Senin, 25 April 2022

Satoripedia: Sanja Matsuri, Festival Tiga Kuil

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang Sanja Matsuri (三社祭). Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu tentang Sanja Matsuri? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Menurut Wikipedia, matsuri (祭) adalah istilah agama Shinto yang berarti persembahan ritual untuk kami (sebutan untuk dewa di Jepang). Dalam pengertian sekuler, matsuri berarti festival atau perayaan di Jepang.

Sanja matsuri merupakan salah satu dari tiga festival Shinto terbesar di Jepang. Yang membuatnya terkenal adalah karena festival ini diadakan di salah satu tempat paling terkenal di Tokyo, yakni area Asakusa. Nama resmi festival ini adalah Asakusa Jinja Reitaisai (浅草神社例大祭, Festival Besar Kuil Asakusa).
Setiap tahunnya ada kurang lebih 2 juta orang yang datang dan ikut serta dalam festival Sanja Matsuri, sekaligus dianggap sebagai festival terliar dari semua festival di Tokyo. Festival ini juga diikuti oleh yakuza yang mengusung mikoshi dan mempertontonkan rajah di seluruh tubuh mereka.

Festival ini mulai dirayakan pada tahun 1312. Dulunya, festival ini dibagi menjadi tiga perayaan: Kannonsai (観音祭), Funamatsuri (船祭), dan Jigenkai (示現会), namun sejak tahun 1872 ketiganya dirayakan bersama-bersama selama dua hari setiap tanggal 17-18 bulan 3. Perayaannya juga tidak setiap tahun, melainkan dua tahun sekali, setiap tahun sapi, kelinci, ular, kambing, ayam, dan babi. Sejak 1872, perayaan ini dilangsungkan setiap tanggal 17-18 bulan 5.

Rangkaian Acara di Festival Sanja Matsuri

Atraksi utama festival ini adalah tiga mikoshi milik Kuil Asakusa yang muncul pada hari ketiga dan terakhir festival. Ketiga kuil kayu hitam berpernis yang rumit ini dibangun untuk bertindak sebagai miniatur versi portabel dari Asakusa Shrine. Dihiasi dengan pahatan emas dan dicat dengan daun emas, masing-masing mikoshi beratnya sekitar satu ton dan biaya ¥ 40 juta untuk dibangun. Mereka dibawa di atas empat tiang panjang dicambuk bersama dengan tali, dan masing-masing membutuhkan sekitar 40 orang tersebar merata untuk membawa mereka dengan aman. Sepanjang hari, total sekitar 500 orang berpartisipasi dalam membawa masing-masing kuil.
Karena pentingnya ketiga mikoshi ini, mereka adalah objek utama saat dibawa melalui jalan-jalan. Sementara tiga mikoshi utama adalah objek paling penting yang berkeliaran di jalanan selama Sanja Matsuri, sekitar 100 mikoshi kecil lainnya diarak di lingkungan itu pada hari Sabtu. Dari tempat-tempat suci ini, beberapa hanya dibawa oleh wanita atau anak-anak kecil.

Meskipun bukan bagian dari perayaan, secara resmi Sanja Matsuri dimulai pada hari Kamis dengan upacara keagamaan. Upacara ini membutuhkan imam kepala Asakusa Shrine untuk melakukan ritual dari tiga pria di Kuil Asakusa ke tiga mikoshi yang akan diarak di sekitar Asakusa selama akhir pekan. Dengan membuka pintu-pintu kecil yang terletak di setiap mikoshi (interiornya dikaburkan oleh tirai katun kecil), ketiga roh diundang ke kuil miniatur di mana mereka akan tinggal selama festival.
Festival yang lebih dipublikasikan dimulai pada hari Jumat ketika Daigyoretsu diadakan. Prosesi besar 19 blok yang terkenal ini menyusuri Yanagi Street dan Nakamise-dori ke Kuil Asakusa. Hal ini merupakan acara yang digunakan untuk memberi energi kepada masyarakat. Hal ini paling dikenal untuk kostum mewah peserta, seperti penari heron-didiami, geisha dan pejabat kota mengenakan hakama (pakaian tradisional Jepang). Musisi, pemain dan penari juga berpawai menyusuri jalan-jalan Asakusa dalam pakaian tradisional Jepang selama prosesi. Pada malam hari, enam mikoshi dari lingkungan paling sentral dikirim berparade di jalan-jalan di pundak beberapa lusin orang.

