Sabtu, 04 Juni 2022

Satoripedia: Furisode, Kimono Wanita yang Belum Menikah

Minasan, konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang furisode. Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu apa itu furisode? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Menurut Wikipedia, Furisode (振袖) adalah kimono berlengan lebar yang dikenakan wanita muda yang belum menikah. Furisode dibuat dari bahan berwarna cerah, motif kain berupa bunga dan tanaman, keindahan musim, binatang, atau burung yang digambar dengan tangan memakai teknik yuzen. 
Bukaan di bagian lengan kimono yang berdekatan dengan ketiak disebut furiyatsuguchi (振八つ口). Bukaan tersebut sengaja tidak dijahit hingga membentuk kantong lengan baju yang disebut tamoto (袂) hingga ke bagian ujung lengan kimono. Lebar tamoto pada furisode bisa mencapai 114 cm atau menjuntai hingga sekitar pergelangan kaki.

Menurut urutan tingkat formalitas, furisode adalah kimono paling formal setara dengan kurotomesode, irotomesode, dan homongi. Berdasarkan lebar lengan, furisode terdiri dari tiga jenis: burisode (furisode besar, lebar lengan sekitar 114 cm), chūburisode (furisode sedang, lebar lengan dari 90 cm hingga sekitar 102 cm), dan koburisode (furisode kecil, lebar lengan dari 70 cm hingga sekitar 80cm). 
Jenis furisode yang paling umum adalah chūburisode . Wanita berusia 20 tahun mengenakan chūburisode untuk menghadiri seijin shiki. Pesta tidak formal dan upacara minum teh (hatsugama) dihadiri dengan mengenakan koburisode.

Kimono furisode berawal pada pertengahan 1500-an sebagai pakaian anak-anak menengah dan kelas atas, dipakai oleh anak laki-laki dan perempuan. Awalnya, furisode memiliki lengan yang relatif pendek, dan digunakan sebagai pakaian sehari-hari oleh mereka yang mampu membelinya.

Awalnya, furisode tidak berbeda secara mencolok antara jenis kelamin, tetapi desain kain mulai menjadi lebih merujuk gender pada abad ke-19. Pada abad ke-20, furisode menjadi dikhususkan untuk wanita dan anak perempuan saja, sebagai bagian dari peningkatan kekhususan gender dari pakaian anak-anak yang berkembang setelah pengaruh dari negara Barat. Hingga saat ini, furisode menjadi semakin terkait dengan wanita muda yang belum menikah.

Bagaimana teman-teman, furisode ini menarik kan? Apakah teman-teman tertarik untuk mencoba mengenakan kimono ini?

Sumber: wikipedia.org, matcha-jp.com, ketiknews.id
Penyunting: Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here
Email : Click here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar