Minggu, 25 Juli 2021
Press Release : Webinar Pemberdayaan Perempuan
Jumat, 23 Juli 2021
Satoripedia : Kisah di balik Teru teru bōzu
Senin, 12 Juli 2021
Press Release: Evaluasi Pengurus Hima Satori
Pada hari Minggu, 11 Juli 2021 telah terlaksana Evaluasi Pengurus Hima Satori. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka di ruangan Hima Satori serta melalui virtual via zoom meeting. Evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja kepengurusan yang berkualitas, berdedikasi dan berintegritas tinggi dimasa pandemi.
Acara di mulai dari pukul 09.30 WIB, diawali dengan pembukaan oleh MC. Bertugas sebagai MC yaitu Tiara Pertiwi. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sultan Rafiansyah Harahap. Selanjutnya menyanyikan lagu indonesia raya dan mars mahasiswa, bertugas sebagai dirigen Erma Putri. Kata sambutan dari ketua pelaksana oleh Annisa Viola Hartanto. Kata sabutan dari Bupati Mahasiswa oleh Edwin Adetama. Serta kata sambutan DPM FKIP UNRI yang diwakili oleh Yashinta Qhorayma Putri Akbar. Dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Muhammad Fazlan.
Pada pukul 15.40 WIB acara dijeda dengan ISHOMA, dan kembali di lanjutkan pada pukul 16.24 WIB yaitu: Presentasi laporan pertanggungjawaban Divisi Kewirausahaan oleh Salwa Salsabila. Presentasi laporan pertanggungjawaban Divisi Pendidikan oleh Farhan Effri Alhafizh. Presentasi laporan pertanggungjawaban Divisi Pemberdayaan Perempuan oleh Sella Amalya.
Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!
Jangan lupa ikuti kami di 👇
Sabtu, 10 Juli 2021
Kunjungan Kelembagaan HIMA SATORI ke LSO LSI Al-Maidan
Alhamdulillah pada hari Kamis, 8 Juli 2021 telah terlaksana Kunjungan HIMA SATORI ke LSO LSI Al-Maidan.Kunjungan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa/i Hima Satori angkatan 2019-2020. Kunjungan dilakukan pada pukul 14.00 WIB yang bertujuan untuk meningkatkan sillaturahmi antar sesama Kelembagaan.
Setelah selesai pada pukul 15.30 WIB, Kunjungan diakhiri dengan Sesi Foto bersama dengan Pengurus Al-Maidan, baik Ikhwan maupun Akhwat.
Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!
Jangan lupa ikuti kami di 👇
Rabu, 07 Juli 2021
Satoripedia : Bento, kreasi kotak bekal ala Jepang
Bento itu apasih? Bagi teman-teman penikmat anime atau dorama Jepang pasti kenal apa itu bento. Tapi... kamu tahu gak sih, bento itu sebenarnya apa? Pada dasarnya, bento adalah kotak makan siang yang sangat memudahkan. Saat mengunjungi Jepang, kamu akan menemukan kotak bento dalam segala bentuk, ukuran, harga, dan untuk semua selera, dan kamu dapat menemukannya di mana saja.
Bagi orang Jepang sendiri, kotak bento merupakan tradisi, kebutuhan, dan cara menikmati makanan dengan cantik dan mudah untuk dimakan saat bepergian. Isi kotak bento juga cenderung sangat sehat, biasanya mengandung banyak makanan yang berbeda seperti buah-buahan, sayuran, daging, nasi, dan ikan. Empat sehat lima sempurna, kan?
Saat orang-orang berbicara tentang bento, kamu pasti langsung teringat tentang sebuah kotak makan yang berisi karakter-karakter imut nan detail. Orang tua di Jepang pun banyak yang mengkreasikan bento untuk anak-anak mereka dengan karakter serta hiasan lucu lainnya agar terlihat menarik dan membangkitkan selera makan anak. Orang-orang Jepang percaya bahwa kamu makan dengan matamu. Dalam artian, makanan yang disajikan tak hanya terlihat menarik, namun juga terasa enak. Dan bento merupakan salah satu cara terbaik untuk menikmati makanan dengan penataan cantik dan enak.
Siapa sangka, saat ini bento pun menjadi tren lho! Nama tren ini Kyaraben, atau bento karakter lucu. Tujuan dari tren Kyaraben adalah membuat kotak makan siang terlihat menarik untuk anak-anak, dan mereka dapat makan dengan benar.
Kotak bento memiliki sejarah panjang di Jepang. Menurut catatan sejarah, makan siang bergaya bento di Jepang sudah ada sejak Periode Kamakura dari 1185 hingga 1333. Selama periode ini, proses memasak nasi dan kemudian menyimpannya lalu memakannya nanti menjadi populer di kalangan masyarakat Jepang. Beras sering disimpan dalam kotak pernis tradisional dan disimpan untuk dimakan kemudian.
