Minggu, 12 Juni 2022

Satoriedukasi: Partikel Kakujoshi "ga" (が)

Minasan, konnichiwa!
Balik lagi ke blog admin. Partikel dalam bahasa Jepang memang tidak sedikit ya, sering kali kita kebingungan mempelajari dan menggunakannya dalam percakapan dasar sehari-hari.

Untuk artikel kali ini admin akan membagikan materi partikel bahasa Jepang lainnya yaitu partikel ga (が).

Partikel ini memiliki beberapa fungsi yang akan admin paparkan beserta dengan pola dan contoh kalimatnya dibawah ini.

Partikel ga (が) memiliki banyak fungsi, yaitu :
1. Menunjukkan subjek dan kata bantu dari kata kerja intransitif.

ゆきがふります。
Yuki ga furimasu.
Salju turun.

2. Menunjukkan keberadaan sesuatu.
(Bentuk GA ARIMASU (benda mati), GA IMASU (mahkluk hidup).

ちょうどあそこにインドマレットがあります。
Chōdo asoko ni Indomaret ga arimasu.
Persis di sana ada Indomaret.

3. Menunjukkan kata ganti tanya berfungsi sebagai subjek.

なにがおいしいですか。
Nani ga oishii desu ka.
Apa yang enak?

4. Memberi penegasan pada subjek.

これ が うまいい です。
Kore ga umaii desu.
Inilah yang enak. (di antara yang lain)

5. Menunjukkan benda yang menjadi objek dari kata2 seperti mempunyai, perlu, bisa, mengerti, suka dll.

にほんごがすこしできます。
Nihongo ga sukoshi dekimasu.
Saya dapat berbahasa Jepang sedikit.

6. Menunjukkan memiliki sifat atau keadaan.

ココはけしきがきれいです。
Koko wa keshiki ga kirei desu.
Di sini pemandangannya indah

7. Subjek dari anak kalimat. (Bisa diganti dengan Partikel NO の).

ゆみさんがつくったおかしはこれだけのこっています。
Yumi-san ga tsukutta okashi wa kore dake no kotte imasu.
Kue yang Yumi-san buat hanya sisa ini saja.

8. Kata bantu untuk kalimat pengandaian

あなたがいけば、わたしもいきます。
Anata ga ikeba, watashi mo ikimasu.
Jika kamu pergi, Aku juga pergi.

Kali ini kita sudah belajar pola ga (が). Bagaimana menurut teman-teman? Semoga mudah dipahami ya. Karena masih banyak tata bahasa lainnya yang akan dipelajari.

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube : Hima Satori

Instagram : @himasatorifkipunri

Website : Click here 

Email : Click here

Sabtu, 04 Juni 2022

Satoripedia: Furisode, Kimono Wanita yang Belum Menikah

Minasan, konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang furisode. Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu apa itu furisode? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Menurut Wikipedia, Furisode (振袖) adalah kimono berlengan lebar yang dikenakan wanita muda yang belum menikah. Furisode dibuat dari bahan berwarna cerah, motif kain berupa bunga dan tanaman, keindahan musim, binatang, atau burung yang digambar dengan tangan memakai teknik yuzen. 
Bukaan di bagian lengan kimono yang berdekatan dengan ketiak disebut furiyatsuguchi (振八つ口). Bukaan tersebut sengaja tidak dijahit hingga membentuk kantong lengan baju yang disebut tamoto (袂) hingga ke bagian ujung lengan kimono. Lebar tamoto pada furisode bisa mencapai 114 cm atau menjuntai hingga sekitar pergelangan kaki.

