Sabtu, 04 Juni 2022

Satoripedia: Furisode, Kimono Wanita yang Belum Menikah

Minasan, konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang furisode. Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu apa itu furisode? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Menurut Wikipedia, Furisode (振袖) adalah kimono berlengan lebar yang dikenakan wanita muda yang belum menikah. Furisode dibuat dari bahan berwarna cerah, motif kain berupa bunga dan tanaman, keindahan musim, binatang, atau burung yang digambar dengan tangan memakai teknik yuzen. 
Bukaan di bagian lengan kimono yang berdekatan dengan ketiak disebut furiyatsuguchi (振八つ口). Bukaan tersebut sengaja tidak dijahit hingga membentuk kantong lengan baju yang disebut tamoto (袂) hingga ke bagian ujung lengan kimono. Lebar tamoto pada furisode bisa mencapai 114 cm atau menjuntai hingga sekitar pergelangan kaki.

Menurut urutan tingkat formalitas, furisode adalah kimono paling formal setara dengan kurotomesode, irotomesode, dan homongi. Berdasarkan lebar lengan, furisode terdiri dari tiga jenis: burisode (furisode besar, lebar lengan sekitar 114 cm), chūburisode (furisode sedang, lebar lengan dari 90 cm hingga sekitar 102 cm), dan koburisode (furisode kecil, lebar lengan dari 70 cm hingga sekitar 80cm). 
Jenis furisode yang paling umum adalah chūburisode . Wanita berusia 20 tahun mengenakan chūburisode untuk menghadiri seijin shiki. Pesta tidak formal dan upacara minum teh (hatsugama) dihadiri dengan mengenakan koburisode.

Kimono furisode berawal pada pertengahan 1500-an sebagai pakaian anak-anak menengah dan kelas atas, dipakai oleh anak laki-laki dan perempuan. Awalnya, furisode memiliki lengan yang relatif pendek, dan digunakan sebagai pakaian sehari-hari oleh mereka yang mampu membelinya.

Awalnya, furisode tidak berbeda secara mencolok antara jenis kelamin, tetapi desain kain mulai menjadi lebih merujuk gender pada abad ke-19. Pada abad ke-20, furisode menjadi dikhususkan untuk wanita dan anak perempuan saja, sebagai bagian dari peningkatan kekhususan gender dari pakaian anak-anak yang berkembang setelah pengaruh dari negara Barat. Hingga saat ini, furisode menjadi semakin terkait dengan wanita muda yang belum menikah.

Bagaimana teman-teman, furisode ini menarik kan? Apakah teman-teman tertarik untuk mencoba mengenakan kimono ini?

Sumber: wikipedia.org, matcha-jp.com, ketiknews.id
Penyunting: Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here
Email : Click here

Senin, 23 Mei 2022

Press Release: Upgrading Pengurus HIMA Satori

Pada hari Minggu (22/05/2022), telah sukses dilaksanakan Acara Upgrading Pengurus HIMA Satori yang diselenggarakan secara offline di ruangan i3. Wah, akhirnya setelah sekian lama Hima Satori dapat kembali mengadakan Acara Upgrading Pengurus secara offline lagi!
Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu Claudia Agustina. 
Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh saudari Sri Puja Rahayu.
Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa oleh para hadirin.
Agenda selanjutnya diisi dengan kata sambutan dari Annisa Viola Hartanto selaku Ketua Pelaksana, Muhammad Reyhans Qairhu Orinanda selaku Wakil Bupati Hima Satori, serta Rhenie Puspita Sari selaku perwakilan BEM FKIP Universitas Riau. Kemudian ditutup dengan doa oleh saudara Fajar Junanda sebelum masuk ke sesi penyampaian materi.
Masuk ke sesi penyampaian materi, dibuka oleh. Dzulfaqar selaku pemateri 1 mengenai "Kepemimpinan". Tidak hanya sampai disitu, penyampaian materi selanjutnya Oleh M. Abdul Pangestu selaku pemateri 2 mengenai "Manajemen Waktu". Peserta menyimak materi yang disampaikan dengan seksama, tidak lupa juga dengan sesi tanya jawab dengan pemateri. 
Setelah berakhirnya sesi penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan pemberian plakat oleh panitia. Terakhir acara resmi ditutup Oleh MC.