Dengan adanya kotak bento, hal ini dapat memudahkan dan cukup nyaman karena memungkinkan orang untuk makan sambil bekerja atau bepergian. Kata bento secara harfiah berarti ‘nyaman’. Alasan kata ini untuk menggambarkan kotak makan siang seperti ini adalah karena kotak bento biasanya dikemas dengan baik dan mudah dimakan di pangkuan Anda atau dalam perjalanan. Makanan biasanya mudah digigit dan tidak perlu dipanaskan, dan biasanya dikemas dengan rapat ke dalam kotak-kotak kecil yang mudah dibawa.
Namun, kata nyaman tidak selalu berlaku untuk cara pembuatannya. Kotak bento memang membutuhkan sedikit waktu dan keterampilan untuk membuatnya dengan benar, dan kecuali Anda telah terbiasa. Jangan khawatir, saat ini bento sudah banyak dijual di toko serba ada dengan pilihan menu dan harga yang beragam, lho!
Nah, ternyata di balik unik dan lucunya isi bento, terdapat sejarah panjang di dalam nya, nih. Ayo! kamu coba kreasikan isi bento mu juga ya!
Sumber artikel : https://jpninfo.com/id/4383
Penyunting : Tiara Pertiwi
Terima kasih telah mengunjungi laman blog kami. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!
Jangan lupa ikuti kami di 👇
Minggu, 27 Juni 2021
Press Realese : Pelatihan Desain Grafis
Pada hari Sabtu (26/06/2021), telah diselenggarakan Pelatihan Desain Grafis yang dilaksanakan secara virtual melalui platform google meet dengan tema "Menciptakan Generasi Millenial yang Kreatif dan Inovatif dalam Desain Grafis di Masa Pandemi". Acara ini ditaja oleh divisi Kominfo, Hima Satori.
Acara yang dumulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang angkatan 2019-2020. Diawali dengan pembukaan oleh MC oleh Tiara Pertiwi. Dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Wira Akbar Al azhar,
lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa, dan acara selanjutnya pembacaan do'a yang dipimpin oleh Muhammad Fazlan.Seusai pembacaan do'a, acara pun dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Edwin Adetama selaku Bupati Hima Satori, kata sambutan oleh Farah Shiba Az-Zahra selaku Ketua Pelaksana,
dan yang terakhir kata sambutan oleh Razali selaku Gubernur BEM FKIP Universitas Riau yang sekaligus membuka acara Pelatihan Desain Grafis ini.
Setelah penyampaian kata sambutan, dilakukan jeda beberapa menit menjelang penyampaian materi. Tepat pada pukul 09.05 WIB, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai: "Desain Grafis" oleh Wadhrib Wicaksono.
Seusainya penyampaian materi, dilanjutkan dengan pemberian plakat kepada pemateri. Dan acara pun diakhiri dengan kalimat penutup oleh MC dan foto bersama.
semoga ilmu yang diperoleh dari pelatihan desain grafis ini dapat bermanfaat dan digunnakan sebaik-baiknya di dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Tiara Pertiwi
Terimakasih telah mengunjungi laman blog kami. Sampai jumpa di postingan berikutnya!
Jangan lupa ikuti kami di
Selasa, 22 Juni 2021
Satoripedia : Kokeshi Doll, Boneka Sederhana Yang Imut dari Jepang
Kokeshi adalah sebutan untuk boneka kayu Jepang. Salah satu ciri boneka ini yakni tidak memiliki lengan dan kaki.boneka ini telah ada sejak 150 tahun yang lalu sebagai mainan untuk anak-anak. Kokeshi dibuat dengan kayu, memiliki badan dan kepala sederhana dengan beberapa garis tipis yang dicat untuk mendefinisikan wajahnya. Badan boneka biasanya memiliki gambar bunga atau kimono yang dicat dengan warna hitam, merah, dan terkadang hijau, kuning, hingga biru.
Ada beberapa teori tentang asal usul kata kokeshi, yang disebut juga dengan kogesu, kiboko, atau deko. tergantung tempat asalnya.Pada pertemuan pengrajin dan kolektor pada tahun 1940 di sepakatilah untuk membakukan nama kokeshi, jadilah nama boneka tersebut sejak saat itu. Kokeshi pertama kali di buat oleh kijishi, pengrajin mahir di Shinci Shukaku dekat dengan pemandian air panas Togatta. Dimana dari teknik pembuatanya menyebar ke wilayah pemandian air panas lainnya di wilayah Tohoku. Boneka kokeshi juga di percaya menjadi boneka pembawa keberuntungan.
Bentuk dan pola boneka kokeshi tradisional ada sebelas macan dan berhubungan dengan wilayah tertentu. Jenisnya yaitu Naruko, Tsuciyo,Togatta, Yajiro, Sakunami, Yamagata, Kijima, Nanbu, Tsugaru, Zao-Takayu, dan Hijiro. Nama ini diberikan berdasarkan asalnya, misalnya Tsuciyo yang berasal dari onsen Tsuciyo.




















