Sabtu, 31 Mei 2025

Satori Pedia: Shinkansen, Kereta Peluru Jepang yang Super Cepat dan Aman

Konnichiwa Mina-san! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa ya

Ketika berbicara tentang sistem transportasi canggih dan efisien, Jepang selalu menjadi salah satu negara terdepan. Salah satu inovasi terbesar mereka di dunia kereta api adalah Shinkansen, kereta peluru yang dikenal dengan kecepatannya yang luar biasa dan standar keamanannya yang tinggi.

Apa Itu Shinkansen?

Shinkansen merupakan kereta cepat di Jepang yang pertama kali dioperasikan pada tahun 1964, bertepatan dengan Olimpiade Tokyo. Dalam bahasa Jepang, “Shinkansen” secara harfiah berarti “jalur utama baru”, namun istilah ini lebih populer digunakan untuk menyebut kereta cepat itu sendiri.

Shinkansen dikelola oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Japan Railways Group (JR Group). Kereta ini dirancang untuk menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan kecepatan tinggi, efisiensi waktu, dan kenyamanan tingkat tinggi.


Shinkansen di stasiun


Kecepatan yang Mengagumkan

Shinkansen dikenal dunia sebagai salah satu kereta tercepat. Beberapa seri seperti N700 dan E5 mampu melaju dengan kecepatan hingga 320 km/jam dalam operasional reguler. Bahkan, dalam uji coba, Shinkansen generasi baru seperti ALFA-X diklaim bisa mencapai kecepatan lebih dari 400 km/jam.

Kecepatan luar biasa ini menjadikan perjalanan antar kota di Jepang jauh lebih efisien. Misalnya, perjalanan dari Tokyo ke Osaka yang berjarak sekitar 500 km dapat ditempuh hanya dalam waktu 2,5 jam dengan Shinkansen.


Peta jalur Shinkansen


Keamanan dan Ketepatan Waktu

Selain cepat, Shinkansen juga sangat terkenal akan tingkat keamanannya yang tinggi. Sejak pertama kali beroperasi lebih dari 50 tahun lalu, Shinkansen belum pernah mengalami kecelakaan fatal yang melibatkan penumpang. Sistem ini menggunakan teknologi canggih seperti sensor gempa dan sistem pengereman otomatis untuk menjamin keselamatan.

Tak hanya aman, ketepatan waktu Shinkansen sangat mengesankan. Rata-rata keterlambatan tahunan biasanya hanya dalam hitungan detik. Ini merupakan pencapaian luar biasa, terutama mengingat kompleksitas jadwal dan banyaknya rute yang dilayani setiap harinya.


Masinis meminta maaf terlambat beberapa menit 


Kenyamanan dan Fasilitas Modern

Interior kereta Shinkansen dirancang agar nyaman dan ramah bagi penumpang. Kursi yang lega, kabin yang tenang, serta fasilitas seperti Wi-Fi, colokan listrik, dan toilet yang bersih menjadikan pengalaman naik Shinkansen begitu menyenangkan.

Beberapa jenis Shinkansen bahkan menyediakan ruang khusus untuk penyandang disabilitas, ruang bagasi, hingga kursi dengan panorama jendela luas untuk menikmati pemandangan Jepang selama perjalanan.


Interior Shinkansen Jepang 


Inovasi Berkelanjutan

Jepang terus mengembangkan teknologi Shinkansen, baik dari segi kecepatan, kenyamanan, maupun efisiensi energi. Proyek-proyek masa depan seperti kereta maglev (magnetik levitasi) sedang dikembangkan dan diklaim mampu melaju hingga 500 km/jam. Ini membuktikan bahwa Jepang tidak berhenti berinovasi demi masa depan transportasi yang lebih canggih dan ramah lingkungan.


Shinkansen jenis ALFA-X


Demikianlah ulasan menarik seputar Shinkansen, kereta cepat kebanggaan Jepang yang dikenal akan kecepatannya, keamanannya, dan kenyamanannya. Bagaimana menurut kalian, mina-san? Tertarik mencoba sensasi bepergian dengan Shinkansen saat liburan ke Jepang nanti, atau mungkin sekadar mengagumi kemajuan teknologinya dari kejauhan?


Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Shinkansen
https://kumparan.com/jendela-dunia/apa-itu-shinkansen-ketahui-informasinya-di-sini-20dUtYzMAXy
https://www.nippon.com/en/features/h00077/


Penyunting: Afif Adya Putra 


Bupma_Nuzul Putri Fitria
Wabup_Ihwan Nuriman
--------------------------------------------
Divisi Komunikasi dan Informasi
Hima Satori

Follow us on 👇🏼
-YouTube : Hima Satori
-Instagram: Himasatorifkipunri
-Facebook: Hima Satori Fkipur
-Tiktok: Hima Satori
-Blogspot/Website: himasatorifkipur.blogspot.com
-Email: himasatorifkipur@gmail.com



Kamis, 22 Mei 2025

Satori Pedia: Nagashi Soumen, Sensasi Menyantap Mi Mengalir Khas Jepang

Konnichiwa Mina-san! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa ya

Bagi pecinta kuliner unik dan budaya Jepang, Nagashi Soumen adalah pengalaman yang wajib dicoba setidaknya sekali seumur hidup. Bukan hanya soal rasa, tetapi cara menikmatinya yang menjadi daya tarik utama.

Apa Itu Nagashi Soumen?

Soumen adalah jenis mi tipis khas Jepang yang terbuat dari tepung terigu. Biasanya disajikan dingin saat musim panas dengan saus celup yang disebut tsuyu. Namun, Nagashi Soumen membawa konsep penyajian ke level yang lebih menyenangkan dan interaktif.

Dalam tradisi ini, mi soumen dialirkan di aliran air yang mengalir di atas talang bambu. Para penyantap akan menunggu dan menangkap mi tersebut menggunakan sumpit, sebelum mencelupkannya ke tsuyu dan langsung menyantapnya. Aktivitas ini tidak hanya menyegarkan, tapi juga jadi hiburan seru terutama saat cuaca panas.


Mi soumen mengalir di talang bambu


Sejarah dan Asal-Usul Nagashi Soumen

Konsep unik ini berasal dari wilayah Takachiho di Prefektur Miyazaki, Jepang. Restoran pertama yang memperkenalkan nagashi soumen konon berdiri di sana pada tahun 1955. Tradisi ini pun berkembang, dan kini bisa ditemukan di berbagai tempat wisata atau festival musim panas di Jepang.

Menariknya, selain versi dengan talang bambu panjang yang mengalir, kini juga tersedia versi mini yang bisa digunakan di rumah. Biasanya dilengkapi alat yang memutar air seperti arus sungai kecil.


Versi alat mini nagashi soumen di rumah


Sensasi Menyegarkan di Musim Panas

Di tengah panasnya musim panas Jepang, Nagashi Soumen menjadi hidangan ideal. Mi disajikan sangat dingin, sering kali dengan es batu, memberikan sensasi menyegarkan. Kombinasi antara dinginnya mi, rasa gurih tsuyu, dan tantangan menangkap mi yang mengalir membuat pengalaman makan jadi tak terlupakan.


Tampilan dekat mi soumen dalam mangkuk kecil dengan saus tsuyu


Menikmati Budaya, Bukan Sekadar Makan

Lebih dari sekadar makan, Nagashi Soumen adalah bentuk pengalaman budaya. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat Jepang menggabungkan unsur tradisi, alam, dan interaksi sosial ke dalam kegiatan sehari-hari, bahkan dalam cara makan.


Anak-anak atau keluarga sedang menangkap mi dengan sumpit


Nah, itulah sekilas kisah menarik tentang Nagashi Soumen, tradisi kuliner musim panas Jepang yang penuh kesegaran dan keceriaan. Bagaimana dengan kalian, mina-san? Apakah tertarik mencoba sensasi seru menangkap mi yang mengalir atau mungkin membawa pulang versi mini Nagashi Soumen untuk dinikmati bersama keluarga di rumah?


Sumber: 
https://ikidane-nippon.com/id/features/a00516/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/S%C5%8Dmen


Penyunting: Afif Adya Putra 


Bupma_Nuzul Putri Fitria
Wabup_Ihwan Nuriman
--------------------------------------------
Divisi Komunikasi dan Informasi
Hima Satori

Follow us on 👇🏼
-YouTube : Hima Satori
-Instagram: Himasatorifkipunri
-Facebook: Hima Satori Fkipur
-Tiktok: Hima Satori
-Blogspot/Website: himasatorifkipur.blogspot.com
-Email: himasatorifkipur@gmail.com


Jumat, 02 Mei 2025

Satori Pedia: Hanetsuki, Bulu Tangkis Kuno dari Jepang

Konnichiwa Mina-san! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa ya

Apa itu Hanetsuki?