Pada hari berikutnya, Sabtu, sekitar 100 mikoshi dari 44 distrik Asakusa berkumpul di Kaminarimon. Mereka kemudian diarak melalui Nakamise-dori dan berhenti di Hozomon di mana mereka memberikan penghormatan kepada Kannon, Dewi Belas Kasihan. Setelah itu, mikoshi dibawa ke Kuil Asakusa di mana para pendeta Shinto memberkati dan memurnikan mereka untuk tahun mendatang. Ketika upacara selesai, mereka kemudian dibawa kembali dan diarak melalui lingkungan masing-masing.

Peristiwa terpenting Sanja Matsuri terjadi pada hari Minggu berikutnya. Prosesi ketiga mikoshi milik Asakusa Shrine memulai perjalanan mereka menuruni Nakamise-dori menuju Kaminarimon pada hari Minggu pagi. Ketiga kuil yang rumit ini menghormati dan mewakili tiga orang yang bertanggung jawab untuk mendirikan Senso-ji. Selama hari terakhir festival ini, mikoshi penting ini berpisah untuk mengunjungi dan memberikan berkah bagi 44 distrik pusat kota dan perumahan Asakusa. Ketika malam tiba, tiga kuil menemukan jalan mereka kembali ke Kuil Asakusa dalam prosesi besar lainnya yang berlangsung hingga larut malam.

Selain acara-acara tradisional, Sanja Matsuri memiliki beberapa undian populer lainnya. Misalnya, pengunjung festival dapat mengunjungi ratusan toko yang ditemukan di Nakamise, jalan yang menghubungkan Kaminarimon dan Hozomon. Banyak kedai makanan kecil juga didirikan di daerah sekitarnya selama akhir pekan. Anggota Yakuza juga dengan bangga memamerkan tato mereka.

Bagaimana teman-teman, menarik bukan Sanja Matsuri ini? Mimin sendiri jadi ikutan tertarik, nih! Bagi yang belum pernah mengunjungi Sanja Matsuri, Mimin doakan semoga cepat kesampaian! 

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: Wikipedia, infojepang.net, tripjepang.co.id
Penyunting' Rimanda

Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here 
Email : Click here 

Minggu, 10 April 2022

Press Release : Pelantikan Pengurus Hima Satori Periode 2022/2023

Pada hari Sabtu (09/04/2022), pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, serta Kepengurusan HIMA SATORI periode 2022/2023 telah sukses dilaksanakan. Acara ini dilaksanakan secara semi daring di ruang aula BEM FKIP Universitas Riau dan melalui aplikasi Zoom Meeting.

Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu Intan Bestari. 
Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh saudari Sri Puja Rahayu.
Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa oleh para hadirin.
Agenda selanjutnya diisi dengan kata sambutan dari Sepdian selaku Ketua Pelaksana, Sultan Rafliansyah selaku Bupati Mahasiswa Terpilih, Edwin Adetama selaku Bupati Mahasiswa Demisioner, Dini Budiani Sensei selaku Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, serta Muhammad Armizul selaku Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Riau.
Tidak hanya sampai disitu, acara dilanjutkan dengan Pembacaan SK Pengurus Pelantikan dan Ikrar Pengurus yang dipandu oleh Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Riau. Kamudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari Bupati Demisioner kepada Bupati Terpilih. Terakhir, acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Fernando Solihin serta sepatah dua patah kata oleh MC.
Dengan dilaksanakannya pelantikan ini, maka terbentuklah Kepengurusan HIMA SATORI Periode 2022/2023. Struktur organisasi yang terbentuk adalah DPO, pengurus inti, dan 8 Divisi yang Akan ikut andil dalam kepengurusan periode 2022/2023. Sebagai kenangan, seluruh pengurus HIMA SATORI periode 2022/2023 berfoto bersama untuk dokumentasi.
Semoga dengan Pelantikan Kepengurusan HIMA SATORI Periode 2022/2023 ini dapat mempererat hubungan sesama dan menjalin kerja sama yang lebih baik lagi. Semoga sukses selalu kepada HIMA SATORI, 皆さん頑張ってね!

Penulis : Cecylia
Penyunting : Rimanda 

Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Hima Satori Fkipur 
Youtube : Hima Satori 
Website : Click here 
Email : Click here 

Selasa, 08 Maret 2022

Satoripedia: Randoseru, Tas SD di Jepang

Minasan, Konnichiwa!
Kembali bersama Admin di postingan Satoripedia. Kali ini kita akan membahas tentang Tas Sekolah anak SD di Jepang. Kira-kira apa ya akan kita bahas kali ini?

