Jumat, 24 Maret 2023

Satoriedukasi: Partikel Kakujoshi "He"(へ)

Halo minasan, balik lagi ke blog admin. Partikel dalam bahasa Jepang memang tidak sedikit ya, sering kali kita kebingungan mempelajari dan menggunakannya dalam percakapan dasar sehari-hari.
Admin akan berbagi pengetahuan khusus materi kali ini seputar mengenai bagaimana caranya menggunakan partikel “He" (へ) dalam kalimat bahasa Jepang. 

Apakah kalian pernah mendengar atau mengetahui fungsi dari partikel “He" (へ) sebelumnya?? Kalo belum, yukss kita bahass

Partikel He (へ) , secara umum memiliki arti 'ke'

Partikel E へ (ditulis he へ) secara umum berarti 'ke'

1. Menunjukkan arah gerakan. 

Itsu Bari e ikimasu ka.
いつバリへ行きますか。
Kapan Anda akan pergi ke Bali.

Kyō wa doko e odekake desu ka.
今日はどこへお出かけですか。
Hari ini Anda mau pergi ke mana?

2. Menunjukkan penerima suatu perbuatan. 'untuk;kepada'

Kore wa tomodachi e no omiyage desu.
これは友だちへのお土産です。
Ini adalah oleh-oleh untuk teman.

Tarō-san wa okusan e no tanjōbi no okurimono o kaimashita.
太郎さんは奥さんへの誕生日の贈り物を買いました。
Taro telah membeli hadiah ulang tahun untuk istrinya.


Yosh!!
Kyou wa koko made desu. Sampailah kita di penghujung materi kali ini. Bagaimana? Mudah memahaminya bukan?

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog admin dan telah membacanya sampai akhir!! sampai ketemu lagi di materi berikutnya ya!! Jaa mata ne!!~

Sumber : http://kursus-jepang-evergreen.com/index.php/partikel-bahasa-jepang/55-partikel-e

Penyunting : Sepdian dan Deni Febriana


Jangan lupa ikuti kami di 👇
Facebook : Click here
Youtube : Click Here
Instagram : Click Here
Website : Click Here
Email : Click Here

Sabtu, 07 Januari 2023

Satoripedia: Seijin Shiki, Upacara Kedewasaan di Jepang

Minasan, konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Berbeda dengan Indonesia yang menganggap remaja berumur 17 tahun sudah dewasa, Jepang justru menganggap remaja berumur 20 tahun sebagai usia dewasa. Apakah minasan tahu upacara kedewasaan di Jepang? Ayo ikuti admin agar tahu lebih lanjut.

Di Jepang, usia dewasa ditandai saat berusia 20 tahun. Dengan demikian, usia tersebut harus diresmikan dengan sebuah upacara resmi, yang disebut sebagai seijin shiki (成人式). Upacara ini diperingati pada hari Senin ke-2 di bulan januari, dan dijadikan sebagai hari libur nasional Jepang. Ketika berusia 20 tahun, remaja Jepang diperbolehkan minum sake, mempunyai SIM, merokok, dan diberikan hak memilih dalam pemilihan umum.
Berdasarkan sejarahnya, terdapat acara tradisional sebagai peringatan hari kedewasaan pada zaman Edo. Acara tersebut merupakan cikal bakal seijin shiki. Saat itu, ditandai dengan remaja pria yang telah menginjak usia 19 tahun bisa membawa pedang. Sementara untuk remaja wanita ditandai dengan ohaguro. Ohaguro merupakan kegiatan untuk menghitamkan giginya. Mereka pun diberikan kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri dan diberikan kebebasan berekspresi setelah menginjak usia 19 tahun.