Hanetsuki adalah permainan tradisional Jepang yang mirip dengan bulu tangkis, namun dimainkan tanpa net. Permainan ini populer saat perayaan Tahun Baru, terutama di kalangan anak perempuan. Dalam permainan ini, dua pemain saling memukul kok (disebut hane) menggunakan raket kayu datar bernama hagoita.


Anak-anak atau remaja Jepang bermain Hanetsuki


Asal Usul dan Sejarah

Permainan Hanetsuki telah dimainkan sejak zaman Muromachi (1336–1573) dan awalnya dipercaya sebagai bentuk perlindungan terhadap roh jahat, khususnya untuk anak-anak perempuan. Hane awalnya dibuat dari biji tanaman mukuroji, yang melambangkan pengusir sial. Tradisi ini terus berkembang hingga menjadi hiburan Tahun Baru yang dihiasi nilai budaya.

Cara Bermain dan Aturannya

Hanetsuki bisa dimainkan oleh satu orang (solo) atau dua orang (duo). Jika dimainkan sendiri, tujuannya adalah memantulkan hane sebanyak mungkin tanpa menjatuhkannya. Bila dimainkan berpasangan, pemain saling beradu memukul hane dan mencoba menjatuhkannya di sisi lawan. Pemain yang gagal memukul hane biasanya diberi tanda tinta di wajahnya sebagai hukuman yang bersifat lucu.


Pasar Hagoita Ichi di Asakusa


Desain Hagoita yang Unik

Salah satu daya tarik dari Hanetsuki adalah desain hagoita yang indah dan artistik. Banyak hagoita dihiasi dengan gambar-gambar tokoh kabuki, simbol keberuntungan, atau bahkan selebritas modern. Karena keindahannya, hagoita juga sering dijadikan hiasan dan koleksi, terutama saat Hagoita Ichi festival pasar tahunan yang menjual berbagai macam hagoita di Asakusa, Tokyo.


Hagoita dengan dekorasi tradisional


Popularitas yang Menurun, Namun Tetap Bermakna

Meski permainan Hanetsuki kini tidak sepopuler dulu karena dominasi permainan digital, ia tetap menjadi simbol budaya dan keberuntungan. Banyak keluarga masih menyimpan hagoita sebagai pajangan saat Tahun Baru, melambangkan harapan untuk tahun yang penuh kebahagiaan dan perlindungan dari nasib buruk.


Nah, itulah sekilas kisah menarik tentang Hanetsuki, permainan tradisional Jepang yang sarat makna dan keindahan budaya. Bagaimana dengan kalian, mina-san? Apakah tertarik mencoba memainkan Hanetsuki atau mungkin mengoleksi hagoita cantik khas Jepang?


Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hanetsuki
https://www.fun-japan.jp/id/articles/9281
https://injapan.gaijinpot.com/play/arts-entertainment/2013/01/17/traditional-japanese-game-hanetsuki/


Penyunting: Afif Adya Putra 


Bupma_Nuzul Putri Fitria
Wabup_Ihwan Nuriman
--------------------------------------------
Divisi Komunikasi dan Informasi
Hima Satori

Follow us on 👇🏼
-YouTube : Hima Satori
-Instagram: Himasatorifkipunri
-Facebook: Hima Satori Fkipur
-Tiktok: Hima Satori
-Blogspot/Website: himasatorifkipur.blogspot.com
-Email: himasatorifkipur@gmail.com


Jumat, 23 Agustus 2024

Satori Pedia: Seiyuu dan Dunia Sulih Suara Jepang

Konnichiwa Minna san! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa ya

Mina san ketika melihat iklan atau pun animasi yang memiliki karakter yang berbicara, pasti ada seseorang yang mengisi Karakter tersebut dibalik layar. Dalam istilah Jepang, mereka disebut dengan Seiyuu.

Takahashi Rie dan Aizawa Tomo, karakter yang ia sulih suarakan.

Pekerjaan seorang seiyuu, terutama seiyuu jepang adalah mengisi suara untuk anime, permainan video, sandiwara radio, narasi, dan melakukan sulih suara film seri, film cerita, acara televisi impor. Istilah CV yang ditulis di depan nama seiyuu adalah singkatan untuk Character Voice (suara karakter).

Suasana didalam studio rekaman untuk mengisi suara Anime.

Pencipta istilah "seiyuu" adalah Tokusaburo Kobayashi sewaktu menjadi wartawan hiburan Yomiuri Shimbun atau mungkin produser acara hiburan NHK, Tatsuo Ōoka. Pada waktu itu, istilah "Seiyuu" dipakai untuk pemain sandiwara radio anggota Teater Biro Penyiaran Tokyo dan teater milik radio lain. Setelah tibanya era televisi, istilah "seiyuu" dipakai untuk aktor yang melakukan sulih suara atau mengisi suara anime.

Chikara to Onna no Yo no Naka, Animasi jepang pertama yang menggunakan sulih suara

Animasi dalam bentuk film bersuara yang pertama di Jepang adalah Chikara to Onna no yononaka, sebuah film pendek produksi tahun 1933. Pengisi suaranya adalah para bintang film, seperti aktor komedi Roppa Furukawa. Film cerita animasi produksi Cina, Princess Iron Fan (鐵扇公主) diputar di Jepang pada tahun 1942. Sulih suara dilakukan oleh artis katsudō benshi asal era film bisu, seperti Musei Tokugawa dan Yamano Ichirō. Seusai Perang Dunia II, Toei Animation mulai memproduksi film anime secara teratur. Aktor film, pelawak, dan pemain sandiwara radio ikut menjadi sibuk. Walaupun demikian, sulih suara film Barat ke dalam bahasa Jepang baru dimulai sejak adanya siaran televisi.


Jadi itulah Mina san, penjelasan singkat mengenai Seiyuu. Apakah ada dari Mina san yang tertarik juga menjadi pengisi suara?


Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Seiyu


Penyunting: Ismet Azhari


Bupma_Rakan Tsany

Wabupma_Reinaldy Fahmi Amrullah

-----------------------

Divisi Komunikasi dan Informasi

Hima Satori

Follow us on👇🏻

-Youtube : Hima Satori

-Instagram : Himasatorifkipunri

-Facebook : Hima Satori Fkipur

-TikTok : Hima Satori

-Blogspot/website : himasatorifkipur.blogspot.com

-Email : himasatorifkipur@gmail.com

Selasa, 23 April 2024

Satori Pedia: Kentang Jepang Berasal dari Indonesia!?

 Konnichiwa Minna san! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa ya

Minna san, kalian tau gak? Kentang yang ada Indonesia ternyata berasal dari Indonesia lho!

Jadi, kentang yang dikenal Jepang saat ini pertama masuk ke negeri sakura itu saat pedagang Belanda berlabuh di Nagasaki pada tahun 1598 silam. Saat itu, mereka membawa semacam umbi dari Djakarta (Jakarta), Indonesia. Nah, karena itulah umbi ini disebut jagatora–imo (imo = umbi). Tak lama kemudian, nama jagatora-imo pun disingkat menjadi jaga-imo, seperti yang kita ketahui kini.

Tapi, meski sudah memasuki Jepang sejak tahun 1590-an, pemanfaatan kentang sebagai bahan pangan di Jepang baru dimulai pada tahun 1706 lho, saat tumbuhan ini ditanam di Hokkaido. Pada akhir abad 18 hingga awal abad 19, produksi kentang pun dianggap sebagai salah satu cara untuk memerangi kelaparan saat produksi beras dalam masa sulit. Nah, produksi kentang berskala besar pun baru dimulai pada Zaman Meiji (1868-1912). Saat itu, pemerintah Meiji menetapkan Hokkaido sebagai pusat pengembangan penanaman kentang. Para tentara (tondenhei) dan penduduk sipil pun didorong untuk menanam tanaman yang mampu tumbuh di iklim dingin ini.

Wah, ternyata begitu! Jadi dapat ilmu baru ya, Minna san! Gimana nih menurut Minna san?