Semoga dengan adanya Acara Upgrading Pengurus HIMA Satori ini, dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Kepemimpinan dan juga manajemen waktu. 頑張ってね!

Penulis: Cecylia
Penyunting: Rimanda

Jangan lupa ikuti kami di Sosial Media👇
Youtube : Hima Satori
Website : Click here
Email : Click here 

Sabtu, 21 Mei 2022

Satoripedia: Kasa Odori, Tari Payung dari Jepang

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang Kasa Odori. Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu apa itu Kasa Odori? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Seni tari adalah salah satu bentuk budaya dari suatu Negara. Setiap Negara, biasanya memiliki tarian yang berbeda-beda. Namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa negara yang memiliki tarian yang serupa, tapi memiliki makna dan detail yang berbeda, contohnya Tari Payung dari Indonesia dan Kasa Odori dari Jepang.
Kasa Odori adalah tarian tradisional Jepang yang identik dengan penggunaan payung sebagai alat tarian. Payung ini terbuat dari kertas. Di ujung payung-payung itu, ada benda kecil seperti logam emas.Sehingga menimbulkan suara tertentu tiap kali payung digerakkan.

Menurut legenda, asal-muasal Kasa Odori karena dulunya ada seorang Kakek bernama Gorosaku yang menari-nari dengan payung. Kakek tersebut memohon kepada Dewa untuk menurunkan hujan di desa tempat tinggal yang sedang dilanda kemarau panjang. Gorosaku terus menari dengan payung itu sampai ia meninggal, lalu turun hujan, dan kemarau pun berakhir. Kejadian ini ditilik dari legenda di Kokufu terjadi pada Zama Edo, yaitu sekitar tahun 1603–1867.

Asal-usul tarian tradisional Jepang satu ini berasal dari daerah Inaba. Dan biasa disebut sebagai Inaba Kasa Odori, sang tarian pemanggil hujan.
Saat ini, tarian Kasa Odori ditampilkan saat musim panas di Prefektur Tottori Timur dan menjadi ciri khas daerah itu. Festival musim panas tempat dipertunjukkannya tarian ini bernama Shan-Shan Matsuri. Dalam mempertunjukkan tarian ini, para penari menggunakan payung kertas dengan logam-logam kecil yang digantung di sekeliling payung. Ketika logam-logam kecil itu bergerak seirama dengan payung, maka akan menimbulkan bunyi “shan-shan”.
Kasa-odori bisa dilakukan oleh perempuan maupun laki-laki. Mereka memakai baju seragam nan indah dan menari bersama dengan iringan musik. Musik pengiring kasa odori ini bernama Kinansebushi.

Bagaimana teman-teman, Kasa Odori ini menarik kan? Mimin sendiri jadi ikutan tertarik, nih! Apakah teman-teman tertarik untuk mempelajari tarian ini?

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: dictio.id, we-xpats.com, akibanation.com, budayajepangindonesia.wordpress.com
Penyunting' Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here
Email : Click here



Sabtu, 07 Mei 2022

Satoripedia: Onsen, Pemandian Air Panas di Jepang

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang Onsen (温泉). Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu apa itu Onsen? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Onsen terdiri dari huruf kanji 温 (on) dan 泉 (sen) yang artinya mata air panas/sumber air panas. Juga bisa diartikan sebagai tempat mandi berendam dengan air panas yang keluar dari perut bumi. 

Dilansir dari Nippon.com, pada abad ke-8 Onsen digunakan oleh para prajurit setelah habis berperang untuk menyegarkan badan dan menyembuhkan luka-luka. Para biksu Budhha juga meyakini bahwa berendam di air panas mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Ilmuwan kesehatan asal Jepang, Dr. Yuko Agishi bahkan sudah meneliti tentang khasiat Onsen dan membenarkan bahwa mandi air panas dengan kandungan mineral yang banyak memang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik, neuralgia, hipertensi, dan kulit.
Usut punya usut, orang Jepang percaya onsen merupakan salah satu media untuk dapat mengakrabkan diri bersama keluarga, pasangan, maupun teman.

