menurut catatan sejarah, makan siang bergaya bento di Jepang sudah ada sejak Periode Kamakura dari 1185 hingga 1333. Selama periode ini, proses memasak nasi dan kemudian menyimpannya lalu memakannya nanti menjadi populer di kalangan masyarakat Jepang. Beras sering disimpan dalam kotak pernis tradisional dan disimpan untuk dimakan kemudian.

Dengan adanya kotak bento, hal ini dapat memudahkan dan cukup nyaman karena memungkinkan orang untuk makan sambil bekerja atau bepergian. Kata bento secara harfiah berarti ‘nyaman’. Alasan kata ini untuk menggambarkan kotak makan siang seperti ini adalah karena kotak bento biasanya dikemas dengan baik dan mudah dimakan di pangkuan Anda atau dalam perjalanan. Makanan biasanya mudah digigit dan tidak perlu dipanaskan, dan biasanya dikemas dengan rapat ke dalam kotak-kotak kecil yang mudah dibawa.

Namun, kata nyaman tidak selalu berlaku untuk cara pembuatannya. Kotak bento memang membutuhkan sedikit waktu dan keterampilan untuk membuatnya dengan benar, dan kecuali Anda telah terbiasa. Jangan khawatir, saat ini bento sudah banyak dijual di toko serba ada dengan pilihan menu dan harga yang beragam, lho!

Nah, ternyata di balik unik dan lucunya isi bento, terdapat sejarah panjang di dalam nya, nih. Ayo! kamu coba kreasikan isi bento mu juga ya!



Sumber artikel :  https://jpninfo.com/id/4383

Penyunting       : Tiara Pertiwi


Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!


Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube    : Hima Satori

Instagram : @himasatorifkipunri

Website     : Click here

Email         : Click here



Selasa, 22 Juni 2021

Satoripedia : Kokeshi Doll, Boneka Sederhana Yang Imut dari Jepang

nippon.com

Kokeshi adalah sebutan untuk boneka kayu Jepang. Salah satu ciri boneka ini yakni tidak memiliki lengan dan kaki.boneka ini telah ada sejak 150 tahun  yang lalu sebagai mainan untuk anak-anak. Kokeshi dibuat dengan kayu, memiliki badan dan kepala sederhana dengan beberapa garis tipis yang dicat untuk mendefinisikan wajahnya. Badan boneka biasanya memiliki gambar bunga atau kimono yang dicat dengan warna hitam, merah, dan terkadang hijau, kuning, hingga biru.

oyakata.com


Ada beberapa teori tentang asal usul kata kokeshi, yang disebut juga dengan kogesu, kiboko, atau deko. tergantung tempat asalnya.Pada pertemuan pengrajin dan kolektor pada tahun 1940 di sepakatilah untuk membakukan nama kokeshi, jadilah nama boneka tersebut sejak saat itu. Kokeshi pertama kali di buat oleh kijishi, pengrajin mahir di Shinci Shukaku dekat dengan pemandian air panas Togatta. Dimana dari teknik pembuatanya menyebar ke wilayah pemandian air panas lainnya di wilayah Tohoku. Boneka kokeshi juga di percaya menjadi boneka pembawa keberuntungan.

Bentuk dan pola boneka kokeshi tradisional ada sebelas macan dan berhubungan dengan wilayah tertentu. Jenisnya yaitu Naruko, Tsuciyo,Togatta, Yajiro, Sakunami, Yamagata, Kijima, Nanbu, Tsugaru, Zao-Takayu, dan Hijiro. Nama ini diberikan berdasarkan asalnya, misalnya Tsuciyo yang berasal dari onsen Tsuciyo.

Naruko Onsen Kokesi.(search: nippon.com)


Dari kiri, kokeshi Yajiro,Hijiro, dan Yamagata
(search: nippon.com)


Penulis: Rara Amini
Penyunting: Rara Amini

Sumber:https://en.wikipedia.org/wiki/Kokeshi

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di:

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube    : Hima Satori

Instagram : @himasatorifkipunri

Website     : Click here

Email         : Click here


Minggu, 06 Juni 2021

Satoripedia: “Urashima Tarō”, salah satu legenda dari negeri sakura!