Source: https://japanesestation.com/culture/history/kentang-umbi-lezat-dari-jakarta-yang-datang-ke-jepang

https://pandaikotoba.net/ragam-fakta-unik-tentang-makanan-jepang/


*変化の光*

•Cahaya perubahan•


Penyunting: Jaswan Sakaria & Ismet Azhari


Bupma_Rakan Tsany

Wabupma_Reinaldy Fahmi Amrullah

______________________

Hima Satori 

Follow us on 👇🏼

-YouTube : Hima Satori

-Instagram: Himasatorifkipunri

-Facebook: Hima Satori Fkipur

-Tiktok: Hima Satori

-Blogspot/Website: himasatorifkipur.blogspot.com

-Email: himasatorifkipur@gmail.com

Jumat, 19 April 2024

Satori Edukasi : Kata Kerja

Yooo minasan!!! Kali ini kita akan membahas sedikit tentang kata kerja. Cuuss mari kita bahas! 

Kata kerja/verba dalam bahasa Jepang disebut sebagai 動詞 doushi. Kata kerja adalah kata yang menunjukkan tindakan dan keadaan misalnya たべる taberu 'makan', みる miru 'melihat', つかれる tsukareru 'lelah' dan sebagainya. Kata kerja dalam bahasa Jepang memiliki 3 jenis yaitu.

1. Kata kerja yang berakhiran ~う~u,~つ~tsu, ~る~ru,~す♪ bentuk kamusnya disebut sebagai 五段動詞 godandoushi. Contoh kata kerja ini あう au 'bertemu', まつmatsu 'menunggu, なるnaru 'menjadi, よむyomu 'membaca', あそぶ asobu 'bermain', しぬshinu 'meninggal', はなす hanasu 'berbicara', かくkaku 'menulis', およぐoyogu 'berenang', dan sebagainya. Dalam buku ini, yang termasuk golongan ini disebut sebagai kata kerja golongan I. ~mu, ~~bu, ~ぬ~nu, 〜す~su, ~く~ku, dan~~gu pada

2. Kata kerja yang berakhiran ~(i)る~(i) ru dan ~(e)る~(e) ru pada bentuk kamusnya disebut sebagai一段動詞 ichidandoushi. Contoh kata kerja ini みるmiru 'melihat', いるiru'ada', たべるtaberu 'makan', つかれるtsukareru 'lelah', dan sebagainya. Dalam buku ini, yang termasuk golongan ini disebut sebagai kata kerja golongan II.

3. Kata kerja yang tidak beraturan yang disebut sebagai 不規 則動詞fukisokudoushi. Kata kerja yang termasuk dalam golongan ini hanya ada dua yaitu くる kuru 'datang' dan するsuru 'melakukan'. Kata kerja するsuru 'melakukan biasanya digunakan bersama dengan kata benda misalnya べんきょうする benkyou suru 'belajar', さんぽする sanpo suru 'berjalan-jalan', dan sebagainya. Dalam buku ini, yang termasuk golongan ini disebut sebagai kata kerja golongan III.

Perubahan Kata Kerja

Kata kerja dalam bahasa Jepang mengalami perubahan bentuk. Bentuk perubahan ini digunakan untuk dilekati suatu imbuhan tertentu. Bentuk kata kerja yang digunakan untuk tingkat pemula setidaknya ada lima yaitu kata kerja bentuk kamus [辞書形], kata kerja bentuk -masu [ます形], kata kerja bentuk-nai [ない形], kata kerja bentuk -te [形], dan kata kerja bentuk -ta [た形].

1. Kata Kerja Bentuk Kamus [辞書形

Kata kerja dalam bahasa Jepang terbagi menjadi tiga golongan . Contoh kata kerja yang diberikan pada pembahasan sebelumnya seluruhnya merupakan bentuk kamusあう au 'bertemu', まつmatsu 'menunggu, なるnaru 'menjadi', みるmiru 'melihat', いるiru 'ada', <る kuru 'datang', するsuru 'melakukan', dan sebagainya. Disebut bentuk kamus karena saat membuka kamus bentuk itulah yang ditemukan.
2. Kata Kerja Bentuk-masu [ます形]

Cara mengubah kata kerja golongan I dari bentuk kamus menjadi bentuk-masu [ます形] adalah bunyi -u pada akhiran kata kerja bentuk kamus diubah menjadi bunyi -i lalu ditambah dengan-masu ます, contohnya あうau → あいますaimasu, な るnaru → なりますnarimasu, はなすhanasu → はなします hanashimasu, dan sebagainya. Khusus untuk bunyi akhiran-tsu berubah menjadi-chimasu, contohnya まつmatsu → まちます machimasu, たつtatsu → たちますtachimasu, dan sebagainya.