Seperti yang kita tahu bahwa jepang memiliki banyak gunung vulkanik yang menjadi pasokan air panas ke lebih dari 20.000 Onsen yang ada di seluruh Jepang. Berikut beberapa Onsen terbaik di Jepang yang wajib kamu datangi saat liburan ke Jepang.
1. Onsen Dogo, Ehime
Onsen Dogo yang terletak di Matsuyama, Ehime, adalah salah satu onsen paling terkenal di Jepang, bahkan mungkin di dunia. Saking populernya, onsen ini sudah menjadi simbol dari kota Matsuyama sendiri. Konon, sumber air panas onsen dogo ini sudah 3.000 tahun usianya, sedangkan bangunannya sendiri sudah dibangun dari tahun 1894. Bagi kamu yang penggemar Studio Ghibli, mungkin kamu pernah melihat bangunan onsen ini di film Spirited Away.

2. Onsen Yunomine
Di tengah pegunungan Kumano terletak salah satu onsen terpopuler di Jepang, yaitu Onsen Yunomine. Katanya, air di onsen ini akan berubah warna 7 kali tergantung dengan jam. Onsen Yunomine adalah satu-satunya sumber air panas natural yang masuk menjadi daftar situs UNESCO World Heritage. Konon, sumber air panas ini sudah ditemukan dari 1.800 tahun yang lalu. Kamu juga bisa melihat telur direbus dengan air natural disini, atau mencoba berendam di Tsuboyu, salah satu pemandian umum paling terkenal disini yang sudah didirikan dari 100 tahun yang lalu.

3. Onsen Beppu, Kyushu
Daerah Kyushu di Jepang memang terkenal akan onsennya, karena volume air panas natural yang dihasilkan sangat banyak. Salah satunya adalah Onsen Beppu di Oita yang memang adalah salah satu onsen terpopuler di Jepang. Salah satu atraksi yang unik dari Onsen Beppu adalah kamu bisa berendam pasir disini, dimana tubuhmu akan dikubur dengan pasir abu vulkanik yang panas. Konon tujuannya adalah agar tubuhmu dapat mengeluarkan racun saat dikubur didalam pasir panas.

4. Onsen Gero, Gifu
Onsen Gero yang terletak di Gifu merupakan salah satu onsen Jepang yang terpopuler dan paling terkenal di Jepang sejak abad ke-10. Konon air onsen Gero dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, rematik, dan gangguan saraf. Kota Gero sendiri memang terkenal di kalangan turis lokal Jepang sebagai kota onsen, dan di stasiun JR Rail Gero kamu bisa membeli onsen pass seharga 1.300 Yen dimana kamu bisa mix and match 3 onsen yang hendak kamu kunjungi. Salah satu atraksi onsen yang terkenal di Gero adalah rotenburo di sungai bawah jembatan kota ini.

5. Onsen Yufuin
Tak jauh dari kota Fukuoka adalah Yufuin. Yufuin adalah sebuah kota kecil yang terletak di lembah gunung dan terkenal akan onsennya. Pemandian air panas rotenburo lah yang memang menjadi atraksi utama di Yufuin. Pemandangan pegunungan dapat kamu nikmati sambil berendam air panas di onsen yang ada di kota ini, membuatnya menjadi salah satu destinasi onsen Jepang terpopuler, bahkan di kalangan turis lokal.

Bagaimana teman-teman, menarik bukan Onsen ini? Mimin sendiri jadi ikutan tertarik, nih! Bagi yang belum pernah datang ke onsen, Mimin doakan semoga cepat kesampaian! 

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: Wikipedia, m.traveloka.com, matcha-jp.com, livejapan.com, tribunnews.com
Penyunting' Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here
Email : Click here

Senin, 25 April 2022

Satoripedia: Sanja Matsuri, Festival Tiga Kuil

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang Sanja Matsuri (三社祭). Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu tentang Sanja Matsuri? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Menurut Wikipedia, matsuri (祭) adalah istilah agama Shinto yang berarti persembahan ritual untuk kami (sebutan untuk dewa di Jepang). Dalam pengertian sekuler, matsuri berarti festival atau perayaan di Jepang.