Minasan pernah menonton Doraemon? Tentu saja minasan tidak asing dengan tas yang selalu dibawa-bawa oleh Nobita dan teman-temannya bukan? Tas yang mereka bawa disebut dengan Randoseru? Dan apa yang menarik dari Randoseru? Yuk, kita cari tau.

Randoseru merupakan salah satu fashion item yang khas dari negara Jepang. Tas yang satu ini sudah ada sejak jaman lalu. Dimulai dari era bakumatsu yang menjadi era dimana tas punggung sudah mulai digunakan oleh orang Jepang.
Pada zaman tersebut para siswa diwajibkan mengenakan randoseru yang secara istilah dan Bahasa jika ditafsirkan adalah merupakan Bahasa adaptasi dari ransel serta senou. Dari kedua istilah tersebut maka digabungkan lah menjadi istilah baru dengan sebutan randoseru.

Penggunaan nya sendiri adalah sebagai wadah menyimpan berbagai peralatan sekolah. Bentuknya sendiri berubah ubah dari masa ke masa. Awalnya bentuk dari tas anak sekolah di jepang ini menyerupai rucksack hingga akhirnya berbentuk kotak massif layaknya sekarang ini.

Yang perlu diketahui adalah umumnya tas ini memiliki harga yang mahal, sehingga hanya kebanyakan anak anak kota saja yang memilikinya. Dikarenakan tergolong sebagai barang yang mewah, tentu saja hanya segelintir orang yang bisa membawa randoseru ke sekolah.

Untuk kebanyakan anak anak di desa kebanyakan masih menggunakan furoshiki atau yang lebih diketahui bentuknya seperti kain segi empat layaknya syal. Hingga pada akhirnya ada peraturan dari pemerintahan jepang yang mewajibkan siswanya untuk menggunakan Randoseru sebagai wadah peralatan tulis mereka.

Tas anak sekolah di Jepang yang satu ini tentu saja berbeda dengan harga tas-tas yang ada di Indonesia, harga yang dipatok untuk tas randoseru berkisar antara dua juta hingga menyentuh angka sepuluh juta. 
Harga yang dipatok memanglah sangat mahal dikarenakan kualitas bahan dari randoseru sendiri sangat bagus, bahkan kualitas dari tas yang satu ini dapat bertahan mencapai 6 tahun lamanya. Hal ini memang sesuai dengan filosofi di Jepang dimana orang tua harus memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Bahan dari randoseru sendiri cenderung berbahan dasar kulit dengan makernya yang merupakan seorang profesional dalam membuat tas randoseru. Tas anak sekolah di jepang acap kali digunakan didaerah asalnya bagi anak anak yang berjalan kaki menuju sekolahnya. 

Ada fungsi lain dari tas ini yang dapat memantulkan cahaya, sehingga jika ada mobil atau kendaraan bermotor lainnya yang sedang melintas akan dapat melihat pantulan cahaya dari tas randoseru tersebut. Sehingga angka kecelakaan yang melibatkan anak sekolah pun dapat diminimalisir. 

Selain itu pemerintah jepang juga memberikan fungsi GPS pada tas ini. Hal ini tentu sebagai langkah preventif dalam meminimalisir tindak kejahatan sehingga orang tua dapat terus terhubung dengan anaknya kemanapun dia pergi.
Harga mahal dari tas randoseru ini juga dikarenakan perkembangan mode yang kian pesat. Sekarang tidak hanya menjadi tas untuk anak sekolah, randoseru sekarang juga menjadi salah satu fashion item yang digunakan oleh para orang dewasa hingga model ternama. Tak heran jika harga tas randoseru saat ini melambung naik.

Tas Randoseru ini memang merupakan salah satu tas wajib yang harus digunakan oleh para siswa di Jepang. Bukan tanpa sebab, pemerintah jepang sendiri telah mengeluarkan ultimatum terkait penggunaan tas randoseru sebagai wadah peralatan sekolah bagi siswa siswi di Jepang. 

Penggunaan tas ini memang sudah menjadi sebuah kewajiban sejak era kedinastian dulu. Sehingga tak heran jika banyak anak sekolah di Jepang yang menggunakan tas ini.

Selain karena alasan tersebut, para orang tua juga membelikan anak mereka tas randoseru sebab kualitas bahannya sendiri sangat bagus dan mampu bertahan hingga jangka waktu yang cukup lama. Artinya mereka para orang tua juga tidak perlu keluar uang banyak untuk membelikan peralatan tas sekolah.