Cara mengubah kata kerja golongan II dari bentuk kamus menjadi bentuk -masu [ます形] adalah akhiran -ru diganti dengan-masu ます。contohnya みるmiru→みますmimasu, たべるtaberu → たべますtabemasu, dan sebagainya.

Perubahan kata kerja golongan III dari bentuk kamus menjadi bentuk-masu [ます形] adalah くるkuru→きますkimasu dan するsuru → しますshimasu.

3. Kata Kerja Bentuk-nai [ない形]

Cara mengubah kata kerja golongan I dari bentuk kamus menjadi bentuk -nai [ない形] adalah bunyi -u pada akhiran kata kerja bentuk kamus diubah menjadi bunyi -a lalu ditambah dengan-nai ない、 contohnya あう au → あわないawanai, な るnaru → ならないnaranai, はなすhanasu → はなさない hanasanai, dan sebagainya. Khusus untuk bunyi akhiran -tsu berubah menjadi tanai, contohnya まつmatsu → またない matanai, たつtatsu → たたないtatanai, dan sebagainya.

Cara mengubah kata kerja golongan II dari bentuk kamus menjadi bentuk-nai [ない形] adalah akhiran-ru di ganti dengan -nai ない、contohnya みる miru → みない minai, たべる taberu → たべない tabenai, dan sebagainya.

Perubahan kata kerja golongan III dari bentuk kamus menjadi bentuk -nai [ない形] adalah くるkuru → こない konai dan す るsuru → しない shinai.

4. Kata Kerja Bentuk-te [て形]

Cara mengubah kata kerja golongan I dari bentuk kamus menjadi bentuk-nai [ない形] adalah (1) akhiran -u/ -tsu/ -ru-う/-/-るpada bentuk kamus diganti dengan-tteって contohnya あうau → あってatte, まつmatsu → まってmatte, dan なるnaru → なってnatte; (2) akhiran-ku-< pada bentuk kamus diganti dengan-ite いてcontohnya か<kaku → かいて kaite; (3) akhiran-gu-pada bentuk kamus diganti dengan-ide いでcontohnya およぐoyogu → およいでoyoide; (4) akhiran -su-pada bentuk kamus diganti dengan-shite してcontohnya はなすhanasu → はなしてhanashite; dan (5) akhiran -mu/ -bu/-nu-/-ぷぬ pada bentuk kamus diganti dengan -ndeんでcontohnya よむyomu → よんでyonde, とぶtobu→ とんでtonde, dan しぬshinu→ しんでshinde.

Cara mengubah kata kerja golongan II dari bentuk kamus menjadi bentuk-te [て形] adalah akhiran -ru る diganti dengan -teて、contohnya みる miru → みてmite, たべるtaberu → た べてtabete, dan sebagainya.

Perubahan kata kerja golongan III dari bentuk kamus menjadi bentuk-te [形] adalah くるkuru→きてkite dan するsuru →してshite.
5. Kata Kerja Bentuk-ta [た形]

Cara mengubah kata kerja dari bentuk-te [形] menjadi bentuk -to [た形] adalah akhiran-te diganti dengan-taた、 contohnya あって atte → あった atta, まってmatte → まっ た matta, みて mite→みたmita, たべて tabete → たべた tabeta, きてkite→きた kita dan して shite → した shita dan sebagainya.

Jaa koko made desu! ^^
Terima kasih sudah mengunjungi laman blog admin dan telah membacanya sampai akhir! Sampai ketemu lagi di materi berikutnya yaa!! Jaa, mata nee!! 

Sumber : Nugroho, Danang. Smart Book: Bahasa Jepang. Charissa Publisher, 2018

Penyunting: M. Raahul Ihsan dan Pradipta Nugraha

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Click Here
Youtube : Click Here
Instagram : Click Here
Email : Click Here

Selasa, 16 April 2024

Satori Edukasi : Pelafalan dan Aturan Penulisan Huruf Hiragana dan Katakana

Alooo mina san!! pada pertemuan kali ini kita akan membahas, Pelafalan dan Aturan Penulisan Huruf Hiragana dan Katakana. Yuks kita bahas ^°^
Kata dalam bahasa Jepang dilafalkan sesuai dengan apa yang tertulis contohnya いえ(い: idanえ: e) dibaca ie 'rumah, かお (か: ka dan お: o) dibaca kao 'muka', ラジオ(ラ: ra、ジ ji, 才: o) dibaca rajio 'radio', dan sebagainya. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bunyi vokal panjang, bunyi huruf n, bunyi huruf (kecil), dan lain-lain.

1. Bunyi Vokal panjang

Bunyi vokal panjang dalam bahasa Jepang diucapkan dua kali lebih panjang dibanding vokal biasanya a, i, u, e, dan o Penulisan romanisasi vokal panjang dalam buku ini terdiri dari aa, ii, uu, ee, ei (dibaca sama dengan ee), oo, dan ou (dibaca sama dengan oo) misalnya がくせい gakusei (dibaca gakusee), こう こうkoukou (dibaca kookoo), dan seterusnya. Panjang pendek vokal dalam bahasa Jepang mempengaruhi makna suatu kata, contohnya sebagai berikut:

おばさん obasan 'bibi'

おばあさん obaasan 'nenek'

おじさん ojisan 'paman'

おじいさん ojiisan 'kakek'

え  e 'lukisan, gambar'

ええ  ee 'iya'

Dari beberapa contoh di atas dapat diketahui bahwa penulisan vokal panjang dengan huruf hiragana adalah dengan menambahkan huruf あ (a), い(i), う (u), え(e), dan お(0)、 Sementara, penulisan vokal panjang dengan huruf katakana ditandai dengan garis - contohnya タクシー takushii taksi, 才 ーストラリア 0osutoraria 'Australia'、マレーシア mareeshia 'Malaysia', dan seterusnya.

2. Bunyi Huruf n (ん)

Huruf n (ん) dalam bahasa Jepang mengalami perubahan bunyi ketika berhadapan dengan huruf tertentu.

(1) Diucapkan tetap sebagai /n/ jika berhadapan dengan huruf t, ch, d, j, r, atau n.

Misalnya: あんない annai (dibaca annai).

(2) Diucapkan/m/jika berhadapan dengan huruf b,p, atau m. Misalnya: せんぱい senpai (dibaca sempai)

(3) Diucapkan /ng/jika berhadapan dengan k atau g. Misalnya: てんき tenki (dibaca tengki)

Selain itu, jika huruf n diletakkan di akhir kata maka dibaca /ng/ misalnya かばん kaban (dibaca kabang)

3. Bunyi Huruf っ (tsu kecil)

Huruf(tsu kecil) dalam bahasa Jepang digunakan untuk menggandakan huruf konsonan. Huruf(tsu kecil) dilekatkan sebelum huruf konsonan k, s, t, c, dan p. Misalnya: さ っか sakka, ざっしzasshi, おっと otto, dan いっぱい ippai.

4. Lain-lain

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan untuk pembelajar dasar adalah です desu dibaca'/des/dan akhiran ~ます~masu dibaca /mas/.
Struktur Kalimat

Kalimat bahasa Jepang memiliki struktur "Subjek + Pelengkap + Kopula" dan "Subjek + Objek + Predikat". Pada bagian subjek biasanya dilekatkan partikel は wa dan pada bagian objek dilekatkan partikel o. Dalam percakapan informal sehari-hari, apabila subjek dan objek sudah jelas, maka partikel はwa dan を dapat dihilangkan.

わたし    は    +  がくせい +   です
Watashi wa   +  gakusei  +  desu
Saya               + mahasiswa  + adalah

'Saya adalah mahasiswa'

わたしは      +てれびを+ みます
Watashi wa + terebi o + mimasu
Saya             + televisi  + melihat

Nahh itulah materi kita pada kali ini, Terima kasih sudah mengunjungi laman blog admin dan telah membacanya sampai akhir! Sampai ketemu lagi di materi berikutnya yaa!! Jaa, mata nee!! 

Sumber : Nugroho, Danang. Smart Book: Bahasa Jepang. Charissa Publisher, 2018

Penyunting: M. Raahul Ihsan dan Pradipta Nugraha

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Click Here
Youtube : Click Here
Instagram : Click Here
Email : Click Here