Sanja matsuri merupakan salah satu dari tiga festival Shinto terbesar di Jepang. Yang membuatnya terkenal adalah karena festival ini diadakan di salah satu tempat paling terkenal di Tokyo, yakni area Asakusa. Nama resmi festival ini adalah Asakusa Jinja Reitaisai (浅草神社例大祭, Festival Besar Kuil Asakusa).
Setiap tahunnya ada kurang lebih 2 juta orang yang datang dan ikut serta dalam festival Sanja Matsuri, sekaligus dianggap sebagai festival terliar dari semua festival di Tokyo. Festival ini juga diikuti oleh yakuza yang mengusung mikoshi dan mempertontonkan rajah di seluruh tubuh mereka.

Festival ini mulai dirayakan pada tahun 1312. Dulunya, festival ini dibagi menjadi tiga perayaan: Kannonsai (観音祭), Funamatsuri (船祭), dan Jigenkai (示現会), namun sejak tahun 1872 ketiganya dirayakan bersama-bersama selama dua hari setiap tanggal 17-18 bulan 3. Perayaannya juga tidak setiap tahun, melainkan dua tahun sekali, setiap tahun sapi, kelinci, ular, kambing, ayam, dan babi. Sejak 1872, perayaan ini dilangsungkan setiap tanggal 17-18 bulan 5.

Rangkaian Acara di Festival Sanja Matsuri

Atraksi utama festival ini adalah tiga mikoshi milik Kuil Asakusa yang muncul pada hari ketiga dan terakhir festival. Ketiga kuil kayu hitam berpernis yang rumit ini dibangun untuk bertindak sebagai miniatur versi portabel dari Asakusa Shrine. Dihiasi dengan pahatan emas dan dicat dengan daun emas, masing-masing mikoshi beratnya sekitar satu ton dan biaya ¥ 40 juta untuk dibangun. Mereka dibawa di atas empat tiang panjang dicambuk bersama dengan tali, dan masing-masing membutuhkan sekitar 40 orang tersebar merata untuk membawa mereka dengan aman. Sepanjang hari, total sekitar 500 orang berpartisipasi dalam membawa masing-masing kuil.
Karena pentingnya ketiga mikoshi ini, mereka adalah objek utama saat dibawa melalui jalan-jalan. Sementara tiga mikoshi utama adalah objek paling penting yang berkeliaran di jalanan selama Sanja Matsuri, sekitar 100 mikoshi kecil lainnya diarak di lingkungan itu pada hari Sabtu. Dari tempat-tempat suci ini, beberapa hanya dibawa oleh wanita atau anak-anak kecil.

Meskipun bukan bagian dari perayaan, secara resmi Sanja Matsuri dimulai pada hari Kamis dengan upacara keagamaan. Upacara ini membutuhkan imam kepala Asakusa Shrine untuk melakukan ritual dari tiga pria di Kuil Asakusa ke tiga mikoshi yang akan diarak di sekitar Asakusa selama akhir pekan. Dengan membuka pintu-pintu kecil yang terletak di setiap mikoshi (interiornya dikaburkan oleh tirai katun kecil), ketiga roh diundang ke kuil miniatur di mana mereka akan tinggal selama festival.
Festival yang lebih dipublikasikan dimulai pada hari Jumat ketika Daigyoretsu diadakan. Prosesi besar 19 blok yang terkenal ini menyusuri Yanagi Street dan Nakamise-dori ke Kuil Asakusa. Hal ini merupakan acara yang digunakan untuk memberi energi kepada masyarakat. Hal ini paling dikenal untuk kostum mewah peserta, seperti penari heron-didiami, geisha dan pejabat kota mengenakan hakama (pakaian tradisional Jepang). Musisi, pemain dan penari juga berpawai menyusuri jalan-jalan Asakusa dalam pakaian tradisional Jepang selama prosesi. Pada malam hari, enam mikoshi dari lingkungan paling sentral dikirim berparade di jalan-jalan di pundak beberapa lusin orang.

Pada hari berikutnya, Sabtu, sekitar 100 mikoshi dari 44 distrik Asakusa berkumpul di Kaminarimon. Mereka kemudian diarak melalui Nakamise-dori dan berhenti di Hozomon di mana mereka memberikan penghormatan kepada Kannon, Dewi Belas Kasihan. Setelah itu, mikoshi dibawa ke Kuil Asakusa di mana para pendeta Shinto memberkati dan memurnikan mereka untuk tahun mendatang. Ketika upacara selesai, mereka kemudian dibawa kembali dan diarak melalui lingkungan masing-masing.