Barulah saat 1876, Jepang meresmikan usia dewasa saat menginjak 20 tahun. Hingga saat ini usia dewasa ditandai ketika menginjak usia tersebut. Peresmian sebagai hari libur telah ditetapkan sejak 1946 untuk penyelenggaraan seijin shiki. 
Pemerintah Jepang menetapkan sebagai hari libur karena acara tersebut sangat istimewa. 
Seijin no Hi (成人の日) atau “hari kedewasaan” yang mana para remaja Jepang yang berumur 20 tahun akan diundang dan menghadiri upacara tersebut. Para wanita yang menjadi peserta seijin shiki diwajibkan menggunakan kimono resmi jenis furisode, sedangkan bagi para laki-laki mengenakan setelan kimono model  hakama ataupun setelan jas.
Acara ini digelar oleh pemerintah setempat dan diikuti oleh semua warga yang berusia 20 tahun. Acara dilangsungkan di gedung pertemuan, ballroom hotel, atau aula serbaguna milik pemerintah lokal. Selain itu terdapat berbagai acara lainnya yang diisi untuk memeriahkan acara ini, seperti:
1. Pidato
Sambutan akan disampaikan oleh wali kota sebagai ucapan selamat secara langsung kepada peserta karena telah memasuki usia dewasa. Selain itu, pidato akan disampaikan langsung oleh tokoh dewasa yang telah mapan, berisi wejangan akan makna menjadi dewasa serta tips untuk meraih kesuksesan saat usia dewasa.

2. Penerimaan Cinderamata
Simbol menjadi dewasa ditandai dengan penerimaan cinderamata bagi peserta seijin shiki. Tentu saja cinderamata tersebut akan menjadi kenangan karena hanya diterima seumur hidup sekali saat acara peresmian telah menjadi dewasa. Pemberian cinderamata bertujuan agar peserta teringat untuk mulai bersikap dewasa ketika melihat cinderamata tersebut.

3. Makan Bersama
Acara akan ditutup dengan makan bersama keluarga dan juga pejabat setempat. Tidak lupa ditutup dengan doa serta harapan di fase usia baru. Acara makan bersama ini merupakan acara formal. Peserta juga bisa mengadakan acara santai bersama teman-temannya untuk makan bersama di cafe dan restoran sebagai perayaan hari kedewasaan.

4. Foto Bersama
Tidak lupa juga untuk berfoto bersama dengan keluarga dan teman seusia. Acara satu ini tidak boleh dilewatkan dan harus diabadikan karena merupakan momen bahagia. Maka dari itu, berfoto bersama sambil mengenakan kimono menjadi sesuatu yang sangat berharga dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Terlepas dari serangkaian acara formal tersebut, hari kedewasaan ini merupakan hari yang membahagiakan. Pasalnya, semua aktivitas dewasa yang sebelumnya dilarang untuk anak kecil bisa dilegalkan saat fase kedewasaan dimulai. 

Memasuki usia 20 tahun, merupakan angka kedewasaan bagi warga Jepang. Maka dari itu, ucapan selamat terus mengalir dari keluarga hingga pejabat setempat.  Oleh karena alasan tersebut acara ini disambut antusias oleh banyak warga Jepang.

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: mislanguageschool.co.id, we-xpats.com, balipuspanews.com
Penyunting: Rimanda 

Jangan lupa ikuti kami di👇
YouTube: Hima Satori 
Website: click here
Email: click here 


Sabtu, 24 Desember 2022

Satoripedia: Wabi Sabi, Menemukan Keindahan dalam Ketidaksempurnaan

Minasan, konnichiwa!
Kembali bersama Admin dipostingan Satoripedia. Apakah minasan pernah mendengar istilah wabi-sabi dalam kebudayaan Jepang?  Ayo ikuti Admin agar tahu lebih lanjut.
Sumber: Flickr/Julien Seguinot
Istilah wabi-sabi cukup terkenal di Jepang. Wabi sabi merupakan filosofi yang kerap digambarkan sebagai cara menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Kata wabi (侘) berasal dari kata kerja wabu, yang berarti merana, dan kata sifatnya, wabishii (侘しい), digunakan untuk menggambarkan rasa sedih dan kemiskinan. Kata tersebut juga dapat berarti sederhana, tidak materialistis, dan rendah hati. Kata sabi (寂) mempunyai arti seperti pergerakan alami, dan pengertian bahwa keindahan tidak selamanya ada. Meskipun makna wabi dan sabi membangkitkan perasaan melankolis karena mengandung kesedihan atau arti negatif dalam bahasa Indonesia, kata wabi sabi juga memunculkan kehangatan dan kehidupan.