Menurut urutan tingkat formalitas, furisode adalah kimono paling formal setara dengan kurotomesode, irotomesode, dan homongi. Berdasarkan lebar lengan, furisode terdiri dari tiga jenis: burisode (furisode besar, lebar lengan sekitar 114 cm), chūburisode (furisode sedang, lebar lengan dari 90 cm hingga sekitar 102 cm), dan koburisode (furisode kecil, lebar lengan dari 70 cm hingga sekitar 80cm). 
Jenis furisode yang paling umum adalah chūburisode . Wanita berusia 20 tahun mengenakan chūburisode untuk menghadiri seijin shiki. Pesta tidak formal dan upacara minum teh (hatsugama) dihadiri dengan mengenakan koburisode.

Kimono furisode berawal pada pertengahan 1500-an sebagai pakaian anak-anak menengah dan kelas atas, dipakai oleh anak laki-laki dan perempuan. Awalnya, furisode memiliki lengan yang relatif pendek, dan digunakan sebagai pakaian sehari-hari oleh mereka yang mampu membelinya.

Awalnya, furisode tidak berbeda secara mencolok antara jenis kelamin, tetapi desain kain mulai menjadi lebih merujuk gender pada abad ke-19. Pada abad ke-20, furisode menjadi dikhususkan untuk wanita dan anak perempuan saja, sebagai bagian dari peningkatan kekhususan gender dari pakaian anak-anak yang berkembang setelah pengaruh dari negara Barat. Hingga saat ini, furisode menjadi semakin terkait dengan wanita muda yang belum menikah.

Bagaimana teman-teman, furisode ini menarik kan? Apakah teman-teman tertarik untuk mencoba mengenakan kimono ini?

Sumber: wikipedia.org, matcha-jp.com, ketiknews.id
Penyunting: Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here
Email : Click here

Senin, 23 Mei 2022

Press Release: Upgrading Pengurus HIMA Satori

Pada hari Minggu (22/05/2022), telah sukses dilaksanakan Acara Upgrading Pengurus HIMA Satori yang diselenggarakan secara offline di ruangan i3. Wah, akhirnya setelah sekian lama Hima Satori dapat kembali mengadakan Acara Upgrading Pengurus secara offline lagi!
Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu Claudia Agustina. 
Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh saudari Sri Puja Rahayu.
Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa oleh para hadirin.
Agenda selanjutnya diisi dengan kata sambutan dari Annisa Viola Hartanto selaku Ketua Pelaksana, Muhammad Reyhans Qairhu Orinanda selaku Wakil Bupati Hima Satori, serta Rhenie Puspita Sari selaku perwakilan BEM FKIP Universitas Riau. Kemudian ditutup dengan doa oleh saudara Fajar Junanda sebelum masuk ke sesi penyampaian materi.
Masuk ke sesi penyampaian materi, dibuka oleh. Dzulfaqar selaku pemateri 1 mengenai "Kepemimpinan". Tidak hanya sampai disitu, penyampaian materi selanjutnya Oleh M. Abdul Pangestu selaku pemateri 2 mengenai "Manajemen Waktu". Peserta menyimak materi yang disampaikan dengan seksama, tidak lupa juga dengan sesi tanya jawab dengan pemateri. 
Setelah berakhirnya sesi penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan pemberian plakat oleh panitia. Terakhir acara resmi ditutup Oleh MC.

Semoga dengan adanya Acara Upgrading Pengurus HIMA Satori ini, dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Kepemimpinan dan juga manajemen waktu. 頑張ってね!

Penulis: Cecylia
Penyunting: Rimanda

Jangan lupa ikuti kami di Sosial Media👇
Youtube : Hima Satori
Website : Click here
Email : Click here 

Sabtu, 21 Mei 2022

Satoripedia: Kasa Odori, Tari Payung dari Jepang

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang Kasa Odori. Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu apa itu Kasa Odori? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Seni tari adalah salah satu bentuk budaya dari suatu Negara. Setiap Negara, biasanya memiliki tarian yang berbeda-beda. Namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa negara yang memiliki tarian yang serupa, tapi memiliki makna dan detail yang berbeda, contohnya Tari Payung dari Indonesia dan Kasa Odori dari Jepang.
Kasa Odori adalah tarian tradisional Jepang yang identik dengan penggunaan payung sebagai alat tarian. Payung ini terbuat dari kertas. Di ujung payung-payung itu, ada benda kecil seperti logam emas.Sehingga menimbulkan suara tertentu tiap kali payung digerakkan.