Dibalik kekuatan serta kepopularitasan terdapat beberapa fakta yang cukup menarik terkait dengan randoseru ini. Bentuknya yang kotak dengan bahan buatnya dari kulit ini tentu saja memiliki keunggulan dibandingkan tas tas sekolah lainnya.

Beberapa fakta menarik terkait randoseru ini dapat disimak dalam beberapa ulasan rinci berikut ini
1. Dikenalkan oleh Belanda untuk Para Militer Jepang
Pada awal perang dunia dahulu, belanda memiliki tas ransel yang sering dipergunakan dalam misi seperti perang dan lain lain. Dengan melihat keunggulan tersebut sebagai wadah ;peralatan dan lain lain, maka jepang tertarik dengan ransel tersebut. Dalam Bahasa belanda sendiri randoseru memiliki arti sebagai ransel. Namun karena salah pengucapan maka Jepang mengadaptasi ransel dengan sebutan nama Randoseru.
2. Terbuat dari Kulit
Bahan baku utama dari tas anak sekolah di jepang yang akrab disebut randoseru ini adalah dari bahan kulit. Jika membandingkan dengan tas tas anak sekolah lainnya, maka randoseru ini memiliki daya tahan yang cukup bagus dibandingkan dengan yang lainnya. Walaupun dewasa kini bahan dari randoseru kebanyakan menggunakan kulit imitasi namun hal tersebut tidak mengurangi kualitas dari randoseru tersebut.

Pembuat dari tas ini juga bukan orang sembarangan. Pembuatnya merupakan perancang profesional yang memiliki desai serta teknik pembuatan yang sangat berkualitas dari maker tas tas lainnya. Kualitas memang menjadi hal utama dalam penggunaan randoseru karena tas yang satu ini mampu bertahan hingga mencapai umur 6 tahun lamanya.
3. Dibuat Berdasarkan Pengetahuan Tentang Tubuh Manusia
Perancang dari Randoseru sendiri memang memiliki teknik perancangan yang khusus. Bahkan dalam konsep pembuatannya sendiri diterapkan konsep pengetahuan mengenai bentuk tubuh manusia, sehingga dalam penggunaannya akan tetap aman nyaman serta tidak ada efek samping yang negatif untuk digunakan oleh anak anak.
4. Dipenuhi dengan Fitur Keamanan
Selain terbuat dari bahan bahan-bahan berkualitas. Randoseru sendiri juga lengkap dengan beragama fitur keamanan guna menjaga keamanan penggunanya. Contohnya saja adanya fitur gps yang terhubung langsung dengan orang tua serta kepolisian setempat. Hal ini tentu dapat memudahkan orang tua dalam dalam memantau kondisi anak mereka dari rumah.

Selain itu jika dalam kondisi yang bahaya, anak anak dapat menekan tombol keamanan di dalam tas tersebut sehingga akan langsung terhubung dengan pihak kepolisian setempat. Bahan tas randoseru juga dapat memantulkan cahaya. Ini artinya para pengendara mobil dapat melihat anak anak yang sedang berjalan sehingga dapat meminimalisir kecelakaan.
5. Terdiri dari Berbagai Warna dan Motif
Tas Randoseru ini tidak hanya lengkap dengan berbagai fitur serta bahan berkualitas lainnya, namun juga disediakan beragama warna serta motif-motif tertentu yang bisa dipilih oleh konsumen. Dengan ragam variatifnya tersebut, tentu saja dapat memberikan kesan menarik bagi anak-anak yang menggunakannya.

Trend tas anak sekolah di jepang dengan nama Randoseru memang kian lama kian merebak. Tidak hanya di negara asalnya Jepang, tas yang satu ini juga merebak ke berbagai negara. Selain fungsinya sebagai kebutuhan untuk sekolah, kini randoseru juga menjadi salah fashion item yang wajib dimiliki.

Penulis : Aliyah Aziz 

Jangan lupa ikuti kami di Sosial Media👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here 
Email : Click here

Selasa, 15 Februari 2022

Press Release : Kunjungan DPM FKIP ke Hima Satori

Tepat pada hari Selasa (15/02/2022), Telah dilaksanakan kunjungan dari DPM FKIP Universitas Riau ke HIMA SATORI.