Peristiwa terpenting Sanja Matsuri terjadi pada hari Minggu berikutnya. Prosesi ketiga mikoshi milik Asakusa Shrine memulai perjalanan mereka menuruni Nakamise-dori menuju Kaminarimon pada hari Minggu pagi. Ketiga kuil yang rumit ini menghormati dan mewakili tiga orang yang bertanggung jawab untuk mendirikan Senso-ji. Selama hari terakhir festival ini, mikoshi penting ini berpisah untuk mengunjungi dan memberikan berkah bagi 44 distrik pusat kota dan perumahan Asakusa. Ketika malam tiba, tiga kuil menemukan jalan mereka kembali ke Kuil Asakusa dalam prosesi besar lainnya yang berlangsung hingga larut malam.

Selain acara-acara tradisional, Sanja Matsuri memiliki beberapa undian populer lainnya. Misalnya, pengunjung festival dapat mengunjungi ratusan toko yang ditemukan di Nakamise, jalan yang menghubungkan Kaminarimon dan Hozomon. Banyak kedai makanan kecil juga didirikan di daerah sekitarnya selama akhir pekan. Anggota Yakuza juga dengan bangga memamerkan tato mereka.

Bagaimana teman-teman, menarik bukan Sanja Matsuri ini? Mimin sendiri jadi ikutan tertarik, nih! Bagi yang belum pernah mengunjungi Sanja Matsuri, Mimin doakan semoga cepat kesampaian! 

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: Wikipedia, infojepang.net, tripjepang.co.id
Penyunting' Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here 
Email : Click here 

Minggu, 10 April 2022

Press Release : Pelantikan Pengurus Hima Satori Periode 2022/2023

Pada hari Sabtu (09/04/2022), pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, serta Kepengurusan HIMA SATORI periode 2022/2023 telah sukses dilaksanakan. Acara ini dilaksanakan secara semi daring di ruang aula BEM FKIP Universitas Riau dan melalui aplikasi Zoom Meeting.

Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu Intan Bestari. 
Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh saudari Sri Puja Rahayu.
Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa oleh para hadirin.
Agenda selanjutnya diisi dengan kata sambutan dari Sepdian selaku Ketua Pelaksana, Sultan Rafliansyah selaku Bupati Mahasiswa Terpilih, Edwin Adetama selaku Bupati Mahasiswa Demisioner, Dini Budiani Sensei selaku Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, serta Muhammad Armizul selaku Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Riau.
Tidak hanya sampai disitu, acara dilanjutkan dengan Pembacaan SK Pengurus Pelantikan dan Ikrar Pengurus yang dipandu oleh Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Riau. Kamudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari Bupati Demisioner kepada Bupati Terpilih. Terakhir, acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Fernando Solihin serta sepatah dua patah kata oleh MC.
Dengan dilaksanakannya pelantikan ini, maka terbentuklah Kepengurusan HIMA SATORI Periode 2022/2023. Struktur organisasi yang terbentuk adalah DPO, pengurus inti, dan 8 Divisi yang Akan ikut andil dalam kepengurusan periode 2022/2023. Sebagai kenangan, seluruh pengurus HIMA SATORI periode 2022/2023 berfoto bersama untuk dokumentasi.
Semoga dengan Pelantikan Kepengurusan HIMA SATORI Periode 2022/2023 ini dapat mempererat hubungan sesama dan menjalin kerja sama yang lebih baik lagi. Semoga sukses selalu kepada HIMA SATORI, 皆さん頑張ってね!

Penulis : Cecylia
Penyunting : Rimanda 

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Hima Satori Fkipur 
Youtube : Hima Satori 
Website : Click here 
Email : Click here 

Selasa, 08 Maret 2022

Satoripedia: Randoseru, Tas SD di Jepang

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin di postingan Satoripedia. Kali ini kita akan membahas tentang Tas Sekolah anak SD di Jepang. Kira-kira apa ya akan kita bahas kali ini?