Berdasarkan sejarahnya, wabi-sabi pertama kali muncul dalam dinasti Tiongkok pada 960-1279 M. Pada awalnya, wabi-sabi merupakan konsep Buddhisme Zen. Wabi-sabi mengajarkan tentang penerimaan yang lebih santai mengenai kefanaan dunia dengan menyukai ketidaksempurnaan hidup.
Sumber: Desti Nursinta on Unsplash
Sebelumnya, wabi-sabi merupakan konsep yang terpisah. Wabi adalah cara untuk mengapresiasi suatu keindahan. Sementara itu, sabi adalah penggambaran mengenai waktu yang memengaruhi kerusakan.

Ada banyak bentuk seni yang menonjolkan wabi-sabi di Jepang. Inilah sebabnya mengapa sebagian besar tradisi Jepang menampilkan tema penerimaan, rasa syukur, ketidaksempurnaan, ketidakkekalan, dan perubahan. 
1. Kesenian Keramik
Sumber: Marco Montalti/iStock
Kintsugi adalah keahlian memperbaiki tembikar yang pecah dengan menyatukan kembali potongan-potongan dan menerapkan pernis yang dicampur dengan bubuk emas atau perak di sepanjang retakan. Teknik tersebut menonjolkan bekas retakan dan cacat-cacat unik yang diperbaiki dengan indah.

2. Haiku
Sumber: wikipedia.org
Haiku merupakan salah satu bentuk puisi Jepang yang paling terkenal. Penyair terkenal Matsuo Basho menulis baris-baris puisi yang menggambarkan keadaan kolam yang tenang bergema karena katak menyelam ke dalam air. Melalui haiku-nya, Basho menangkap perasaan sabi yang mengekspresikan keheningan, keindahan alam, berlalunya waktu, dan sifat kehidupan yang terus berubah.

3. Upacara Minum Teh Jepang
Sumber: tsunagujapan.com
Di masa lalu, upacara minum teh gaya Tiongkok yang mewah sebenarnya sangat populer di Jepang. Alih-alih menggunakan porselen mewah dari Tiongkok, seorang biksu bernama Murato Juko mengenalkan penggunaan cangkir teh tanah liat Jepang, yang dibuat dengan tangan dan sering kali ada cacat kecil dalam bentuk atau desainnya.

Wabi-sabi sangat cocok diterapkan pada masyarakat modern saat ini yang terus menerus mengejar kesempurnaan. Wabi-sabi berfokus pada sebuah rasa syukur yang sudah dimiliki dibanding menginginkan hal baru. Mengubah pandangan hidup ini akan membantu minasan untuk selalu merasa damai dan cukup tentang apa yang sudah terjadi. 
Sumber: Helena Lopes/Pexels
Di tengah ricuhnya kondisi dunia, jangan lupa untuk menarik napas dan menenangkan diri sendiri bahwa tidak semuanya harus sempurna.

Terima kasih sudah mengunjungi laman blog kami dan membacanya sampai akhir. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya, ya!

Sumber: bahasa.newsbytesapp.com, ekrut.com, nationalgeographic.grid.id, tsunagujapan.com, wikipedia.org
Penyunting: Rimanda 

Jangan lupa ikuti kami di👇
YouTube: Hima Satori 
Website: click here
 Email: click here 



Jumat, 23 Desember 2022

Press Release: Ekspresi II

Kamis (22/12/2022) - Telah sukses dilaksanakan acara Ekspresi II dengan tema "Meningkatkan Karakteristik Mahasiswa yang Kritis, Logis, dan Berkualitas". Acara ini ditaja oleh Divisi Kaderisasi Hima Satori di ruangan I3 FKIP Universitas Riau pada tanggal 22 Desember 2022.
Acara ini dimulai dari pukul 08:30 yang diawali dengan pembukaan oleh Samuel Abelinov Tarigan sebagai MC. Kemudian, acara pun diteruskan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Umayatun Mardhiyah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa yang dipimpin oleh Nur Aulia, kata sambutan dari Annisa Viola Hartanto sebagai ketua pelaksana, M. Reyhans Qairhu Orinanda sebagai plt Bupati Mahasiswa HIMA SATORI, serta Wahyu Satrio sebagai Gubernur Mahasiswa BEM FKIP UNRI sekaligus membuka acara secara resmi. Kemudian, pembukaan tersebut ditutup dengan doa oleh saudara Leo Andalas sebelum memasuki agenda inti.
Acara kemudian dilanjutkan ke agenda inti yang berisi penyampaian materi pertama "Career Development" oleh Yashinta Qhorayma Putri Akbar. Dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua "Teknik Persidangan" oleh M. Kurnia Sandy. Pada penyampaian materi "Teknik Persidangan" peserta juga diminta untuk mencoba mempraktikkan teknik-teknik dalam persidangan tersebut. Agenda penyampaian materi kemudian ditutup dengan pemberian plakat kepada kedua pemateri.
Sebelum memasuki penutup, acara dilanjutkan oleh agenda pengumuman "Anak Magang Terbaik" yang diraih oleh Muhammad Asadullah dan Liviya Elza Nurhusna. Terakhir, acara kembali ditutup oleh MC sebagai penanda berakhirnya kegiatan Ekspresi II.