( Search: wikipedia.org)

Sama seperti Indonesia, Jepang juga memiliki banyak sekali legenda lho! Salah satunya yaitu “Urashima Tarō”. Urashima Tarō itu legenda tentang apa sih? Nah, Urashima Tarō (浦島太郎) adalah legenda Jepang tentang seorang nelayan bernama Urashima Tarō yang diundang ke Istana Laut (Istana Ryuuguu) setelah menyelamatkan seekor penyu. 

Bermula pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda berhati baik bernama Urashima Tarō disebuah desa. Suatu ketika  Urashima berjalan dipinggir pantai dia melihat sekelompok anak kecil yang menangkap seekor penyu ketika didekati anak-anak kecil itu terus memukuli si kura-kura malang itu. Jika dilihat lebih jelas mata si penyu berlinang air mata sambil melihat ke arah Urashima. Lalu Urashima mengeluarkan uang dari kantongnya dan berkata,

“Bagaimana kalau paman beri kalian uang jadi penyu ini jadi milik paman ?”

“Boleh paman” kata anak-anak itu menyetujuinya. Dengan begini Urashima berhasil menyelamatkan si penyu dari anak-anak tadi dan Urashima melepaskannya ke laut.

Selang beberapa hari dari kejadian tersebut, penyu itu kembali datang menemui Urashima yang tengah memancing. Penyu itu bermaksud membalas kebaikan Urashima tempo hari dengan membawa Urashima mengunjungi Istana Ryuuguu di dasar laut. Urashima menerima ajakan penyu tadi dan pergi ke Istana Ryuuguu dengan menunggangi si penyu. 

Sesampainya di Istana Ryuuguu, ia disambut hangat oleh ratu yang sangat cantik bernama “Otohime” dan ikan yang berwarna-warni. “Selamat datang Urashima-san, aku adalah ratu di kerajaan Ryugu ini. Namaku Otohime, terima kasih karena menolong anak buahku. Sebagai rasa terima kasihku, aku akan mengantarmu mengelilingi kerajaan Ryugu ini” kata ratu Otohime.

Lalu urashima di ajak ke sebuah ruangan besar di istana. Ketika Urashima duduk di sebuah kursi yang sudah disiapkan untuk dirinya, ikan-ikan terus berdatangan membawa makanan yang sangat enak ke meja tempat Urashima duduk. Bersamaan dengan musik dan alunan lagu yang indah para ikan dan ubur-ubur menari dengan indahnya. Istana Ryugu ibarat seperti sebuah surga dibawah laut.

Tiap kali Urashima meminta untuk kembali, Otohime selalu berkata “Tolong tinggalah satu hari lagi “ kata ratu Otohime memohon kepada Urashima. Dan tak terasa Urashima Tarō sudah tinggal di istana Ryugu 3 tahun lamanya.

Suatu ketika, Urashima Tarō teringat tentang teman-teman dan keluarganya. Lalu ia memutuskan untuk kembali dan berpamitan dengan Otohime. Awalnya Otohime menentang hal tersebut dan mengatakan bahwa ia bisa tinggal di Istana Ryuuguu saja. Sebelum ia kembali, Otohime memberikan ‘Tamatebako’ yang katanya berisi waktu yang telah dihabiskan Urashima selama berada di Istana Ryuuguu dan ia tak boleh membukanya. 

Saat ia kembali, semuanya telah berubah. Rumahnya pun tak dapat ia temui. Lalu ia bertanya tentang keluarganya kepada lansia yang ia temui, dan ternyata Urashima adalah seorang pemuda yang hilang selama 700 tahun lalu. Ia terkeju, dan berpikir untuk membuka tamatebako yang diberikan Otohime. Begitu dibuka, dari dalam muncul asap putih. Dipermukaan asap itu muncul wajah ratu Otohime dan memori Urashima ketika tinggal di kerajaan Ryugu selama 3 tahun. Akan tetapi, semua itu hanya ilusi. Asap putih yang keluar dari Tamatebako mulai menipis  kemudian menyisakan Urashima taro yang berubah menjadi kakek renta dengan rambut dan jenggot putih.


Nah, itu tadi cerita singkat dari legeda “Urashima Tarō”! sebenarnya ada banyak versi mengenai legenda ini, dan salah satunya seperti yang diceritakan barusan. Dari cerita ini,  amanat apa yang bisa kita ambil?


Sumber artikel : aisurunihongo.blogspot.com

Penyunting      : Tiara Pertiwi


Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!


Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube :Hima Satori

Instagram : himasatorifkipunri

Website : Click Here

Email :Click Here

Rabu, 19 Mei 2021

Satoripedia: Rakugo “Stand Up Comedi” Jepang

Sumber : matcha-jp.com

Rakugo (kanji : 落語) adalah seni yang mulai dikenal sejak zaman edo. Meskipun tidak se-terkenal Kabuki atau Noh, Rakugo juga merupakan salah satu bagian penting dalam seni budaya Jepang.

Rakugo adalah seni bercerita yang mengisahkan cerita-cerita humor yang dibangun dari dialog dengan klimaks cerita tak terduga. Penceritanya disebut dengan Rakugoka(落語家) ia akan bercerita sambil duduk di zabuton(座布団), alas duduk di atas panggung yang di sebut kouzamei(口座名).

Rakugoka akan memulai cerita dengan memperkenalkan kisah yang akan dibawakannya dan mengaitkannya dengan peristiwa yang terjadi saat ini. Biasanya berisi percakapan 2 orang atau lebih. Rakugoka akan berganti dari satu karakter ke karakter lainnya dengan mengubah suara, ekspresi wajah, tingkah laku, serta aksen yang sesuai dengan karakter yang sedang diperankannya. Seorang Rakugoka harus menghafal cerita yang ingin ia ceritakan. Mereka tampil langsung di teater kecil yang disebut yose(寄席) dan mengenakan kimono(着物) tradisional sebagai pakaian utama.

Rakugoka biasanya menggambarkan berbagai aktivitas menggunakan kipas kertas dan sapu tangan sebagai alat bantu. Alat-alat ini kemudian digunakan untuk mewakili objek lain seperti menjadi sumpit, piring, buku dan lain-lain.

Jadi, apakah tertarik untuk menyaksikan seni komedi khas Jepang yang satu ini??

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Rakugo


Penulis : Rara Amini

Penyunting : Tiara Pertiwi


Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan tunggu postingan berikutnya ya, sampai jumpa lagi...

Jangan lupa ikuti kami di

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube : Hima Satori

Instagram : @himasatorifkipunri

Website : Click Here

Email : Click Here

 

Selasa, 04 Mei 2021

Satoripedia: Tanggal 5 Mei Adalah Hari Anak di Jepang!

Tepat pada tanggal 5 Mei, Jepang memperingati anak, tradisi ini dikenal dengan istilah Kodomo no Hi (Bahasa Jepang: 子供の日).  Ini merupakan libur ini merupakan serangkaian hari libur di akhir April dan awal Mei yang disebut Golden Week di Jepang.

Seperti namanya, hari anak-anak adalah perayaan khusus untuk anak-anak. Tanggal dan tradisi untuk merayakan hari anak-anak berbeda di setiap negara. Salah satu diantaranya adalah Jepang. Negara ini punya tradisi yang unik namun mungkin tidak asing bagi kita.

Sebenarnya Kodomo no Hi itu adalah hari untuk anak laki-laki.
Hari anak-anak di Jepang diperingati pada tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Hari itu sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak tahun 1948. Pada hari itu, orang-orang merayakan pertumbuhan anak-anak mereka, terutama anak laki-laki. Selain itu, perayaan ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada orang tua yang telah membesarkan anak-anak mereka. Sebelum ditetapkan sebagai hari libur nasional, hari ini awalnya dikenal dengan nama “Tango no Sekku”, salah satu dari 5 upacara tradisional tahunan. “Tango no Sekku” adalah tradisi sejak periode Nara, dengan tujuan merayakan tumbuh kembang anak laki-laki dan pengakuan terhadap ayah mereka.

Adanya “Koinobori" alias Bendera Berbentuk Ikan Mas.
Ada banyak acara tradisional dengan hiasannya pada hari anak-anak di Jepang. Salah satu hiasan yang terkenal adalah Koinobori, atau bendera berbentuk ikan mas. Bsndera ini biasa dipasang di luar rumah. Ketika angin berhembus dan mengisi tubuh ikan mas tersebut, mereka terlihat seperti sedang berenang. Koinobori dipercaya bisa membawa keberuntungan dan rezeki untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Hal ini dipercaya berdasarkan fakta bahwa ikan mas berenang ke hulu dan loncat melewati air terjun. Dan bagi mereka, hal itu melambangkan kekuatan dan energi.