Minasan pernah menonton Doraemon? Tentu saja minasan tidak asing dengan tas yang selalu dibawa-bawa oleh Nobita dan teman-temannya bukan? Tas yang mereka bawa disebut dengan Randoseru? Dan apa yang menarik dari Randoseru? Yuk, kita cari tau.

Randoseru merupakan salah satu fashion item yang khas dari negara Jepang. Tas yang satu ini sudah ada sejak jaman lalu. Dimulai dari era bakumatsu yang menjadi era dimana tas punggung sudah mulai digunakan oleh orang Jepang.
Pada zaman tersebut para siswa diwajibkan mengenakan randoseru yang secara istilah dan Bahasa jika ditafsirkan adalah merupakan Bahasa adaptasi dari ransel serta senou. Dari kedua istilah tersebut maka digabungkan lah menjadi istilah baru dengan sebutan randoseru.

Penggunaan nya sendiri adalah sebagai wadah menyimpan berbagai peralatan sekolah. Bentuknya sendiri berubah ubah dari masa ke masa. Awalnya bentuk dari tas anak sekolah di jepang ini menyerupai rucksack hingga akhirnya berbentuk kotak massif layaknya sekarang ini.

Yang perlu diketahui adalah umumnya tas ini memiliki harga yang mahal, sehingga hanya kebanyakan anak anak kota saja yang memilikinya. Dikarenakan tergolong sebagai barang yang mewah, tentu saja hanya segelintir orang yang bisa membawa randoseru ke sekolah.

Untuk kebanyakan anak anak di desa kebanyakan masih menggunakan furoshiki atau yang lebih diketahui bentuknya seperti kain segi empat layaknya syal. Hingga pada akhirnya ada peraturan dari pemerintahan jepang yang mewajibkan siswanya untuk menggunakan Randoseru sebagai wadah peralatan tulis mereka.

Tas anak sekolah di Jepang yang satu ini tentu saja berbeda dengan harga tas-tas yang ada di Indonesia, harga yang dipatok untuk tas randoseru berkisar antara dua juta hingga menyentuh angka sepuluh juta. 
Harga yang dipatok memanglah sangat mahal dikarenakan kualitas bahan dari randoseru sendiri sangat bagus, bahkan kualitas dari tas yang satu ini dapat bertahan mencapai 6 tahun lamanya. Hal ini memang sesuai dengan filosofi di Jepang dimana orang tua harus memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Bahan dari randoseru sendiri cenderung berbahan dasar kulit dengan makernya yang merupakan seorang profesional dalam membuat tas randoseru. Tas anak sekolah di jepang acap kali digunakan didaerah asalnya bagi anak anak yang berjalan kaki menuju sekolahnya. 

Ada fungsi lain dari tas ini yang dapat memantulkan cahaya, sehingga jika ada mobil atau kendaraan bermotor lainnya yang sedang melintas akan dapat melihat pantulan cahaya dari tas randoseru tersebut. Sehingga angka kecelakaan yang melibatkan anak sekolah pun dapat diminimalisir. 

Selain itu pemerintah jepang juga memberikan fungsi GPS pada tas ini. Hal ini tentu sebagai langkah preventif dalam meminimalisir tindak kejahatan sehingga orang tua dapat terus terhubung dengan anaknya kemanapun dia pergi.
Harga mahal dari tas randoseru ini juga dikarenakan perkembangan mode yang kian pesat. Sekarang tidak hanya menjadi tas untuk anak sekolah, randoseru sekarang juga menjadi salah satu fashion item yang digunakan oleh para orang dewasa hingga model ternama. Tak heran jika harga tas randoseru saat ini melambung naik.

Tas Randoseru ini memang merupakan salah satu tas wajib yang harus digunakan oleh para siswa di Jepang. Bukan tanpa sebab, pemerintah jepang sendiri telah mengeluarkan ultimatum terkait penggunaan tas randoseru sebagai wadah peralatan sekolah bagi siswa siswi di Jepang. 

Penggunaan tas ini memang sudah menjadi sebuah kewajiban sejak era kedinastian dulu. Sehingga tak heran jika banyak anak sekolah di Jepang yang menggunakan tas ini.