Menurut legenda, asal-muasal Kasa Odori karena dulunya ada seorang Kakek bernama Gorosaku yang menari-nari dengan payung. Kakek tersebut memohon kepada Dewa untuk menurunkan hujan di desa tempat tinggal yang sedang dilanda kemarau panjang. Gorosaku terus menari dengan payung itu sampai ia meninggal, lalu turun hujan, dan kemarau pun berakhir. Kejadian ini ditilik dari legenda di Kokufu terjadi pada Zama Edo, yaitu sekitar tahun 1603–1867.

Asal-usul tarian tradisional Jepang satu ini berasal dari daerah Inaba. Dan biasa disebut sebagai Inaba Kasa Odori, sang tarian pemanggil hujan.
Saat ini, tarian Kasa Odori ditampilkan saat musim panas di Prefektur Tottori Timur dan menjadi ciri khas daerah itu. Festival musim panas tempat dipertunjukkannya tarian ini bernama Shan-Shan Matsuri. Dalam mempertunjukkan tarian ini, para penari menggunakan payung kertas dengan logam-logam kecil yang digantung di sekeliling payung. Ketika logam-logam kecil itu bergerak seirama dengan payung, maka akan menimbulkan bunyi “shan-shan”.
Kasa-odori bisa dilakukan oleh perempuan maupun laki-laki. Mereka memakai baju seragam nan indah dan menari bersama dengan iringan musik. Musik pengiring kasa odori ini bernama Kinansebushi.

Bagaimana teman-teman, Kasa Odori ini menarik kan? Mimin sendiri jadi ikutan tertarik, nih! Apakah teman-teman tertarik untuk mempelajari tarian ini?

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: dictio.id, we-xpats.com, akibanation.com, budayajepangindonesia.wordpress.com
Penyunting' Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here
Email : Click here



Sabtu, 07 Mei 2022

Satoripedia: Onsen, Pemandian Air Panas di Jepang

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang Onsen (温泉). Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu apa itu Onsen? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Onsen terdiri dari huruf kanji 温 (on) dan 泉 (sen) yang artinya mata air panas/sumber air panas. Juga bisa diartikan sebagai tempat mandi berendam dengan air panas yang keluar dari perut bumi. 

Dilansir dari Nippon.com, pada abad ke-8 Onsen digunakan oleh para prajurit setelah habis berperang untuk menyegarkan badan dan menyembuhkan luka-luka. Para biksu Budhha juga meyakini bahwa berendam di air panas mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Ilmuwan kesehatan asal Jepang, Dr. Yuko Agishi bahkan sudah meneliti tentang khasiat Onsen dan membenarkan bahwa mandi air panas dengan kandungan mineral yang banyak memang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik, neuralgia, hipertensi, dan kulit.
Usut punya usut, orang Jepang percaya onsen merupakan salah satu media untuk dapat mengakrabkan diri bersama keluarga, pasangan, maupun teman.

Seperti yang kita tahu bahwa jepang memiliki banyak gunung vulkanik yang menjadi pasokan air panas ke lebih dari 20.000 Onsen yang ada di seluruh Jepang. Berikut beberapa Onsen terbaik di Jepang yang wajib kamu datangi saat liburan ke Jepang.
1. Onsen Dogo, Ehime
Onsen Dogo yang terletak di Matsuyama, Ehime, adalah salah satu onsen paling terkenal di Jepang, bahkan mungkin di dunia. Saking populernya, onsen ini sudah menjadi simbol dari kota Matsuyama sendiri. Konon, sumber air panas onsen dogo ini sudah 3.000 tahun usianya, sedangkan bangunannya sendiri sudah dibangun dari tahun 1894. Bagi kamu yang penggemar Studio Ghibli, mungkin kamu pernah melihat bangunan onsen ini di film Spirited Away.