Kunjungan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa/i Hima Satori angkatan 2019-2020. Kunjungan dilakukan pada pukul 14.00 WIB yang bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama Kelembagaan. Dalam kunjungan ini membahas RDP (Rapat Dengar Pendapat).
Acara kunjungan ini selesai pada pukul 15.30 WIB, dan diakhiri dengan Sesi Foto bersama dengan Pengurus DPM FKIP UNRI, baik Ikhwan maupun Akhwat.

Semoga dengan adanya Kunjungan ini, dapat memperkuat sillaturahmi di lingkungan sekitar FKIP
Penulis : Nur Awfiah Nadhila
Penyunting : Aliyah Aziz

Jangan lupa ikuti kami di Sosial Media👇
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here 
Email : Click here

Sabtu, 12 Februari 2022

Press Release : Ekspresi II

Tepat pada Hari Sabtu (12/02/2022), telah sukses dilaksanakan acara Ekspresi II HIMA SATORI yang bertemakan "Membangun Organisator yang Kritis, Aktif, dan Kreatif". Acara ini ditaja oleh Divisi Kaderisasi Hima Satori, dan dilaksanakan secara semi daring di ruang I3 FKIP Universitas Riau dan melalui aplikasi Zoom Meeting.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari DPM FKIP, BEM FKIP dan juga Hima lain. Acara di mulai pada pukul 08.30 WIB yang di awali dengan pembukaan oleh MC yaitu Annisa Viola Hartanto, kemudian pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh saudari Umayatun Mardhiyah, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa oleh peserta Ekspresi II yang dipimpin oleh Winda Riani, kemudian dilanjut lagi dengan Do'a yang di pimpin oleh Wira Akbar Al Azhar, dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Tasya Hendri Putri selaku Ketua Pelaksana, Edwin Adetama selaku Bupati HIMA SATORI, dan Muhammad Armizul selaku Gubernur Mahasiswa FKIP UNRI.
Acara ini pun dilanjutkan dengan Penyampaian materi mengenai Career Development Center oleh Sadam Husin, S.Pd selaku Pemateri 1, dan dilanjutkan dengan Penyampaian materi mengenai Teknik Sidang oleh Muhammad Untung Saputra selaku Pemateri 2.
Setelah Pemateri 1 dan Pemateri 2 selesai dalam menyampaikan materi, Acara dilanjutkan dengan Pemberian plakat untuk pemateri oleh Tasya Hendri Putri dan Tiara Pertiwi. Acara pun dilanjutkan dengan Pembubaran Magang HIMA SATORI dan Penutupan oleh MC
Semoga dengan adanya Acara Ekspresi II Hima Satori ini, dapat meningkatkan pengetahuan lebih baik dalam hal Organisasi untuk generasi Hima ke depannya. 頑張って!

Jangan lupa ikuti kami di Sosial Media👇
Youtube : Hima Satori 
Website : Click here 
Email : Click here

Jumat, 04 Februari 2022

Satoripedia: Taiko, Alat Musik Tradisional Jepang

Minnasan, Konnichiwa!

Kembali bersama Admin di postingan Satoripedia. Pada postingan kali ini Admin akan membahas tentang Taiko (太鼓). Kira-kira, apakah teman-teman sudah ada yang tahu tentang taiko? Kalau belum, ayo ikuti Admin agar bisa tahu lebih lanjut!

Menurut Wikipedia, kata taiko (太鼓) berarti "drum besar" dalam bahasa Jepang. Di luar Jepang, kata ini digunakan untuk merujuk kepada berbagai jenis drum Jepang dan kepada bentuk seni yang relatif belakangan dalam bentuk ansambel menabuh drum yang disebut dengan kumi-daiko (組太鼓).

Taiko terkenal akan suara kencang yang dihasilkan saat mengiringi pertunjukkan atau saat perayaan festival. Umumnya terbuat dari kayu berongga dengan bahan kulit yang menutupi di kedua sisi nya hingga membentuk drum, ukuran taiko pun sangat bervariasi mulai dari yang kecil yang biasa dimainkan oleh anak-anak hingga yang berukuran besar hingga 1 meter lebih. Dan dimainkan dengan 2 stik yang terbuat dari kayu (bachi) yang dipukul secara serong.

Tidak ada yang tahu pasti mengenai sejarah hadirnya alat musik ini sendiri. Namun, dipercaya bahwa kemunculan alat musik ini juga dipengaruhi oleh Korea dan China. Pada masa feodal di Jepang, taiko sering digunakan untuk memotivasi pasukan, menolong menentukan langkah barisan, dan mengatur perintah atau pengumuman. Menjelang atau pada saat memasuki pertempuran, taiko yaku (penabuh drum) bertanggung jawab untuk menentukan langkah barisan, biasanya dengan enam langkah untuk setiap pukulan drum (ketukan-2-3-4-5-6, ketukan-2-3-4-5-6).