Selain karena alasan tersebut, para orang tua juga membelikan anak mereka tas randoseru sebab kualitas bahannya sendiri sangat bagus dan mampu bertahan hingga jangka waktu yang cukup lama. Artinya mereka para orang tua juga tidak perlu keluar uang banyak untuk membelikan peralatan tas sekolah.

Dibalik kekuatan serta kepopularitasan terdapat beberapa fakta yang cukup menarik terkait dengan randoseru ini. Bentuknya yang kotak dengan bahan buatnya dari kulit ini tentu saja memiliki keunggulan dibandingkan tas tas sekolah lainnya.

Beberapa fakta menarik terkait randoseru ini dapat disimak dalam beberapa ulasan rinci berikut ini
1. Dikenalkan oleh Belanda untuk Para Militer Jepang
Pada awal perang dunia dahulu, belanda memiliki tas ransel yang sering dipergunakan dalam misi seperti perang dan lain lain. Dengan melihat keunggulan tersebut sebagai wadah ;peralatan dan lain lain, maka jepang tertarik dengan ransel tersebut. Dalam Bahasa belanda sendiri randoseru memiliki arti sebagai ransel. Namun karena salah pengucapan maka Jepang mengadaptasi ransel dengan sebutan nama Randoseru.
2. Terbuat dari Kulit
Bahan baku utama dari tas anak sekolah di jepang yang akrab disebut randoseru ini adalah dari bahan kulit. Jika membandingkan dengan tas tas anak sekolah lainnya, maka randoseru ini memiliki daya tahan yang cukup bagus dibandingkan dengan yang lainnya. Walaupun dewasa kini bahan dari randoseru kebanyakan menggunakan kulit imitasi namun hal tersebut tidak mengurangi kualitas dari randoseru tersebut.

Pembuat dari tas ini juga bukan orang sembarangan. Pembuatnya merupakan perancang profesional yang memiliki desai serta teknik pembuatan yang sangat berkualitas dari maker tas tas lainnya. Kualitas memang menjadi hal utama dalam penggunaan randoseru karena tas yang satu ini mampu bertahan hingga mencapai umur 6 tahun lamanya.
3. Dibuat Berdasarkan Pengetahuan Tentang Tubuh Manusia
Perancang dari Randoseru sendiri memang memiliki teknik perancangan yang khusus. Bahkan dalam konsep pembuatannya sendiri diterapkan konsep pengetahuan mengenai bentuk tubuh manusia, sehingga dalam penggunaannya akan tetap aman nyaman serta tidak ada efek samping yang negatif untuk digunakan oleh anak anak.
4. Dipenuhi dengan Fitur Keamanan
Selain terbuat dari bahan bahan-bahan berkualitas. Randoseru sendiri juga lengkap dengan beragama fitur keamanan guna menjaga keamanan penggunanya. Contohnya saja adanya fitur gps yang terhubung langsung dengan orang tua serta kepolisian setempat. Hal ini tentu dapat memudahkan orang tua dalam dalam memantau kondisi anak mereka dari rumah.

Selain itu jika dalam kondisi yang bahaya, anak anak dapat menekan tombol keamanan di dalam tas tersebut sehingga akan langsung terhubung dengan pihak kepolisian setempat. Bahan tas randoseru juga dapat memantulkan cahaya. Ini artinya para pengendara mobil dapat melihat anak anak yang sedang berjalan sehingga dapat meminimalisir kecelakaan.
5. Terdiri dari Berbagai Warna dan Motif
Tas Randoseru ini tidak hanya lengkap dengan berbagai fitur serta bahan berkualitas lainnya, namun juga disediakan beragama warna serta motif-motif tertentu yang bisa dipilih oleh konsumen. Dengan ragam variatifnya tersebut, tentu saja dapat memberikan kesan menarik bagi anak-anak yang menggunakannya.

Trend tas anak sekolah di jepang dengan nama Randoseru memang kian lama kian merebak. Tidak hanya di negara asalnya Jepang, tas yang satu ini juga merebak ke berbagai negara. Selain fungsinya sebagai kebutuhan untuk sekolah, kini randoseru juga menjadi salah fashion item yang wajib dimiliki.

Penulis : Aliyah Aziz 

Jangan lupa ikuti kami di Sosial Media👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here 
Email : Click here