Semoga dengan adanya acara ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang kedepannya, 頑張ってください。

Penulis: Cecylia
Penyunting: Rimanda

Jangan lupa ikuti kami di👇
YouTube: Hima Satori 
Website: click here 
Email: click here 

Selasa, 29 November 2022

Satoripedia : Kendama, Permainan Unik dari Jepang

Minasan konnichiwa! Kembali lagi bersama admin dipostingan Satori Pedia. Di Satori Pedia kali ini membahas tentang Kendama. Udah pada tau belum apa itu Kendama? Biar tau apa itu Kendama ikutin admin terus yaa.

Kendama (剣玉) adalah mainan yang dibuat dari bagian berbentuk salib "Ken (pedang)" dan bola berlubang “Tama”. Di Jepang, ada juga kompetisi resmi yang diselenggarakan oleh "Asosiasi Kendama Jepang", di mana peserta saling bersaing dengan teknik. Kendama juga pernah jadi sangat populer untuk sementara waktu. Mungkin ada banyak orang yang berpikir kalau "kendama" adalah mainan unik dari Jepang. Tapi kenyataannya berbeda, permainan mengayunkan bola yang dihubungkan oleh benang atau tali, lalu menangkapnya ke dalam gelas dan tongkat seperti kendama, sudah ada di seluruh dunia.

Teori tentang asal-usulnya beragam, tapi dalam catatan tertua dikatakan kalau itu berasal dari Perancis abad ke-16. Di Perancis, permainan ini disebut "bilboquet", dan jadi sangat populer. Ada juga masa di mana permainan ini jadi populer di kalangan keluarga bangsawan. Setelah itu, menyebar ke seluruh dunia dan konon katanya berkembang sendiri di setiap tempat.

Di Jepang, teori yang paling kuat adalah permainan ini masuk pada zaman Edo, dan prototipe kendama yang sekarang selesai pada zaman Taisho. Dengan menggunakan pelat yang sedikit dibor seperti bulan sabit (三日月) dan dari arti 玉(dama) = 太陽(日, hi/nichi), permainan ini jadi disebut nichigetsu ball (日月ボール) dan sangat populer. Pada tahun 1975, "Asosiasi Kendama Jepang" didirikan, "Kompetisi Kendama" pun mulai diadakan, aturan formal, level kemampuan seperti “kyu” atau “dan” ditentukan, dan teknik-teknik pun semakin berkembang.

Secara garis besar kendama terdiri dari 5 bagian, "玉" (Tama), "けん" (Ken), "皿胴" (Sarado), ”糸” (Ito), "ビーズ" (Beads). Beads adalah manik-manik yang mencegah benang terlilit, diikat ke ujung benang, dan bisa masuk ke dalam lubang bola. Baru-baru ini, banyak Kendama berteknologi tinggi dijual, seperti ada suara berdering atau cahaya menyala saat melakukan teknik tertentu.

Nah itu dia tadi penjelasan mengenai Kendama, menarik banget kan. Jadi jangan lupa untuk tetap ikutin admin di postingan postingan berikutnya ya see you.


Sumber :  https://www.fun-japan.jp/id/articles/9683, web Japan

Penyunting: Devita Rahayu dan Rani Harlita 


Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube : Hima Satori

Instagram : @himasatorifkipunri

Website : Click here

Email : Click here

Kamis, 24 November 2022

Press Realese : Seminar Kewirausahaan

Minasan konnichiwa! Kembali lagi bersama admin dipostingan press realese. Di press realese kali ini membahas tentang Seminar Kewirausahaan yang bertemakan “Make the Hobby be the Money”. Untuk lebih lanjut ikutan admin terus ya!

Sabtu (19/11/2022) - Telah sukses dilaksanakan kegiatan yang bertemakan "Make the hobby be the money" yang diadakan pukul 08:30 WIB sampai dengan selesai pada ruangan I3 Universitas Riau. Acara ini diikuti oleh seluruh angkatan 2021 dan 2022. 



Acara dibuka oleh saudari Annisa Viola Hartanto sebagai MC. Kemudian acara dilanjutkan dengan Tilawah Al-Quran yang dibacakan oleh saudara Muhammad Nursyam Al Rakha Marbun, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa yang dipimpin oleh saudari Nur Awfiah Nadhila, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ketua pelaksana yaitu saudari Refi Mariska, lalu kata sambutan dari Plt. Bupati Mahasiswa HIMA SATORI FKIP Universitas Riau, serta kata sambutan dari Plt. Gubernur Mahasiswa BEM FKIP Universitas Riau sekaligus pembukaan acara secara resmi. Pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ryan Alvarez.

Acara kemudian dilanjutkan ke agenda inti yaitu penyampaian materi dari Abdullah Al Furqon dengan tema materi "Make the hobby be the money". Setelah materi selesai disampaikan, acara kemudian memasuki agenda pemberian plakat kepada pemateri dan ditutup oleh MC.

Semoga dengan adanya acara ini, hobby yang kita miliki menjadi berguna dan dapat menghasilkan uang bagi kita, 頑張ってください。


Itu dia tadi rangkaian kegiatan Seminar Kewirausahaan yang dilaksanakan oleh Hima Satori. Sampai jumpa dipostingan berikutnya yaa.


Penulis        : Karolina

Penyunting : Devita Rahayu dan Rani Harlita


Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube : Hima Satori

Instagram : @himasatorifkipunri

Website : Click here

Email : Click here

Selasa, 15 November 2022

Satoripedia : Tentara Ashigaru, Prajurit Pejalan Kaki

Minasan konnichiwa! Kembali lagi bersama admin dipostingan Satori Pedia. Di Satori Pedia kali ini membahas tentang Tentara Ashigaru. Udah pada tau belum apa itu Tentara Ashigaru? Biar tau apa itu Tentara Ashigaru ikutin admin terus yaa.

Ashigaru (足軽) adalah prajurit pejalan kaki yang dipakai oleh kaum feodal dari kelas samurai di Jepang. Penulisan pertama yang menyebutkan kata ashigaru berasal dari 1300an.

Awalnya, Ashigaru merupakan Samurai khusus untuk mengabdi hanya pada Kaisar Temmu (tahun 673-686). Namun hingga abad ke-10, wacana ini hanya sebatas angan angan dan kembali lagi Kaisar bergantung dengan Samurai para tuan tanah "Daimyo & Shogun". Namun, saat invansi Mongolia pada tahun 1274 & 1281, Ashigaru muncul atas wajib militer para Daimyo melawan pasukan Mongol. Ashigaru sendiri saat itu dibayar hanya lewat barang rampasan dan dijuluki Samurai Bayaran, hasilnya pun Ashigaru saat itu dapat dikatakan tidak berguna & tidak bisa diandalkan.

Saat periode Sengoku abad 15-16 awal, Jepang saat itu bisa dikatakan "Negara Paling Maju Se-Asia". Modernisasi mulai dari pembelian meriam, peluru besi, musket, hingga besi zirah yang semua berasal dari Eropa. Ashigaru juga mengalami modernisasi, yang biasanya memakai Yumi, Katana, Yari dan Naginata, berubah menjadi Tanegashima (senapan). Ini berarti peran Ashigaru pun berubah menjadi pasukan musket dengan taktik berbaris.

Nah itu dia tadi penjelasan mengenai Ashigaru, menarik banget kan. Jadi jangan lupa untuk tetap ikutin admin di postingan postingan berikutnya ya see you.


Sumber :  https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ashigaru, pinterest

Penyunting: Devita Rahayu dan Rani Harlita


Jangan lupa ikuti kami di 👇

Facebook : Hima Satori Fkipur

Youtube : Hima Satori

Instagram : @himasatorifkipunri

Website : Click here

Email : Click here