2. Onsen Yunomine
Di tengah pegunungan Kumano terletak salah satu onsen terpopuler di Jepang, yaitu Onsen Yunomine. Katanya, air di onsen ini akan berubah warna 7 kali tergantung dengan jam. Onsen Yunomine adalah satu-satunya sumber air panas natural yang masuk menjadi daftar situs UNESCO World Heritage. Konon, sumber air panas ini sudah ditemukan dari 1.800 tahun yang lalu. Kamu juga bisa melihat telur direbus dengan air natural disini, atau mencoba berendam di Tsuboyu, salah satu pemandian umum paling terkenal disini yang sudah didirikan dari 100 tahun yang lalu.

3. Onsen Beppu, Kyushu
Daerah Kyushu di Jepang memang terkenal akan onsennya, karena volume air panas natural yang dihasilkan sangat banyak. Salah satunya adalah Onsen Beppu di Oita yang memang adalah salah satu onsen terpopuler di Jepang. Salah satu atraksi yang unik dari Onsen Beppu adalah kamu bisa berendam pasir disini, dimana tubuhmu akan dikubur dengan pasir abu vulkanik yang panas. Konon tujuannya adalah agar tubuhmu dapat mengeluarkan racun saat dikubur didalam pasir panas.

4. Onsen Gero, Gifu
Onsen Gero yang terletak di Gifu merupakan salah satu onsen Jepang yang terpopuler dan paling terkenal di Jepang sejak abad ke-10. Konon air onsen Gero dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, rematik, dan gangguan saraf. Kota Gero sendiri memang terkenal di kalangan turis lokal Jepang sebagai kota onsen, dan di stasiun JR Rail Gero kamu bisa membeli onsen pass seharga 1.300 Yen dimana kamu bisa mix and match 3 onsen yang hendak kamu kunjungi. Salah satu atraksi onsen yang terkenal di Gero adalah rotenburo di sungai bawah jembatan kota ini.

5. Onsen Yufuin
Tak jauh dari kota Fukuoka adalah Yufuin. Yufuin adalah sebuah kota kecil yang terletak di lembah gunung dan terkenal akan onsennya. Pemandian air panas rotenburo lah yang memang menjadi atraksi utama di Yufuin. Pemandangan pegunungan dapat kamu nikmati sambil berendam air panas di onsen yang ada di kota ini, membuatnya menjadi salah satu destinasi onsen Jepang terpopuler, bahkan di kalangan turis lokal.

Bagaimana teman-teman, menarik bukan Onsen ini? Mimin sendiri jadi ikutan tertarik, nih! Bagi yang belum pernah datang ke onsen, Mimin doakan semoga cepat kesampaian! 

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: Wikipedia, m.traveloka.com, matcha-jp.com, livejapan.com, tribunnews.com
Penyunting' Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here
Email : Click here

Senin, 25 April 2022

Satoripedia: Sanja Matsuri, Festival Tiga Kuil

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang Sanja Matsuri (三社祭). Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu tentang Sanja Matsuri? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Menurut Wikipedia, matsuri (祭) adalah istilah agama Shinto yang berarti persembahan ritual untuk kami (sebutan untuk dewa di Jepang). Dalam pengertian sekuler, matsuri berarti festival atau perayaan di Jepang.

Sanja matsuri merupakan salah satu dari tiga festival Shinto terbesar di Jepang. Yang membuatnya terkenal adalah karena festival ini diadakan di salah satu tempat paling terkenal di Tokyo, yakni area Asakusa. Nama resmi festival ini adalah Asakusa Jinja Reitaisai (浅草神社例大祭, Festival Besar Kuil Asakusa).
Setiap tahunnya ada kurang lebih 2 juta orang yang datang dan ikut serta dalam festival Sanja Matsuri, sekaligus dianggap sebagai festival terliar dari semua festival di Tokyo. Festival ini juga diikuti oleh yakuza yang mengusung mikoshi dan mempertontonkan rajah di seluruh tubuh mereka.