Menurut salah satu catatan sejarah (Gunji Yoshu), sembilan rangkai dari lima ketukan berarti memanggil sekutu ke medan tempur, sementara sembilan rangkai dari tiga ketukan, yang dipercepat tiga atau empat kalinya, adalah panggilan untuk maju dan mengejar lawan. Taiko untuk perang ini digunakan oleh Shingen Takeda, seorang panglima perang yang terkenal saat itu.

Taiko menurut jenis-jenisnya dibagi menjadi beberapa golongan diantaranya Nagado-Daiko (長野太鼓) yakni taiko yang berbadan panjang, terdiri atas dua potong kulit sapi yang dibentangkan di atas sebuah kerangka kayu (biasanya diukir dari satu potong kayu, kini sering dibuat dari sisa-sisa sebuah gentong kayu) dan diregangkan. Kepala dari tsukeshime-daiko (付締め太鼓, sering kali disingkat menjadi, "shime-daiko" atau "shime" saja) dibentangkan di atas cincin-cincin besi dan dijepit di sekitar badan yang lebih kecil. Tali tsukeshime-daiko ditarik hingga ketat sebelum digunakan setiap kalinya.

Okedo-daiko (桶胴太鼓) adalah taiko berbadan gentong, sering kali disingkat menjadi "okedo" atau "oke" dapat dipasang di atas sebuah dudukan dan dimainkan seperti taiko lainnya, tapi biasanya digantungkan melintang ke bahu sehingga si pemain drum dapat berjalan dan sekaligus juga memainkannya. Seperti nagado-daiko, okedo mempunyai suara pinggiran, yang disebut "ka." Namun, ketika memainkan pinggiran sebuah okedo, penting bagi pemain untuk memukul hanya bagian yang palin luar dari cincin metalnya dan bukan pinggiran dari tubuh drum itu sendiri.

Taiko Jepang lainnya adalah uchiwa-daiko (内輪太鼓, taiko kipas), hira-daiko (平太鼓, taiko datar), o-daiko (大太鼓, taiko besar), dan serangkaian instrumen tabuh lainnya dalam ansambel tradisional Jepang noh, gagaku, dan kabuki.

Bagaimana teman-teman, menarik bukan Taiko ini? Mimin sendiri jadi ikutan tertarik, nih ! Jadi penasaran, bagaimana ya kalau melihat penampilannya secara langsung?

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: wikipedia.org, dboenes.com, artforia.com
Penyunting ' Rimanda Agustina

Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur 

Youtube    : Hima Satori 

Instagram : @himasatorifkipunri 

Website     : Click here 

Email         : Click here 



Press Release: Pelatihan Desain Grafis

Tepat pada hari Jumat (04/02/2022) Acara Pelatihan Desain Grafis dilaksanakan secara online melalui zoom meeting.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari DPM FKIP, BEM FKIP, dan juga Hima-hima lain dan di mulai pada pukul 14.15 WIB yang di awali dengan pembukaan oleh MC Cecylia.
Kemudian, pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh saudara Ridho Akbar.
Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa oleh peserta Pelatihan.
Agenda selanjutnya diisi dengan kata sambutan dari Tiara Pertiwi selaku Ketua Pelaksana, M. Syafri selaku Wakil Bupati Hima Satori, dan Muhammad Armizul C selaku Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Riau.
Setelah kata sambutan, agenda selanjutnya dilanjutkan dengan Doa yang dipimpin oleh Gilang Frisqi Putra Hanafi.
Acara ini pun dilanjutkan dengan Penyampaian materi oleh Wira Akbar Al Azhar. Setelah Pemateri menyampaikan materi, acara dilanjutkan dengan Penyerahan plakat oleh Tiara Pertiwi, dan acara diakhiri dengan kalimat penutup oleh MC.
Semoga dengan adanya Acara Pelatihan Desain Grafis ini dapat menambah ilmu serta meningkatkan kreatifitas mahasiswa khususnya mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang . 頑張って!

Penulis: Sepdian
Penyunting: Cecylia

Jangan lupa ikuti kami di Sosial Media👇
Facebook : Hima Satori Fkipur
Youtube : Hima Satori 
Instagram : @himasatorifkipunri 
Website : Click here 
Email : Click here