Adanya Kabuto alias hiasan helm samurai.
Selain koinobori, kabuto alias helm samurai juga menjadi hiasan yang biasa dipajang saat hari anak-anak. Ada juga acara di mana anak-anak membuat sendiri kabuto mereka dari kertas, lalu memakainya. Sebagaimana fungsinya, kabuto merupakan simbol untuk perlindungan. Memajang kabuto dipercaya bisa melindungi anak-anak dari bahaya dan menjaga tumbuh kembang mereka.

Apa yang dimakan pada hari itu?
Kalau kita bicara soal hidangan spesial pada hari anak-anak di Jepang, yang banyak terpikir adalah kashiwa mochi. Ini adalah kue tradisonal yang terbuat dari tepung beras dengan isi kacang merah dan dibalut dengan daun pohon ek. Daun yang tidak bisa dimakan ini menyiratkan keturunan yang tidak akan berakhir, karena daun tua pohon ek tidak akan gugur kecuali bila daun mudanya tumbuh.

PppSeperti sudah disebutkan sebelumnya, karena hari itu libur, anak-anak bisa bermain bersama keluarga mereka. Membuat koinobori, membuat kabuto dari kertas origami atau koran, mandi berendam dengan bunga shobu (sejenis bunga iris) dan lainnya.

Apa yang biasanya dilakukan saat Hari Anak?
Meskipun hari anak-anak adalah perayaan untuk anak-anak, orang dewasa juga tetap bisa menikmati hari itu dengan mencoba tradisi-tradisi ini, karena semuanya adalah bagian dari budaya Jepang. Kita bisa coba membuat koinobori atau kabuto sendiri. Selain itu, jika bosan kita bisa berjalan-jalan dan melihat indahnya hiasan koinobori di sekitar atau bisa juga mencoba kashiwa mochi!

Nah, sudah tau kan sekilas tentang Kodomo no Hi? Walaupun Kodomo no Hi di Jepang sangat menarik, sebagai rakyat Indonesia kita juga jangan sampai lupa ya dengan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.
Sumber : pinterest.com

Sumber Foto dan Artikel : www.fun-japan.jp
Penyunting : Aliyah Aziz

Terimakasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di postingan berikutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Hima Satori Fkipur
Youtube : Hima Satori
Instagram : @himasatorifkipunri
Website : Click Here
Email : Click Here


Selasa, 27 April 2021

Satoripedia: Origami, Seni Melipat Kertas Ala Jepang

sumber :freepik.com

Origami (Bahasa Jepang: 折り紙).
Terdiri dari dua kata, ori berarti "lipat", dan kami yang berarti "kertas" dalam bahasa Jepang) merupakan sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.

Asal-usul Origami. sekitar tahun 741 Masehi, tradisi melipat kertas mulai masuk ke Jepang. Ini berawal dari seringnya masyarakat Jepang membuat penutup botol sake (arak Jepang) dari kertas yang dilipat.

Kemudian seni melipat kertas ini semakin sering dilakukan di Jepang dan waktu itu dikenal dengan istilah orikata, orisui, dan orimono. Lalu pada tahun 1880, bentuk kesenian ini lebih sering disebut origami oleh masyarakat, sebutan lain seperti orikata, orisui, dan orimono pun mulai terlupakan.

sumber : idntimes.com

Perkembangan origami sampai di zaman ini cukup pesat, pada Zaman Edo yaitu sekitar tahun 1600-1868, persediaan kertas mudah didapat. Apalagi persediaan kertas asli buatan Jepang yang dikenal dengan kertas washi pun cukup banyak.

Seni melipat kertas ini menggunakan bahan kertas yang berbentuk persegi, lalu kemudian kertas tersebut dilipat dan dibentuk hingga menyerupai hewan atau benda tertentu seperti: katak, kapal, balon, burung, dan bentuk lainnya.

Karena seni melipat kertas ini sering dilakukan di Jepang, maka origami dikenal oleh banyak orang sebagai bagian dari budaya Jepang yang berkembang secara turun temurun.

Dan pada akhirnya, origami pun dikenal oleh banyak orang dari berbagai negara termasuk Indonesia. Seni melipat kertas ini diajarkan di sekolah-sekolah karena dapat meningkatkan kreativitas.
Sumber : freepik.com

Penulis : Aliyah Aziz
Penyunting : Aliyah Aziz

Terimakasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di postingan berikutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Hima Satori Fkipur
Youtube : Hima Satori
Instagram : @himasatorifkipunri
Website : Click Here
Email : Click Here