Festival ini mulai dirayakan pada tahun 1312. Dulunya, festival ini dibagi menjadi tiga perayaan: Kannonsai (観音祭), Funamatsuri (船祭), dan Jigenkai (示現会), namun sejak tahun 1872 ketiganya dirayakan bersama-bersama selama dua hari setiap tanggal 17-18 bulan 3. Perayaannya juga tidak setiap tahun, melainkan dua tahun sekali, setiap tahun sapi, kelinci, ular, kambing, ayam, dan babi. Sejak 1872, perayaan ini dilangsungkan setiap tanggal 17-18 bulan 5.

Rangkaian Acara di Festival Sanja Matsuri

Atraksi utama festival ini adalah tiga mikoshi milik Kuil Asakusa yang muncul pada hari ketiga dan terakhir festival. Ketiga kuil kayu hitam berpernis yang rumit ini dibangun untuk bertindak sebagai miniatur versi portabel dari Asakusa Shrine. Dihiasi dengan pahatan emas dan dicat dengan daun emas, masing-masing mikoshi beratnya sekitar satu ton dan biaya ¥ 40 juta untuk dibangun. Mereka dibawa di atas empat tiang panjang dicambuk bersama dengan tali, dan masing-masing membutuhkan sekitar 40 orang tersebar merata untuk membawa mereka dengan aman. Sepanjang hari, total sekitar 500 orang berpartisipasi dalam membawa masing-masing kuil.
Karena pentingnya ketiga mikoshi ini, mereka adalah objek utama saat dibawa melalui jalan-jalan. Sementara tiga mikoshi utama adalah objek paling penting yang berkeliaran di jalanan selama Sanja Matsuri, sekitar 100 mikoshi kecil lainnya diarak di lingkungan itu pada hari Sabtu. Dari tempat-tempat suci ini, beberapa hanya dibawa oleh wanita atau anak-anak kecil.

Meskipun bukan bagian dari perayaan, secara resmi Sanja Matsuri dimulai pada hari Kamis dengan upacara keagamaan. Upacara ini membutuhkan imam kepala Asakusa Shrine untuk melakukan ritual dari tiga pria di Kuil Asakusa ke tiga mikoshi yang akan diarak di sekitar Asakusa selama akhir pekan. Dengan membuka pintu-pintu kecil yang terletak di setiap mikoshi (interiornya dikaburkan oleh tirai katun kecil), ketiga roh diundang ke kuil miniatur di mana mereka akan tinggal selama festival.
Festival yang lebih dipublikasikan dimulai pada hari Jumat ketika Daigyoretsu diadakan. Prosesi besar 19 blok yang terkenal ini menyusuri Yanagi Street dan Nakamise-dori ke Kuil Asakusa. Hal ini merupakan acara yang digunakan untuk memberi energi kepada masyarakat. Hal ini paling dikenal untuk kostum mewah peserta, seperti penari heron-didiami, geisha dan pejabat kota mengenakan hakama (pakaian tradisional Jepang). Musisi, pemain dan penari juga berpawai menyusuri jalan-jalan Asakusa dalam pakaian tradisional Jepang selama prosesi. Pada malam hari, enam mikoshi dari lingkungan paling sentral dikirim berparade di jalan-jalan di pundak beberapa lusin orang.

Pada hari berikutnya, Sabtu, sekitar 100 mikoshi dari 44 distrik Asakusa berkumpul di Kaminarimon. Mereka kemudian diarak melalui Nakamise-dori dan berhenti di Hozomon di mana mereka memberikan penghormatan kepada Kannon, Dewi Belas Kasihan. Setelah itu, mikoshi dibawa ke Kuil Asakusa di mana para pendeta Shinto memberkati dan memurnikan mereka untuk tahun mendatang. Ketika upacara selesai, mereka kemudian dibawa kembali dan diarak melalui lingkungan masing-masing.

Peristiwa terpenting Sanja Matsuri terjadi pada hari Minggu berikutnya. Prosesi ketiga mikoshi milik Asakusa Shrine memulai perjalanan mereka menuruni Nakamise-dori menuju Kaminarimon pada hari Minggu pagi. Ketiga kuil yang rumit ini menghormati dan mewakili tiga orang yang bertanggung jawab untuk mendirikan Senso-ji. Selama hari terakhir festival ini, mikoshi penting ini berpisah untuk mengunjungi dan memberikan berkah bagi 44 distrik pusat kota dan perumahan Asakusa. Ketika malam tiba, tiga kuil menemukan jalan mereka kembali ke Kuil Asakusa dalam prosesi besar lainnya yang berlangsung hingga larut malam.

Selain acara-acara tradisional, Sanja Matsuri memiliki beberapa undian populer lainnya. Misalnya, pengunjung festival dapat mengunjungi ratusan toko yang ditemukan di Nakamise, jalan yang menghubungkan Kaminarimon dan Hozomon. Banyak kedai makanan kecil juga didirikan di daerah sekitarnya selama akhir pekan. Anggota Yakuza juga dengan bangga memamerkan tato mereka.

Bagaimana teman-teman, menarik bukan Sanja Matsuri ini? Mimin sendiri jadi ikutan tertarik, nih! Bagi yang belum pernah mengunjungi Sanja Matsuri, Mimin doakan semoga cepat kesampaian! 

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: Wikipedia, infojepang.net, tripjepang.co.id
Penyunting' Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here 
Email : Click here 

Minggu, 10 April 2022

Press Release : Pelantikan Pengurus Hima Satori Periode 2022/2023

Pada hari Sabtu (09/04/2022), pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, serta Kepengurusan HIMA SATORI periode 2022/2023 telah sukses dilaksanakan. Acara ini dilaksanakan secara semi daring di ruang aula BEM FKIP Universitas Riau dan melalui aplikasi Zoom Meeting.

Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu Intan Bestari. 
Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh saudari Sri Puja Rahayu.
Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa oleh para hadirin.
Agenda selanjutnya diisi dengan kata sambutan dari Sepdian selaku Ketua Pelaksana, Sultan Rafliansyah selaku Bupati Mahasiswa Terpilih, Edwin Adetama selaku Bupati Mahasiswa Demisioner, Dini Budiani Sensei selaku Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, serta Muhammad Armizul selaku Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Riau.
Tidak hanya sampai disitu, acara dilanjutkan dengan Pembacaan SK Pengurus Pelantikan dan Ikrar Pengurus yang dipandu oleh Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Riau. Kamudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari Bupati Demisioner kepada Bupati Terpilih. Terakhir, acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Fernando Solihin serta sepatah dua patah kata oleh MC.
Dengan dilaksanakannya pelantikan ini, maka terbentuklah Kepengurusan HIMA SATORI Periode 2022/2023. Struktur organisasi yang terbentuk adalah DPO, pengurus inti, dan 8 Divisi yang Akan ikut andil dalam kepengurusan periode 2022/2023. Sebagai kenangan, seluruh pengurus HIMA SATORI periode 2022/2023 berfoto bersama untuk dokumentasi.
Semoga dengan Pelantikan Kepengurusan HIMA SATORI Periode 2022/2023 ini dapat mempererat hubungan sesama dan menjalin kerja sama yang lebih baik lagi. Semoga sukses selalu kepada HIMA SATORI, 皆さん頑張ってね!

Penulis : Cecylia
Penyunting : Rimanda 

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Hima Satori Fkipur 
Youtube : Hima Satori 
Website : Click here 
Email : Click here